Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
AJAKAN Rektor IPB University, Arif Satria yang mengharapkan lulusan yang dibiayai dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berkarir menjadi dosen ditanggapi beragam alumnusnya. Arif Satria berharap dengan kembalinya ke kampus, lulusan LPDP ini diharapkan bisa memberikan sumbangsih pengetahuannya untuk kekayaan riset di Indonesia.
Salah satu alumnus yang mendapat beasiswa LPDP dari University of Queensland, Emir Chairullah PhD, justru mempertanyakan tawaran itu basa-basi atau serius. Kemudian, dimana menariknya berkarier sebagai dosen di Indonesia. Ia membeberkan fakta soal betapa sulitnya menjadi dosen di Indonesia. Menurut Emir, jika pun ada yang berminat menjadi dosen, seleksinya pun sangat ketat dan terkadang diskriminatif.
"Pertanyaan pertama saya, adakah lowongannya? Kampus mana yang mau menarik kami? Kampus negeri itu selektif banget. Selektifnya dalam artian terkadang diskriminatif terhadap yang non-kampus asalnya. Mungkin kampus itu bilang, nggak kok kita terbuka. Tapi kan penyeleksiannya yang tidak terbuka,” ungkap Emir kepada Media Indonesia Rabu, (4/5).
Selain mengajar, jelas Emir yang masih bekerja di sektor swasta ini, dosen juga diwajibkan melakukan riset. Hal ini yang juga dipertanyakan Emir. Apakah lulusan LPDP yang kelak menjadi dosen mendapatkan insentif yang cukup untuk melakukan penelitian. Belum lagi Emir menuturkan birokrasi untuk pengajuan penelitian itu sendiri juga sangat berbelit-belit.
Baca Juga: Aturan Baru BKD Bikin Dosen Leluasa Rencanakan Karier
"Kalau mau jadi dosen atau periset, sistemnya mau diberesin nggak? Kalau belum, itu omong kosong aja, basa-basi. Untuk mengajukan dana penelitian saja berbelit-belit,” imbuh Emir.
Emir juga menambahkan, ketika menjadi dosen pasti akan disibukkan dengan birokrasi kampus. Sebab selain mengajar dan melakukan riset, dosen juga dibebankan tugas mengurus administrasi. Sehingga, kata Emir, menjadi dosen justru dijadikan pilihan terakhir bagi lulusan LPDP.
"Terus juga ketika sudah jadi dosen. Kita sering disibukkan dengan birokrasi kampus. Akhirnya banyak yang nggak tertarik untuk kembali ke dunia akademis. Kecuali yang sudah background-nya, yang ketika dia ambil beasiswa (LPDP), memang sudah dosen,” ujar Emir.
Tanggapan lain datang dari Deti Kusmalawati, yang juga merupakan lulusan beasiswa LPDP dari University of Queensland. Deti mengungkapkan untuk menjadi dosen atau tidak semestinya dikembalikan lagi kepada pilihan pribadi dan kondisi dari masing-masing lulusan LPDP.
Sebab banyak dari penerima beasiswa LPDP sudah memiliki pekerjaan tetap dan sudah ada kontrak dengan perusahaan atau instansi tempat dia bekerja. Sehingga, kata Deti mereka mau tidak mau harus kembali ke instansi tempat mereka bekerja.
“Kalau saya kan PNS ya. Background awardee itu gak harus semuanya jadi dosen menurut saya. Kalau posisi dia apply dia sudah ada pekerjaan ya terus melanjutkan pekerjaan yang lain gapapa juga kan. Sebagian besar, kayak misalnya PNS, dia kan sudah ada kontrak dengan instansinya, dia harus kembali ke instansinya itu. jadi itu tidak bisa dipaksakan ke semua sih. Tergantung kondisi dia bagaimana,” dalih Deti. (OL-13)
Baca Juga: Irfan Rahadian : Dari Dosen Jadi Petani
Inovasi ini dirancang khusus untuk membantu menurunkan stres psikologis pada penderita hipertensi, sebuah faktor yang sering terabaikan dalam penanganan tekanan darah tinggi.
Permendiktisaintek 52/2025 dibuat untuk memberikan kepastian hukum agar profesi, karier, dan penghasilan dosen dalam satu kerangka kebijakan yang terpadu.
PEMERINTAH akan melakukan audit lingkungan terhadap lebih dari 100 unit usaha di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh sebagai bagian dari evaluasi persetujuan lingkungan pascabencana.
Perempuan bukan sekadar figur pasif dalam sejarah seni, melainkan pusat resonansi estetika dan pemikiran
Polres Bungo, Polda Jambi masih mengungkap kasus kematian Erni Yulianti, dosen yang dibunuh Bripda Waldi. Bripda Waldi menggunakan rambut palsu saat berupaya menghilangkan jejak
Dosen perguruan tinggi perlu memiliki kemampuan daya saing global agar mampu meningkatkan kualitas perguruan tinggi serta berkompetisi dalam skala internasional.
ANGGOTA Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendukung wacana mengalokasikan sebagian uang hasil pengembalian korupsi sebesar Rp13 triliun ke Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan niat menyumbangkan uang rampasan tindak pidana korupsi untuk riset dan dana LPDP, Wamendikti Stella Chistie sebut akan prioritaskan sektor mana
Pendekatan STEM juga dipandang sesuai untuk memperkuat industri pertahanan di Tanah Air.
The Future Festival merupakan wujud kontribusi untuk meningkatkan akses masyarakat umum secara mengenai informasi untuk melakukan studi lanjutan.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung berencana menghadirkan terobosan dalam program bantuan sosial bagi mahasiswa yakni Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) bisa berkuliah di luar negeri
KETERTARIKAN Wahyu Bagus Yuliantok, atau lebih dikenal Bagus, dalam berorganisasi tumbuh sejak ia menjalani kehidupan sebagai mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2004-2009.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved