Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGINJAK usia 30 tahun banyak sekali perempuan khususnya merasa kondisi kulit sudah tidak sekencang dulu saat pada awal usia 20 tahunan.
Hal ini dikarenakan seiring bertambahnya usia, produksi kolagen atau minyak alami pada kulit berkurang yang mengakibatkan kulit menjadi kering dan muncul keriput di area wajah.
Tak heran jika banyak perempuan yang merasa insecure saat menginjak usia kepala 3 ini.
Penggunaan produk skincare pun banyak digunakan dengan berbagai macam kandungan, berharap kulit kembali kencang, namun jika sudah terlanjur mengalami kondisi sagging, hal itu tidak banyak menolong.
Kendati demikian, perawatan yang tepat bisa mengembalikan kondisi kulit wajah seperti yang diinginkan dengan treatment terbaru dari Euroskinlab yaitu DNA Matrix Plus.
Treatment DNA Matrix Plus ini merupakan bio stimulating gel dengan teknologi bio restrucruting di mana menggunakan bahan dasar Polynucleotide (PN) dengan viskositas tinggi yang dapat meregenerisasi lapisan dermis dan menghasilkan intense lifting pada kulit.
Baca juga: Praktisi Kesehatan: Kunyit Bisa Cegah Penyakit Kesehatan Serius
Selain itu hal yang membuat treatment ini spesial karena memiliki konsentrasi PN 2.5% lebih tinggi yang dapat memperbaiki tekstur kulit dengan teknik injeksi 5 titik tanpa rasa sakit.
Dengan mengedepankan konsep medical aesthetic, Euroskinlab sangat fokus pada efektivitas treatment DNA Matrix Plus ini, tidak hanya fokus pada pemulihan terhadap indikasi kulit wajah yang sagging tetapi banyak benefit yang akan dirasakan dari treatment ini.
Deputy Doctor of Euroskinlab, dr. Eliza Ennio Gunawan, mengatakan,“Kami sangat concern sekali dengan kebutuhan dari klien, sehingga treatment DNA Matrix Plus ini tidak hanya fokus pada kulit wajah yang sagging akibat faktor usia saja, namun kami juga melihat dari sisi penyebab lainnya."
"Oleh karena itu treatment ini memiliki benefit yang spesial lainnya seperti menangkal radikal bebas, di mana kandungan Polynucleotide yang berperan penting di sini," kata dr.Eliza
"Saat degradasi terjadi terhadap Polynucleotide oleh enzim tubuh yang menghasilkan metabolit bebas pada area ekstraseluler. Hal ini dapat memperkuat proteksi terhadap radikal bebas,” tuturnya.
Lebih lanjut dr. Eliza menuturkan,“Treatment DNA Matrix Plus ini juga memiliki efek melembapkan, menstimulasi produksi kolagen tipe I serta memiliki gym effect di mana kontraksi collagen memberikan efek lifting dan restrukturisasi sel."
"Jadi dengan melakukan treatment DNA Matrix Plus, kekhawatiran banyak orang karena mengalami kulit saggy bisa teratasi dengan efektif,” ucap dr. Eliza.
"Memiliki penampilan yang optimal di usia yang matang bukan lagi sebuah angan-angan apalagi hal yang perlu dikhawatirkan," jelasnya.
"Karena dengan melakukan treatment DNA Matrix Plus 1 kali per 2 minggu untuk recovery dan 1 kali per 4-6 bulan untuk maintenance bisa mengembalikan kepercayaan diri," ucap dr.Eliza. (Nik/OL-09)
Bagi Gen Z dan Gen Alpha, hasil yang cepat dan nyata menjadi nilai penting, sejalan dengan ritme hidup mereka yang dinamis.
Brand kecantikan lokal Somethinc menghadirkan rangkaian pencerah terbaru, Skinglow Series.
Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan kulit secara menyeluruh terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
PENDEKATAN dalam dunia estetika terus mengalami evolusi.
MEMASUKI usia 30-an, tanda-tanda penuaan dini seperti garis halus dan bintik hitam mulai menjadi kekhawatiran utama, nutrisi dari dalam memegang peranan hingga 70%.
PEMANFAATAN teknologi stem cell atau sel punca saat ini semakin meluas di bidang kesehatan dan perawatan tubuh, termasuk untuk kulit wajah.
Bukan lagi sekadar pembawa informasi genetik, DNA kini bertransformasi menjadi material bangunan robot mikroskopis untuk pengobatan kanker hingga manufaktur presisi.
Reaksi emosional selama ini kerap dianggap persoalan selera pribadi, dipengaruhi oleh DNA masing-masing individu merespons karya seni.
Meskipun teknologi DNA telah menjadi standar global dalam forensik kehutanan, penerapannya di Indonesia hingga kini masih tergolong terbatas.
Kerangka Neanderthal berusia hingga 187 ribu tahun ditemukan menyatu dengan dinding gua di Italia. Manusia Altamura menyimpan DNA purba tertua di dunia.
Selain upaya pencarian fisik dan forensik, Kemenag juga memastikan hak-hak administratif jemaah tetap terjaga.
Keluarga Alvaro Kiano Nugroho masih menunggu hasil tes DNA dari RS Polri sebelum memakamkan bocah 6 tahun yang menjadi korban pembunuhan ayah tirinya, Alex Iskandar
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved