Rabu 18 Mei 2022, 18:00 WIB

Harkitnas: Sejarah Budi Utomo

Miskah Syifa Putri | Humaniora
Harkitnas: Sejarah Budi Utomo

MI/Teresia Aan Meliana.
Gedung Kebangkitan Nasional yang dulu menjadi sekolah kedokteran yang didirikan oleh Belanda bernama Stovia.

 

BERDIRINYA Budi Utomo menjadi salah satu fondasi kebangkitan bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan sekaligus penanda perkembangan nasionalisme. Saat itu pendirian organisasi awalnya hanya ditujukan kepada golongan berpendidikan Jawa. 

Hingga saat ini tanggal berdirinya, 20 Mei, diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Hal ini menjadikan sejarah Budi Utomo dari awal hingga akhir sangat menarik untuk dipelajari.

Sejarah Budi Utomo

Budi Utomo (Boedi Oetomo) ialah organisasi yang didirikan tanggal 20 Mei 1908 oleh Dr. Soetomo dan para mahasiswa Stovia. Mereka ialah Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji. Wahidin Sudirohusodo merupakan penggagas Budi Utomo dan namanya selalu dikaitkan dengan sejarah berdirinya Budi Utomo.

Budi Utomo dipelopori oleh para pemuda dari Stovia, Sekolah Guru Bandung, Sekolah Pamong Praja Magelang, Sekolah Peternakan dan Pertanian Bogor, dan Sekolah Sore untuk Orang Dewasa di Surabaya. Para pelajar tersebut terdiri dari Soeradji, Muhammad Saleh, Soewarno A, Goenawan Mangoenkoesoemo, Suwarno B., R. Gumbreg, R. Angka, dan Soetomo.

Nama organisasi Budi Utomo diusulkan oleh Soeradji dan semboyan yang dikumandangkan ialah Indie Vooruit (Hindia Maju) dan bukan Java Vooruit (Jawa Maju). Budi Utomo terdiri atas kata budi yang berarti perangai atau tabiat dan utomo yang berarti baik atau luhur. Jadi perkumpulan Budi Utomo dapat dimaknai sebagai perkumpulan yang akan mencapai sesuatu berdasarkan keluhuran budi dan kebaikan perangai atau tabiat.

Tujuan Budi Utomo yakni memperoleh kemajuan yang harmonis bagi nusa dan bangsa Jawa dan Madura. Pada awalnya Budi Utomo hanya mengendaki perbaikan sosial yang meliputi Jawa dan Madura, sehingga kata kemerdekaan belum disebut. Beberapa usaha ditempuh untuk mewujudkan tujuan tersebut yakni memajukan pengajaran sesuai dengan yang dicita-citakan oleh dr. Wahidin, yaitu peternakan, pertanian, perdagangan, teknik, industri, dan menghidupkan kembali kebudayaan.

Bangkitnya Budi Utomo

Budi Utomo kembali bangkit pada masa Perang Dunia I di 1914. Kemungkinan intervensi asing menyebabkan Budi Utomo menggagas kegiatan wajib militer bagi pribumi. Hal ini menyebabkan dikirimlah misi ke Belanda oleh Komite Indie Weerbaer untuk pertahanan India pada 1916-1917 yang merupakan pertanda masa yang amat besar bagi organisasi Budi Utomo.

Pada misi tersebut, wakil Budi Utomo yang bernama Dwidjosoemoyo berhasil mengadakan pendekatan dengan pemimpin Belanda dalam hal pembentukan Volksraad (Dewan Rakyat) yang saat itu dibahas dalam Dewan Perwakilan Rakyat Belanda. Undang-undang mengenai kewajiban militer pun gagal disahkan dan sebaliknya undang-undang tentang pembentukan Volksraad disahkan pada November 1914.

Baca juga: Niat Puasa Sembilan Hari sebelum Idul Adha: Arab, Latin, dan Artinya

Budi Utomo akhirnya berkembang menjadi organisasi yang punya tujuan dan cita-cita nasional, yaitu Indonesia merdeka. Demi mewujudkannya, pada 1935 Budi Utomo meleburkan diri dengan PBI (Perhimpunan Bangsa Indonesia) yang didirikan oleh Soetomo. Peleburan dua organisasi tersebut melahirkan Parindra.

Pengamat sejarah menilai Budi Utomo merupakan wakil dari perjuangan nasionalisme. Orang-orang Indonesia mengajarkan pada bangsa ini bahwa nasionalisme Indonesia bukan milik orang-orang Jawa dan Madura saja. Nasionalisme milik semua rakyat Indonesia. Nasionalisme tidak bersifat kultural, tetapi bersifat politik.

Berakhirnya Budi Utomo

Budi Utomo terpaksa kembali kehilangan kewibawaannya setelah berbagai kebijakan politik yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda. Muncul perpecahan di dalam tubuh Budi Utomo serta ada sekelompok radikal dan moderat di tubuh organisasi ini. Budi Utomo pun kurang mendapat dukungan masyarakat karena keberadaannya dalam arena politik tidak terlalu penting. Organisasi ini pun resmi dibubarkan pada 1935. (OL-14)

Baca Juga

Antara

Update 1 Oktober 2022: 1.639 Kasus Covid-19 Terdeteksi Hari Ini

👤MGN 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 21:42 WIB
Sementara itu, kasus aktif meningkat 103 sehingga menjadi 17.697...
MI/Palce Amalo

Menteri PUPR Ajak Mahasiswa Jadi Generasi Tangguh dan Adaptif

👤Palce Amalo 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 21:10 WIB
MENTERI Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono  mengajak mahasiswa menjadi generasi tangguh dan...
DOK/SBM ITB

SBM ITB Gelar Metabinar Pertama di Indonesia

👤Naviandri 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 19:55 WIB
Aktivitas yang bisa dilakukan ialah  membeli dan menjual aset, berkuliah, menggelar konser, menggelar konferensi pers, menggelar event...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya