Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
BAYI yang menangis sebaiknya tidak langsung diberi ASI. Hal itu dikatakan Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo Prof Damayanti R Sjarif.
"Anak yang nangis tidak boleh langsung disusuin. Kita mesti tenangkan dulu. (Kalau dia masih nangis diberi ASI) bisa keselek ya. Sesudah itu baru kita lihat ada tandanya dia lapar baru kita kasih (ASI)," kata dia dalam sebuah acara kesehatan yang digelar daring, dikutip Senin (11/4).
Prof Damayanti, yang menjabat sebagai Ketua Satgas Stunting dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mengatakan ibu harus benar-benar memperhatikan kapan anak mereka lapar dan membutuhkan ASI. Nantinya, setiap anak mempunyai jadwal tersendiri untuk diberikan ASI.
Baca juga: Ingin Lancar Menyusui Selama Berpuasa? Jangan Lewatkan Sahur
"Nanti anak punya jadwal tersendiri nah ibunya harus memperhatikan. Jangan nunggu anak sampai teriak-teriak kelaparan. Jadi, setiap anak punya jadwal sendiri-sendiri," kata dia.
Selama pemberian ASI, ibu juga perlu memperhatikan ada tidaknya kondisi weight faltering yakni kenaikan berat badan anak yang tidak cukup atau di bawah rata-rata dari kenaikan berat badan minimal setiap bulannya.
Jika ditemukannya kondisi ini, ibu perlu segera memperbaiki cara menyusuinya sembari berkonsultasi ke dokter.
Nantinya, dilakukan evaluasi 1-2 minggu. Bila tidak membaik maka anak harus dirujuk mengingat adanya kemungkinan dia mengalami penyakit tertentu termasuk infeksi.
"Kalau weight faltering dibiarkan saja nanti jadi stunting," kata Prof Damayanti.
Berbicara asupan gizi, khususnya pada anak di bawah usia 2 tahun, yang umumnya masih mendapatkan ASI, protein hewani, misalnya dari sumber telur, ikan, dan ayam kemudian lemak dan karbohidrat menjadi penting.
"Komposisi ASI dan komposisi otak persis, 60% lemaknya. Jadi jangan kasih makanan yang tidak ada lemaknya. ASI dikasih lemak 60%. Yang namanya makanan untuk bayi sampai tumbuh 80% otaknya di 2 tahun adalah komposisi ASI. Jadi harus ada lemak 60%, protein sekitar 10-15% dan karbohidrat," jelas Prof Damayanti.
Lebih lanjut, sayur dan buah tidak ikut membentuk otak, tetapi tetap harus dikenalkan setelah anak berusia 2 tahun. Sementara asupan lemaknya diturunkan jumlahnya.
"Jadi, sesudah (usia 2 tahun) itu, maka turun(kan) lemaknya, dikasihlah sayur dan buah. Tetapi bukan ujug-ujug 3 tahun dikasih sayur buah terus dia mau, kan harus dikenalkan. Porsinya juga kecil-kecil, bukan porsi orang dewasa yang dikecilkan," demikian pesan Prof Damayanti. (Ant/OL-1)
Jika seorang ibu menyusui merasa mampu dan kondisi kesehatan diri serta bayinya tetap terjaga, ia tetap diperbolehkan berpuasa.
Studi ilmiah menemukan menyusui lebih dari tiga bulan dapat membantu menurunkan risiko asma pada anak melalui pengaruh positif terhadap mikrobioma dan perkembangan sistem imun.
Untuk mencegah penurunan volume ASI akibat dehidrasi, ibu menyusui diingatkan untuk memenuhi target konsumsi cairan sebesar 2,5 hingga 3 liter.
Ustadz Maulana menekankan pentingnya menyusui sebagai bentuk penghormatan yang luar biasa bagi ibu, sebagaimana tercantum dalam QS. Al-Baqarah: 233.
Kondisi ini disebut pitties dan merupakan fenomena adanya benjolan pada ketiak yang muncul ketika jaringan payudara berisi ASI mengalami pembengkakan.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ibu menyusui antara 12 dan 24 bulan memiliki risiko relatif stabil untuk penyakit kardiovaskular.
Penasaran kenapa bayi manusia lahir tidak berdaya sementara anak hewan langsung bisa jalan? Simak alasan evolusi, anatomi panggul, dan batas metabolisme ibu.
Banyak orang tua menganggapnya cara aman agar bayi tetap terhubung dengan orang terkasih yang tinggal jauh.
Grace Bell mencetak sejarah di Inggris dengan melahirkan Hugo melalui transplantasi rahim dari donor yang sudah meninggal.
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Penyakit jantung bawaan merupakan kelainan struktur jantung yang didapat sejak lahir dan berpotensi mengganggu aliran darah ke seluruh tubuh.
Seiring meningkatnya misi komersial ke luar angkasa, para ahli memperingatkan adanya risiko kesehatan reproduksi yang terabaikan. Apakah manusia siap bereproduksi di orbit?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved