Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
AHLI gizi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Fitri Hudayani menjelaskan ragam makanan yang sebaiknya dikonsumsi oleh penderita diabetes saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.
"Untuk komposisi makanan saat berbuka, bisa berbuka dengan satu porsi buah segar, boleh pepaya, melon, pisang, atau lainnya dan minumlah segelas air putih, kemudian Salat Magrib. Setelah itu, makan utama sama seperti biasanya di hari biasa dengan mengonsumsi nasi, lauk hewani, lauk nabati, sayur, dan buah," kata Fitri ketika dihubungi di Jakarta, Senin (21/3).
Usai menjalani ibadah Tarawih, Fitri mengatakan penderita diabetes bisa mengonsumsi makanan ringan seperti roti isi selai kacang dan satu porsi buah. Kemudian untuk sahur, porsi makanan sama seperti saat makan malam.
Baca juga: Stok Daging Sapi di Cianjur Jelang Ramadan Mencukupi
"Makan sahur haruslah cukup sebagai simpanan energi agar dalam keadaan puasa, diabetisi (orang yang mengalami diabetes melitus) tetap dapat melakukan aktivitas seperti biasa," tambahnya.
Fitri menjelaskan pola makan yang baik untuk penderita diabetes adalah asupan dengan jumlah serat yang cukup untuk membantu menjaga kadar gula dalam keadaan normal, dan serat yang dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan serta mampu menunda lapar pada pagi hingga menjelang siang.
"Dari makanan yang telah saya sampaikan merupakan pola makanan dengan jumlah serat yang cukup untuk membantu menjaga kadar gula dalam keadaan normal dan serat dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan dan menunda lapar, khususnya pada pagi hari menjelang siang," ungkapnya.
Terakhir, Fitri juga mengimbau agar para penderita diabetes tidak mengonsumsi aneka minuman manis saat berbuka puasa seperti sirup.
Sebaliknya, Fitri menganjurkan agar para penderita diabetes mengonsumsi delapan gelas air putih yang terbagi pada waktu imsak hingga waktu berbuka puasa. (Ant/OL-1)
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Pengalaman menginap di Holiday Inn & Suites Jakarta Gajah Mada selama Ramadan terasa semakin lengkap dengan pelayanan khas brand Holiday Inn yang ramah keluarga.
Harga daging sapi impor beku tercatat naik hingga Rp115.000 per kilogram. Selain itu, harga cabai rawit merah mencapai Rp80.000 per kilogram.
Pasar Dandangan berlangsung selama 10 hari jelang Ramadan menjadi sarana penting untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.
Satpol PP DKI Jakarta menjangkau 178 PPKS hingga 9 Februari 2026. Penjangkauan akan ditingkatkan menjelang Ramadan demi ketertiban dan perlindungan sosial warga.
Pengenalan puasa yang dilakukan dengan paksaan berisiko menimbulkan tekanan emosional yang berdampak negatif pada kesehatan mental anak.
Puasa justru menjadi momentum terbaik untuk terapi lambung karena organ pencernaan mendapatkan waktu istirahat.
Ketidaksiapan mental sering kali memicu kecemasan saat menghadapi perubahan pola hidup selama sebulan penuh saat Ramadan.
Pemicu utama maag atau dispepsia adalah naiknya asam lambung akibat pola makan yang tidak terjaga.
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Oahraga yang dilakukan sesaat setelah sahur sangat tidak dianjurkan. Hal ini karena aktivitas fisik di pagi hari saat berpuasa dapat memicu dehidrasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved