Rabu 27 April 2022, 19:20 WIB

Beri Respon Cepat, BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Korban Alfamart Roboh Di Kalsel

mediaindonesia.com | Humaniora
 

BEBERAPA waktu lalu terjadi sebuah insiden runtuhnya bangunan Alfamart di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Kejadian tragis tersebut memakan 14 orang korban di mana 9 di antaranya merupakan peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK). Empat orang dinyatakan meninggal dunia, 3 orang masih menjalani perawatan, dan 2 orang lainnya telah diperbolehkan pulang.

Sebagai bentuk respon cepat dan tanggung jawab kepada para korban, Direktur Utama BPJAMSOSTEK Anggoro Eko Cahyo bersama dengan Gubernur Kalimantan Selatan yang diwakili oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Irfan Sayuti, dan Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan H. Supian HK menyerahkan simbolis santunan kepada ahli waris dari 4 peserta yang meninggal dunia.

"Kami menyampaikan duka yang mendalam atas kejadian yang dialami oleh keluarga dan kami juga menyampaikan bahwa tim BPJS Ketenagakerjaan di Kalimantan Selatan bergerak cepat untuk penanganan bersama dengan rumah sakit yang bekerja sama," ucap Anggoro.

Anggoro menjelaskan bahwa ahli waris peserta yang meninggal dunia akan mendapatkan santunan kematian sebesar 48x upah yang dilaporkan, karena termasuk dalam kasus kecelakaan kerja. Selain itu BPJAMSOSTEK juga akan memberikan beasiswa kepada 2 anak peserta maksimal sebesar Rp174 juta.

Adapun total manfaat yang telah dibayarkan oleh BPJAMSOSTEK kepada 4 peserta meninggal dunia sebesar Rp950 juta, di mana ahli waris peserta atas nama Hanafi mendapatkan santunan sebesar Rp201 juta, atas nama Ahmad Nayada sebesar Rp166 juta, kemudian atas nama Akbariansyah dan Misnawati menerima santunan kematian dan manfaat beasiswa anak masing-masing sebesar Rp322 juta dan Rp251 juta. Selain itu, keluarga juga akan mewarisi manfaat Jaminan Pensiun berkala sebesar Rp4,3 juta per tahunnya.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimanatan Selatan Irfan Sayuti menyatakan terima kasihnya atas respon cepat yang diberikan oleh BPJAMSOSTEK. Pihaknya berharap kerja sama yang baik antara Disnakertrans dan BPJAMSOSTEK dapat terus terjalin guna memastikan seluruh pekerja mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenakerjaan.

Sementara itu Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan H. Supian HK juga mengapresiasi kinerja BPJAMSOSTEK sebagai bukti nyata hadirnya negara di tengah-tengah masyarakat yang mengalami musibah. Pihaknya turut mengimbau masyarakat di Kalimantan Selatan untuk mendaftarkan diri menjadi peserta BPJAMSOSTEK.

Sebelumnya, Anggoro juga mengunjungi korban lainnya yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Banjarbaru. Dalam kunjungannya tersebut Anggoro ingin memastikan korban mendapatkan perawatan yang maksimal. BPJAMSOSTEK akan menanggung seluruh biaya perawatan para korban hingga sembuh tanpa ada batasan biaya. Selama peserta tersebut menjalani pemulihan, BPJAMSOSTEK juga memberikan santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB) selama 12 bulan sebesar 100% upah yang dilaporkan selanjutnya 50% hingga dinyatakan sembuh.

"Dengan memastikan dirinya terlindungi Jamsostek, maka risiko kerja yang mungkin timbul akan dialihkan kepada kami, pekerja dan keluarga bisa tenang menjalani pekerjaannya. Kejadian ini juga bisa menjadi contoh bahwa negara melalui BPJAMSOSTEK hadir untuk memberikan jaminan sosial kepada seluruh pekerja Indonesia," tutup Anggoro. (OL-10)

Baca Juga

ANTARA/ Fakhri Hermansyah

Mensos Beri Bantuan Jemaat Penyandang Disabilitas HKBP Rawalumbu

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Selasa 28 Juni 2022, 16:45 WIB
Bantuan yang diserahkan berupa alat kursi roda elektrik, alat bantu dengar, kursi roda adaptif, tongkat tuna netra, kaki tangan palsu,...
Antara

Libur Sekolah, Ini Rekomendasi Tempat Wisata dari Menparekraf

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 28 Juni 2022, 16:19 WIB
Dirinya mengingatkan masyarakat yang akan berlibur pada momentum libur sekolah, tetap menjaga kewaspadaan terhadap pandemi...
Antara

Menkeu: Butuh Anggaran Besar untuk Capai Target NDC

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 28 Juni 2022, 15:36 WIB
Hingga 2030, Indonesia setidaknya membutuhkan dana sebesar Rp3.461,31 triliun untuk mencapai target pengurangan emisi CO2, dengan 29%...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya