Kamis 12 Mei 2022, 23:20 WIB

1,7 Juta Bayi Belum Dapat Imunisasi Dasar Selama Pandemi Covid-19

M Iqbal Al Machmudi | Humaniora
1,7 Juta Bayi Belum Dapat Imunisasi Dasar Selama Pandemi Covid-19

Istimewa
Ilustrasi

 

SELAMA pandemi covid-19 berlangsung pada periode 2019-2021 sebanyak 1,7 juta bayi belum mendapatkan imunisasi dasar rutin ataupun lanjutan. Akibatnya, terjadi peningkatan kasus penyakit yang semestinya bisa dicegah dengan imunisasi.

"Sebagai contoh ada sekitar 1,7 juta bayi yang belum mendapatkan imunisasi dasar selama periode 2019-2021 dan itu bisa dilihat juga adanya peningkatan jumlah kasus penyakit-penyakit yang seharusnya dapat dicegah dengan imunisasi ini," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers daring, Kamis (12/5).

Menkes mengatakan, rendahnya cakupan imunisasi dasar itu karena pergerakan dari petugas di lapangan terhambat kebijakan pembatasan sosial. Selain itu, konsentrasinya cukup banyak tergeser untuk vaksinasi covid-19, serta fokus pemerintah banyak digunakan untuk vaksinasi covid-19.

Dengan adanya penurunan dari jumlah kasus covid-19 maka perlu segera mengerahkan tenaga dan konsentrasi untuk menggalakkan imunisasi dasar tersebut. Budi mengatakan dengan bisa meningkatkan imunisasi dasar menjadi lebih baik cakupan di Indonesia bagi anak-anak kita ini akan melindungi anak-anak kita dari penyakit-penyakit yang ada.

"Serta memastikan pada saat nanti anak-anak mencapai usia yang produktif mereka bisa secara maksimal bekerja dan menghasilkan pendapatan bagi mereka dan keluarga," ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu menjelaskan Bulan Imunisasi Anak Nasional yang pertama akan dimulai pada Mei 2022 dan sasaran provinsi yakni Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Utara dan Sumatera Barat sasarannya untuk sasaran campak rubella dengan umur 9 -15 bulan.

Sasaran kedua yakni Provinsi Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung. Kemudian seluruh Provinsi Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua untuk anak 9 bulan sampai dengan di bawah 12 tahun.

Kemudian untuk tahap 2 dimulai bulan Agustus untuk Provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa barat, Jawa Tengah, dan Jawa timur untuk anak umur 9 bulan.

"Sementara untuk Bali dan Yogyakarta tidak melaksanakan karena memang cakupan yang sangat bagus," kata Maxi.

"Di samping vaksin campak rubella sepanjang bulan Mei sampai dengan hari ini kita melakukan imunisasi kejar ini banyak sekali ketinggalan untuk anak usia 12 bulan yang tidak/belum mendapatkan imunisasi lengkap khususnya untuk untuk vaksin polio dilakukan pada bulan anak nasional," pungkasnya. (H-2)

 

 

Baca Juga

Antara

Menkes Ungkap Alasan Pelonggaran Pemaikaian Masker

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Selasa 17 Mei 2022, 19:20 WIB
"Secara ilmiah dibuktikan serosurvei dan realitasnya kasus menurun. Dengan begitu kita mulai langkah transisi awal " ujar...
Antara

Kementerian PPPA: Aturan Turunan UU TPKS Masih Diproses

👤Dinda Shabrina 🕔Selasa 17 Mei 2022, 19:19 WIB
Namun, Kementerian PPPA menekankan bahwa pada dasarnyUU TPKS sudah bisa digunakan. Terkecuali ketentuan pelaksana yang membutuhkan aturan...
Antara/Hanni Sofia.

Keutamaan Melaksanakan Puasa Tarwiyah dan Arafah

👤Pierre Lavender 🕔Selasa 17 Mei 2022, 19:08 WIB
Para ulama sepakat bahwa boleh mengamalkan hadis dhaif hanya dalam rangka fadla'ilul a'mal (untuk memperoleh...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya