Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah mempersiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi merebaknya kasus hepatitis akut pada anak yang sampai saat ini belum diketahui penyebabnya.
"Dari IDAI sudah menyiapkan protokol. Kita siapkan dokter anak di seluruh Indonesia dan juga RS sudah disiapkan dari Kemenkes, dan juga sudah disiapkan sarana termasuk pemeriksaan laboratorium. Kita sudah siap menangani kasus ini," kata Ketua Unit Kerja Koorniasi Gastro Hepatologi IDAI Muzal Kadim dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara virtual, Sabtu (7/5).
Muzal menyatakan, pihaknya juga telah membuat surat rekomendasi yang telah disebar ke dokter anak seluruh Indonesia untuk melakukan screening awal pada anak sebagai bagian dari tata laksana penyakit tersebut di RS, puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya.
"Jadi kalau ada kasus dengan ciri-ciri kuning, demam, sakit perut dan ada peningkatan enzim transaminase lebih dari 500 unit per liter dan pemeriksaan hepatitis A, B, C, D dan E negatif, ini bisa masuk probable karena belum diketahui penyebabnya apa," beber dia.
Dalam tata laksana di rumah sakit sendiri, Muzal mengungkapkan bahwa anak yang masuk dalam kategori probable akan dirawat di ruang isolasi untuk mencegah penularan ke orang lain. Selain itu, dilakukan tirah baring bagi anak yang telah memasuki fase akut.
Kemudian, dokter akan melakukan monitoring perjalanan klinis dan pemeriksaan laboratorium terutama untuk PT/INR dan albumin.
Muzal melanjutkan, karena hingga saat ini hepatitis akut pada anak belum diketahui penyebab dan obatnya, maka anak akan mendapatkan pengobatan supportive.
"Jadi nanti akan dipantau gula darah, elektrolitnya dipantau. Semua pengobatan bersigat supportive agar tubuh bisa mengubati dirinya sendiri untuk melawan virus. Itu yang menjadi penting," beber dia.
Sampai saat ini, Muzal mengungkapkan peneliti di Indonesia maupun di berbagai negara belum mengetahui secara pasti apa penyebab dari penyakit hepatitis akut yang menyerang anak-anak ini. Yang jelas, sejauh ini WHO menyebutkan bahwa hepatitis itu tidak berhubungan hepatitis A, B, C, D dan E.
"Jadi hepatitis itu tidak ditemukan infeksi virus hepatitis A, B, C, D dan E dan bukan disebabkan oleh penyakit lain seperti autoimun, obat-obatan, kealinan bawaan, itu semua sudah disingkirkan. Memang saat ini sedang dicari pentebabnya dan sedang diteliti," pungkas dia. (OL-12)
Lonjakan kasus diabetes pada anak menjadi perhatian serius. Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2023 mencatat peningkatan kasus diabetes anak hingga 70 kali lipat.
Penyakit Kawasaki sering kali menjadi momok yang menakutkan bagi orang tua karena gejalanya yang menyerupai infeksi biasa namun memiliki dampak fatal
IDAI juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam pemenuhan fasilitas kesehatan anak.
IDAI menganjurkan masyarakat untuk segera mandi air hangat setelah kehujanan, terutama bagi anak-anak yang terpapar hujan, genangan air, atau banjir.
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh penyakit campak dan cacar air pada anak, terutama saat musim hujan.
MUSIM hujan meningkatkan risiko berbagai penyakit infeksi, mulai dari flu hingga leptospirosis, dengan anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved