Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
YBM BRILiaN bersama Dompet Dhuafa melaunching BRILiaN Farm sebagai salah satu program kolaborasi pemberdayaan ekonomi mustahik di Jorong Kubang Nan Duo, Nagari Sirukam, Payung Sekaki, Solok, Sumatera Barat, Sabtu (19/3).
BRILiaN Farm di wilayah Solok ini akan fokus pada budidaya hewan ternak kaki empat, khususnya budi daya penggemukan sapi. Peternakan ini merupakan bentuk pemberdayaan dana zakat yang mengedepankan pengelolaan bisnis secara profesional dengan melibatkan mustahik sebagai salah satu pelaku usaha. Mereka didampingi langsung oleh peternak berpengalaman dan ahli di bidangnya, dalam hal ini bekerjasama dengan Dompet Dhuafa selaku pengelola.
“BRILiaN Farm adalah bentuk aksi nyata Insan BRILiaN dalam Memberi makna Indonesia. Program ini diharapkan dapat menjadi sebuah ekosistem usaha baru yang sustainable dan impactful sehingga menjadi role model bagi masyarakat lain,” ungkap Regional CEO BRI Padang sekaligus Badan Pembina YBM BRILiaN RO Padang Narto Laksono.
Adapun Badan Pengurus YBM BRILiaN Robi Priyadi mengatakan, program ini hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap para mustahik di wilayah Solok. Pemilihan jenis usaha berdasarkan pada potensi wilayah dan peluang pasar yang besar.
"Terlebih menjelang hari raya kurban dimana permintaan sapi meningkat signifikan. Diharapkan melalui pemberdayaan ini, dana zakat dapat menjadi pengungkit bagi meningkatnya perekonomian mustahik," jelas Robi.
Program ini dibuat dengan skema Social Entreprise Base dengan pendekatan Close Loop Model yakni sistem yang mencakup keseluruhan proses bisnis dari hulu hingga hilir.
Yakni mencakup pada penyediaan fasilitas produksi, peningkatan kapasitas SDM, mempermudah akses pasar dan pendanaan awal sebagai modal dasar usaha.
BRILiaN Farm Solok merupakan program kolaborasi ekonomi perdana antara YBM BRILiaN bersama Dompet Dhuafa dan akan tumbuh di banyak wilayah lainnya di Indonesia.
Saat ini BRILiaN Farm Solok telah memiliki 40 ekor sapi yang diharapkan dapat menjadi suplai hewan kurban pada bulan Juni hingga Juli tahun ini. (OL-8)
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menegaskan penertiban aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sumbar masih berjalan melalui kerja tim terpadu lintas sektor.
PEMERINTAH pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat (Sumbar), untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Isu penyakit antraks yang beredar di tengah masyarakat ternyata mempengaruhi harga daging sapi di Palu, Sulawesi Tengah.
Antisipasi penyebaran antraks, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang, tidak mengizinkan masuknya hewan ternak seperti sapi, kambing, dan domba dari wilayah Gunung Kidul DIY.
Empat komoditas dominan yang mempengaruhi kenaikan NTP di bulan Juni diantaranya adalah komoditas kopi, sapi potong, kakao atau cokelat serta komoditas cabai rawit.
Mentan mengatakan, sektor pertanian adalah sektor strategis yang menjanjikan keuntungan besar.
Selama ini sektor peternakan adalah sektor yang paling menjanjikan mengingat semua bagian hewan mulai dari kepala sampai kotoran mampu menghasilkan nilai ekonomis yang cukup tinggi.
Stok sapi potong yang saat ini tersedia di satu perusahaan Bekasi mencapai 3.563 ekor dari total kandang yang mencapai 1.025 ekor serta sebanyak 2.538 berada di kandang Sukabumi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved