Jumat 18 Maret 2022, 17:57 WIB

Modifikasi Cuaca Mandalika, BRIN Sudah Semai 2,2 Ton Garam

Faustinus Nua | Humaniora
Modifikasi Cuaca Mandalika, BRIN Sudah Semai 2,2 Ton Garam

AFP/BAY ISMOYO
Pembalap Leopard Racing asal Italia Dennis Foggia (kiri) dan pembalap Spanyol dari Tim Boe SKX Gerard Riu (kanan) di Sirkuit Mandalika

 

BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Mandalika, Lombok-NTB untuk mendukung perhelatan MotoGP. Dalam dua hari terakhir, BRIN sudah menyemaikan 2,2 ton NaCl (garam) dalam 3 sorti.

"Tim BRIN melakukan penyemaian garam di awan dengan menggunakan pesawat yang disiapkan oleh TNI. Kemarin dan hari ini ada dilakukan penyemaian," ujar Plt. Direktur Penguatan dan Kemitraan, Infrastruktur dan Inovasi BRIN, Salim Mustofa kepada Media Indonesia, Jumat (18/3).

Dijelaskannya, operasi TMC dilakukan kemarin sebanyak 1 sorti atau kurang lebih 1,5 jam. Jumlah garam yang disemai yakni 800 kg.

Sementara, untuk hari ini dilakukan dalam 2 sorti dengan masing-masing 700 kg garam. Sehingga secara total sudah 2.200 kg atau 2,2 ton garam yang disemaikan dalam 3 sorti di langit Lombok.

"Penyemaian kemarin (1 sorti) memakai 800 kg NaCl (garam). Hari ini penyemaian 2 sorti memakai 2 x 700 kg garam," jelasnya.

Untuk operasi TMC besok (Sabtu) dan lusa (Minggu), kata Salim, direncanakan dilakukan 3 sorti lagi. Dengan demikian, pelaksaan MotoGP Mandalika diharapkan berjalan lancar tanpa ada kendala cuaca yang berarti.

Pelaksanaan operasi TMC di Mandalika merupakan tindaklanjut atas permintaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang disampaikan kepada BRIN melalui Surat No: S-52/KA BNPB/PD.01/03/2022 tanggal 12 Maret 2022 perihal Permohonan Dukungan Kegiatan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca di NTB. Adanya peringatan dini BMKG di wilayah NTB yang berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin puting beliung juga menjadi pertimbangan dilakukannya TMC di wilayah Mandalika.

Selain itu, pelaksanaan TMC juga didasarkan atas permintaan Gubernur NTB sehubungan dengan telah ditetapkannya status Siaga Darurat Bencana Banjir, Tanah longsor dan angin puting beliung di Provinsi NTB.

Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi juga sebelumnya telah meminta pelaksanaan operasi TMC kepada BRIN melalui Surat Nomor: B-0210/MENKO/MARVES/PE.02.00/I/2022 tanggal 21 Januari 2022 perihal permohonan dukungan penyelenggaraan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Destinasi Pariwisata Super Prioritas Mandalika sebagai bagian dari upaya persiapan penyelenggaraan event series race MotoGP 2022.

"BRIN siap berpartisipasi turut mensukseskan penyelenggaraan series MotoGP 2022 melalui dukungan operasi TMC. Kami telah berkoordinasi dengan BNPB, Kemenkomarvest dan TNI-AU untuk melaksanakan operasi TMC di Mandalika pada tanggal 17-20 Maret 2022 dengan tujuan untuk mengantisipasi terjadinya hujan di sirkuit International Mandalika yang tahun ini dipercaya menjadi menjadi tuan rumah salah satu series race MotoGP 2022,” kata Salim.

“Kami telah mengirimkan 15 personil dari Laboratorium Pengelolaan TMC dan Sekretariat Deputi Infrastruktur Riset dan Inovasi untuk menjalankan tugas negara tersebut,” tambahnya.

Baca juga: Harapan Tinggi Pelaku UMKM Agar Mendunia di Ajang MotoGP Mandalika

Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB, Rustian, pada tanggal 17 Maret 2022 berkesempatan mengunjungi Pos Komando (Posko) operasi TMC di Mandalika yang berlokasi di Base Ops Lanud Zainuddin Abdul Majid di Bandara International Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Kami berharap BRIN mampu mengantisipasi terjadinya cuaca ekstrim saat penyelenggaraan MotoGP di Mandalika yang berlangsung sejak hari ini hingga tanggal 20 Maret mendatang,” ujar Rustian.

Operasi TMC di Mandalika kali ini terselenggara dengan dukungan 1 Unit armada pesawat Casa 212-200 dari Skadron 4 TNI AU Lanud Abdulrahman Saleh Malang. Komando operasi dipegang oleh M. Djazim Syaifullah, staff pelaksana dari Laboratorium Pengelolaan TMC yang ditunjuk sebagai Koordinator Lapangan untuk Operasi TMC di Mandalika.

“Setiap harinya kami bersama BMKG selalu menganalisa data cuaca dan memonitor pertumbuhan awan dari radar untuk menentukan strategi penyemaian yang akan kami laksanakan. Jika sudah terpantau ada pertumbuhan awan potensial hujan yang bergerak menuju daerah target, kami segera melakukan persiapan sorti penyemaian untuk mempercepat proses hujan supaya lebih dulu jatuh sebelum mencapai daerah target,” terang Djazim.

Koordinator Laboratorium Pengelolaan TMC, Budi Harsoyo, mengatakan bahwa operasi TMC di Mandalika ini merupakan jenis layanan TMC untuk tujuan pengurangan curah hujan (rain enhacement) yang dalam beberapa tahun terakhir mulai banyak diaplikasikan untuk tujuan mitigasi banjir ataupun tujuan pengamanan pembangunan infrastuktur nasional dan sejumlah event kenegaraan yang diselenggarakan secara outdoor.(A-2)

Baca Juga

AFP

Pemerintah Susun Instrumen Survei Indeks Kepuasan Jemaah Haji 1444 H

👤Zubaedah Hanum 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 01:00 WIB
Penyusunan Instrumen Survei Kepuasan Jemaah Haji mengacu pada Standar Pelayanan Minimal...
Antara

RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, Upaya Memanusiakan Manusia

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 30 September 2022, 23:55 WIB
PRAKTIK perbudakan rupanya masih berlangsung di Indonesia seperti ditampakkan dari para pekerja rumah tangga (PRT) yang belum mendapatkan...
Instagram @gytr.art

Opera Majapahit: Gayatri Sang Sri Rajapatni, Merawat Ibu Bhumi

👤 Faustinus Nua 🕔Jumat 30 September 2022, 23:50 WIB
Opera Majapahit: Gayatri Sang Sri Rajapatni akan dipentaskan untuk khalayak ramai pada Sabtu 8 Oktober 2022 di Teater Besar Taman Ismail...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya