Senin 09 Mei 2022, 17:20 WIB

Penyakit Mulut dan Kuku Hewan Tidak Menular ke Manusia

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Penyakit Mulut dan Kuku Hewan Tidak Menular ke Manusia

MI/Heri Susetyo
Sebanyak 769 sapi di Sidoarjo, Jawa Timur, terkonfirmasi penyakit mulut dan kuku hingga 8 Mei 2022.

 

PEMPROV Jawa Timur bersama Kementerian Pertanian mengaktifkan unit respons cepat (URC) untuk penanggulangan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang sedikitnya 1.247 ekor ternak di empat kabupaten, yaitu Mojokerto, Lamongan, Sidoarjo dan Gresik.

Ahli kesehatan yang juga Mantan Direktur WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama menanggapi terkait apakah ada hubungannya dengan manusia.

Menurutnya, penyakit mulut dan kuku (PMK) atau Foot and Mouth Disease (FMD) adalah penyakit pada hewan yang praktis tidak menular pada manusia. PMK bukanlah masalah kesehatan masyarakat, dan sepenuhnya masalah kesehatan hewan.

"Memang pernah ada laporan penularan pada manusia, seperti misalnya disampaikan European CDC pada 2012 yang berjudul Transmission of Foot and Mouth disease to humans visiting affected areas tetapi itu adalah sangat jarang dan hanya terjadi pada mereka yang betul-betul kontak langsung," kata Prof Tjandra dalam keterangan tertulis, Senin (9/5).

Prof Tjandra menambahkan memang terkadang ada yang keliru menghubungkan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan dengan Penyakit Tangan Kaki dan Mulut (PTKM) (Hand Foot Mouth Disease – HFMD) pada anak dan bayi.

"Ke duanya tidak berhubungan sama sekali, dua penyakit berbeda, penyebabnya juga virus yang berbeda," ujarnya.

Menurutnya, Penyakit Tangan Kaki dan Mulut (PTKM) (Hand Foot Mouth Disease – HFMD) pada anak dan bayi maka disebabkan oleh enterovirus 71, sementara penyakit mulut dan kuku (PMK) atau Foot and Mouth Disease (FMD) pada hewan disebabkan Aphthovirus dimana merupakan bagian dari Picornaviridae, dan ada 7 strainnya (A, O, C, SAT1, SAT2, SAT3, dan Asia1).

Diketahui, Penyakit Tangan Kaki dan Mulut (PTKM) (Hand Foot Mouth Disease – HFMD) pada anak dan bayi ditandai dengan demam; munculnya rash (ruam pada kulit) dan blister (benjolan kecil) di telapak kaki, tangan dan mukosa mulut, cenderung tidak nafsu makan, malaise dan nyeri tenggorok. Biasanya, setelah satu atau dua hari setelah demam, timbul keluhan nyeri di mulut dimulai dari blister sampai kemudian dapat menjadi mucus.

"Lesi dapat terjadi pada lidah, gusi atau bagian dalam mulut lainnya," lanjutnya

Nwmun penyakit Tangan Kaki dan Mulut (PTKM) (Hand Foot Mouth Disease – HFMD) pada anak dan bayi bukanlah penyakit berat, dan akan sembuh dalam 7-10 hari, pengobatan hanya bersifat suportif. Walau pada kejadian sangat jarang, HFMD akibat EV 71 juga dapat menyebabkan meningitis dan bahkan encephalitis.

"Infeksi EV 71 bermula dari saluran cerna yang kemudian menimbulkan gangguan neurologik. Selain itu, HFMD akibat coxsackievirus A16 juga dapat menyebabkan meningitis," pungkas Mantan DirJen Pengendalian Penyakit dan Ka Balitbangkes. (H-2)

Baca Juga

Dok. Kemenko PMK

Menko PMK Klaim Pelaksanaan Mudik Lebaran Tahun Ini Sukses

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 23:05 WIB
Muhadjir mengatakan, bukti sukses pelaksanaan mudik 2022 adalah angka kecelakaan telah menurun dibandingkan mudik tahun...
Freepik.com

Hepatitis Akut Merebak, Orangtua Diminta Bawa Anaknya ke Rumah Sakit Jika Alami Gejala

👤Selamat Saragih 🕔Kamis 19 Mei 2022, 22:59 WIB
Anak yang diperiksa kemungkinan akan diminta untuk melakukan kontrol ulang. Saat kontrol ulang, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan...
Frepik.com

Inovasi Deteksi Dini Tingkatkan Cangkupan Skrining Kanker Serviks di Indonesia

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 19 Mei 2022, 22:49 WIB
Meski termasuk jenis kanker yang mematikan, ternyata risikonya dapat dicegah dengan pemeriksaan secara terpersonalisasi sejak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya