Selasa 08 Maret 2022, 19:58 WIB

Bandara yang Dikelola AP I Mulai Hapus Syarat Tes PCR-Antigen

Insi Nantika Jelita | Humaniora
Bandara yang Dikelola AP I Mulai Hapus Syarat Tes PCR-Antigen

MI/Arnold Tanti
Penumpang melihat jadwal keberangkatan pesawat di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

 

BANDARA yang dikelola PT Angkasa Pura I (Persero) mulai menerapkan aturan terbaru dari pemerintah. Dalam hal ini, terkait penghapusan ketentuan tes PCR dan antigen sebagai syarat perjalanan domestik.

Langkah ini seiring diterbitkannya surat edaran (SE) Kementerian Perhubungan No 21 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara pada Masa Pandemi Covid-19.

“Angkasa Pura I siap implementasikan kebijakan ini di seluruh bandara yang dikelola," ujar Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi dalam keterangan resmi, Selasa (8/3).

Baca juga: Perjalanan Domestik tanpa Tes Covid-19, Berikut Syarat dan Ketentuannya

Pihaknya optimistis kebijakan ini akan memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan trafik penumpang dan penerbangan. Sehingga, mendorong pemulihan ekonomi bagi industri aviasi dan pariwisata.

Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali misalnya, diketahui sudah menerapkan kebijakan penghapusan tes PCR dan antigen bagi penumpang pesawat. Langkah ini diikuti bandara besar lain, seperti Bandara Juanda Surabaya, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Internasional Yogyakarta.

"Kami selalu mengimbau kepada seluruh pengguna jasa untuk terus mematuhi ketentuan perjalanan yang berlaku dan menjaga penerapan protokol kesehatan," pungkas Faik.

Baca juga: SE Kemenhub Terbit, Naik Pesawat tak Perlu PCR-Antigen Mulai Hari Ini

Dalam SE Kementerian Perhubungan 21/2022 tersebut dinyatakan syarat dokumen bagi calon penumpang dengan transportasi udara wajib mengikuti ketentuan sebagai berikut :

1. Setiap pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat melakukan perjalanan dalam negeri.

2. PPDN yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua atau vaksinasi dosis ketiga (booster) tidak diwajibkan menunjukan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen.

Baca juga: Bandara Soekarno-Hatta Belum Hapus Syarat PCR dan Antigen

3. PPDN yang telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama wajib menunjukan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam atau rapid test antigen dengan sampelnya 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.

4. PPDN dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksinasi wajib menunjukan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam atau rapid test antigen 1 x 24 jam.

5. PPDN dengan usia dibawah 6 tahun dapat melakukan perjalanan dengan pendamping perjalanan dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. 

(OL-11)

 

Baca Juga

Dok BRIN

BRIN Bakal Jadikan Observatorium Nasional di Kupang sebagai Fasilitas Riset Terbuka

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 30 September 2022, 12:08 WIB
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Antariksa melaporkan bahwa pembangunan Observatorium Nasional (Obnas) di Timau,...
Farhad Ibrahimzade/ Unsplash

Langkah agar Tetap di Fit saat Pergantian Musim

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 September 2022, 11:40 WIB
Menjaga pola hidup sehat merupakan salah satu langkah pencegahan agar terhindar dari penyakit-penyakit yang kerap muncul di saat pergantian...
medicalnewstoday.com

Latihan Beban Turunkan Risiko Kematian Dini

👤Meilani Teniwut 🕔Jumat 30 September 2022, 11:30 WIB
Orang dewasa didesak untuk mengambil bagian dalam setidaknya 150 menit aktivitas berintensitas sedang seminggu atau 75 menit aktivitas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya