Kamis 05 Mei 2022, 12:15 WIB

Ini Risiko Jika Bayi Baru Lahir Diberi Susu Formula

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Ini Risiko Jika Bayi Baru Lahir Diberi Susu Formula

Freepik
Ilustrasi

 

PEMBERIAN susu formula pada bayi yang baru lahir dapat menyebabkan masalah serius baik untuk jangka pendek dan juga panjang. Hal itu diungkapkan dokter spesialis anak lulusan Universitas Padjadjaran Utami Roesli.

"Banyak nenek-nenek yang enggak tahu bahayanya pemberian susu formula. Mereka umumnya terpengaruh iklan atau mitos," ujar Utami dalam sebuah webinar, dikutip Kamis (5/5).

Beberapa risiko berbahaya yang bisa dialami bayi jika diberikan susu formula adalah lebih sering mencret, radang telinga hingga 50%, radang paru hingga 16,7%, dan masalah infeksi lain. Hal itu terjadi  karena susu formula bisa terkontaminasi bakteri berbahaya. Bayi pun berisiko mengalami alergi susu sapi dan asma sebanyak 40%-50%.

Baca juga: Minum Susu Bantu Jaga Daya Tahan Selama Puasa Ramadan

Susu formula juga dapat menyebabkan penyakit menahun seperti diabetes, kurang gizi, obesitas sebesar 40%, penyakit jantung koroner, serta kanker anak, terutama kanker darah atau leukimia.

"Banyak yang tidak dimiliki oleh susu formula, seperti antibodinya. IQ anak yang diberikan ASI juga lebih rendah," kata Utami.

Menurut penelitian yang dilakukan di Australia pada 2014, menyusui dapat mempengaruhi kesehatan mental anak dan remaja untuk jangka panjang. 

Bayi yang tidak menerima ASI eksklusif dapat berisiko mengalami masalah internal seperti menarik diri, gangguan psychosomatik, gelisah, depresif, gangguan bersosialisasi, gangguan perhatian, autisme, serta gangguan cara berpikir pada usia 14 tahun.

Sedangkan untuk masalah eksternal, anak remaja yang tidak mendapatkan ASI eksklusif berisiko lebih agresif.

Tidak hanya terjadi pada bayi, pemberian susu formula juga meningkatkan risiko kanker payudara, kanker indung telur, kanker rahim, kencing manis, keropos tulang, rematik, penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, lebih cepat hamil lagi, kegemukan, depresi, menelantarkan anak, menyiksa anak, serta hypercholesterol pada ibu. (Ant/OL-1)

Baca Juga

ANTARA/Fikri Yusuf

Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1443 H pada 10 Juli

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 29 Juni 2022, 20:45 WIB
Dari 86 titik di 34 provinsi pemantauan hilal, tak ada satu pun yang melaporkan telah melihat...
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Kasus Cavid-19 Meningkat, Masyarakat Diimbau Tetap Terapkan Prokes

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 29 Juni 2022, 20:18 WIB
Data dua hari lalu menunjukan kasus covid-19 bertambah sebanyak 1.907 kasus baru covid-19, Kamis (23/6/2022). Total kasus aktif kini...
MI/Gabriel Langga

Cegah Kasus Asusila Jalanan, Pemkab Sikka Perbaiki Penerangan Jalan

👤Gabriel Langga 🕔Rabu 29 Juni 2022, 20:03 WIB
LAMPU penerangan jalan umum (LPJU) di sejumlah titik di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur mulai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya