Kamis 12 Mei 2022, 06:30 WIB

Ini Lima Perubahan Gaya Hidup yang Berdampak Nyata bagi Bumi

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Ini Lima Perubahan Gaya Hidup yang Berdampak Nyata bagi Bumi

ANTARA/Aprillio Akbar
Aksi seniman yang menyuarakan keresahan mereka tentang perubahan iklim di kawasan Dukuh Atas, Jakarta.

 

WARGA dunia memiliki kekuatan untuk memengaruhi 25% hingga 27% dari penghematan yang dibutuhkan pada 2030 untuk menjaga pemanasan global hingga 1,5 derajat Celsius.

Menurut sebuah studi yang belum lama ini dirilis, tujuan ini dapat dicapai jika pemerintah dan orang-orang di negara-negara kaya menerapkan lima perubahan gaya hidup ini.

Studi tersebut dilakukan para peneliti dari Universitas Leeds, Inggris yang bekerja sama dengan para ahli dari perusahaan teknik global Arup dan C40 Cities Climate Leadership Group, studi yang berjudul 'Power of People' itu dibagikan oleh gerakan iklim warga Take The Jump.

Baca juga: Mengurangi Konsumsi Daging dapat Berkontribusi untuk Mengatasi Krisis Iklim

"Penelitian ini jelas bahwa pemerintah dan sektor swasta memiliki peran terbesar untuk dimainkan, tetapi juga jelas dari analisa kami individu dan komunitas dapat membuat perbedaan besar," jelas Tom Bailey, salah satu pendiri kampanye Take The Jump, dikutip dari laman PrestigeOnline, Rabu (11/5).

"Penelitian kami menunjukkan bahwa kita semua, mulai dari politisi, pemimpin kota dan bisnis, hingga warga negara, memiliki peran penting. Dan jelas ada banyak hal yang dapat kita lakukan sebagai individu, dan ini adalah salah satu tempat termudah dan tercepat untuk memulai," timpal Ben Smith, direktur perubahan iklim Arup, yang memimpin analisa dalam studi tersebut.

Berikut ini adalah lima perubahan gaya hidup yang dirangkum berdasarkan rekomendasi penelitian tersebut.

1. Konsumsi lebih banyak makanan nabati dan minimalisasi limbah

Perkiraan menunjukkan bahwa produksi daging dan produk hewani mewakili sekitar 15% dari emisi gas rumah kaca global. Dalam hal ini, mengurangi konsumsi daging merupakan faktor penting dalam memerangi perubahan iklim.

Menurut laporan penelitian Power of People, mengurangi limbah makanan secara drastis dapat dilakukan dengan penerapan pola makan yang didominasi produk nabati, sehingga memungkinkan untuk mencapai 12% dari total penghematan yang dibutuhkan oleh negara-negara di wilayah Amerika Utara dan Eropa, untuk mencapai target yang ditetapkan oleh Perjanjian Paris (perjanjian untuk mengurangi emisi gas rumah kaca setidaknya 40% pada 2030).

2. Batasi perjalanan udara

Perjalanan udara dikenal sebagai moda transportasi yang paling berpolusi. Bahkan diperkirakan 45 kali lebih berpolusi daripada kereta api, menurut Badan Transisi Ekologi Prancis (Ademe).

Dengan pemikiran itu, laporan tersebut merekomendasikan sebisa mungkin warga dunia mengurangi penerbangan liburan menjadi satu penerbangan jarak pendek setiap tiga tahun dan satu penerbangan jarak jauh setiap delapan tahun.

Apa yang disebut perjalanan udara santai semakin dipertanyakan sebagai bagian dari kehidupan kita sehari-hari, terutama di kalangan anak muda.

Menurut survei terbaru yang dilakukan Greenpeace, 53% anak muda di Prancis mengatakan mereka tidak, atau sangat jarang, terbang untuk bersantai.

3. Minimalisasi fast fashion

Dari penyewaan pakaian dan pembelian pakaian bekas hingga pakaian virtual, pendekatan sadar lingkungan terhadap mode sedang meningkat. Solusi untuk membantu konsumen menjauh dari industri mode cepat menjadi semakin banyak.

"Dengan mengurangi jumlah item pakaian baru menjadi tiga dan maksimal delapan item pakaian selama satu tahun, memberikan 6% dari total penghematan yang dibutuhkan," perkiraan studi tersebut.

4. Kurangi penggunaan kendaraan pribadi 

Studi tersebut menyebutkan polusi dari kendaraan pribadi hingga asuransi kendaraan merupakan pemborosan besar yang dapat ditanggulangi dengan penggunaan transportasi umum.

"Bagi mereka yang bisa, mengurangi kepemilikan kendaraan dan jika mungkin menjauh dari kepemilikan kendaraan pribadi, akan memberikan 2% dari total penghematan yang dibutuhkan pada 2030," kata studi tersebut.

5. Gunakan perangkat elektronik setidaknya selama tujuh tahun

Perkembangan zaman tidak dapat menahan kemajuan teknologi, termasuk kebutuhan untuk menggunakan ponsel canggih yang diduga dapat mendukung profesi seseorang.

Namun, dalam kondisi ini, Anda dapat mengimbanginya dengan mencoba sebanyak mungkin memperpanjang umur perangkat elektronik yang lain seperti kulkas, oven, microwave, komputer, televisi dan lain sebagainya.

"Dengan mengoptimalkan masa pakai elektronik dan peralatan, menjaganya setidaknya selama tujuh tahun, akan memberikan 3% dari total penghematan yang dibutuhkan," studi tersebut meyakinkan. (Ant/OL-1)

Baca Juga

ANTARA/GALIH PRADIPTA

Hari Kebangkitan Nasional Momentum Wujudkan Lingkungan Aman dari Kejahatan Seksual

👤Dinda Shabrina 🕔Jumat 20 Mei 2022, 19:25 WIB
Refleksi Harkitnas sebagai upaya bersama mewujudkan lingkungan yang aman serta perlindungan dari ancaman kejahatan...
Ist

Klinik Ini Bantu Perawatan Gigi Anak Berkebutuhan Khusus

👤Eni Kartinah 🕔Jumat 20 Mei 2022, 19:09 WIB
Anak-anak dengan dengan keterbatasan fisik dan psikis membutuhkan perhatian khusus termasuk dalam masalah kesehatan...
Dok. Kemen PPPA

Provinsi Maluku Utara Deklarasi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

👤Dinda Shabrina 🕔Jumat 20 Mei 2022, 18:52 WIB
Di Provinsi Maluku Utara terdapat 2 kabupaten yang menjadi model DRPPA, yaitu Kabupaten Kepulauan Sula dan Pulau...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya