Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Himpunan Endokrinologi Reproduksi dan Fertilitas Indonesia (HIFERI) Prof Wiryawan Permadi menyebut pendapat yang menyatakan hamil bisa memperbaiki endometriosis hanya mitos.
"Faktanya, betul saat hamil tidak ada nyeri karena tidak ada haid. Jadi ada perubahan hormon yang bisa menekan gejala endometriosis tersebut. Ini bersifat sementara," kata dia dalam sebuah konferensi pers virtual terkait endometriosis, dikutip Kamis (31/3).
Menurut Prof Wiryawan, setelah perempuan melahirkan lalu mengalami haid normal, gejala atau keluhan endometriosis bisa kembali terjadi seperti nyeri perut saat haid, nyeri panggul, dan nyeri di luar menstruasi.
Baca juga: Waspada, Endometriosis Ternyata Mudah Kambuh
Kemudian, dari sisi peluang kehamilan, sebenarnya pasien dikatakan kategori sulit hamil akibat berbagai sebab antara lain perlengketan sehingga menyumbat saluran telur sehingga dia lebih sulit hamil. Tetapi tidak berarti dia tidak bisa memiliki anak.
"Ada pasien endometriosis, kista bisa hamil. Pada saat melahirkan dioperasi ternyata kista endometriosis juga bisa pecah. Jadi, tidak berarti penderita endometriosis tidak bisa hamil," tutur dia.
Hal lain yang juga menjadi mitos yakni pengangkatan rahim bisa menghilangkan endometriosis. Menurut Wiryawan, kadang kala pasien endometriosis yang diangkat rahim bahkan kedua indung telurnya masih mengeluhkan adanya rasa nyeri.
Di sisi lain, masih ada mitos terkait endometriosis yakni nyeri haid dikatakan normal. Nyeri haid dikatakan normal jika intensitasnya ringan sampai sedang dan tidak bertambah hebat seiring waktu.
"Kalau nyeri haid hebat, makin lama makin progresif kita kaitkan dengan endometriosis. Kita buktikan dulu dia bukan endometriosis baru kita bisa katakan haidnya normal," kata Prof Wiryawan.
Masih terkait menstruasi, ada yang mengaitkan pasien endometriosis dengan siklus haid tidak teratur. Faktanya pasien endometriosis justru haidnya teratur dengan nyeri ringan.
"Hal-hal seperti itu kadang menyamarkan untuk aware pada endometriosis. Banyak mitos yang harus kita klarifikasi dengan baik," tutur dia.
Endometriosis termasuk penyakit yang sangat individual, dengan gejala dan dampak yang bervariasi. Beberapa orang memiliki nyeri yang ringan saat haid namun ada yang memiliki gejala nyeri haid berat dan berulang.
Sebanyak 1 dari 10 perempuan mengalami nyeri haid, panggul dan ini bisa mempengaruhi kehidupannya. Endometriosis juga dilaporkan menelan biaya yang sangat mahal dalam perawatan kesehatan, ketidakhadiran dan kehilangan partisipasi sosial dan ekonomi. (Ant/OL-1)
Sentuhan ini ternyata sudah bisa dirasakan oleh bayi di dalam kandungan saat kehamilan memasuki trimester kedua.
Seiring bertambahnya usia kehamilan, ukuran bayi yang semakin besar akan memberikan tekanan mekanis pada pembuluh darah di sekitar panggul.
Anemia bukan sekadar masalah kekurangan darah biasa, melainkan pemicu berbagai komplikasi serius.
Ia menjelaskan pada 1.000 hari pertama kehidupan penting untuk perkembangan anak dan BGN akan pastikan program untuk seluruh ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.
Darah implantasi adalah flek ringan tanda awal kehamilan. Ketahui ciri, penyebab, waktu muncul, dan cara membedakannya dari haid.
Pendekatan menu berbasis pangan lokal juga sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas gizi sekaligus memberdayakan masyarakat.
Barbara mengalami patah kaki sekitar empat minggu lalu, sebelum tampil peragaan busana Victoria’s Secret Fashion Show 2025.
Dylan Sprouse curi perhatian di Victoria’s Secret Fashion Show 2025 dengan dukungan tulus untuk sang istri, Barbara Palvin, yang tampil meski baru pulih cedera kaki.
Kisah seorang wanita muda bernama Vya, berusia 20-an dan tinggal di DKI Jakarta, membuka mata publik bahwa kembung pada perut tidak bisa dipandang sebagai masalah sepele.
Penyebab tuba rusak yang paling sering, kata dr Haekal, ada dua yakni infeksi dan endometriosis. Baik infeksi dari vagina maupun infeksi dari perut bisa menyebabkan tubanya rusak.
Merencanakan program hamil tidak hanya dimulai dari persiapan fisik saja. Namun persiapan psikis juga diperlukan.
Studi menunjukkan wanita dengan endometriosis memiliki risiko lebih tinggi mengalami serangan jantung dan strok.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved