Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Prof dr Ari Fahrial Syam mengatakan secara langsung stres tidak bisa menyebabkan kanker usus besar. Namun secara tidak langsung kemungkinan besar bisa terjadi karena ketika seseorang mengalami stres bisa meningkatkan keinginan makan yang tak teratur.
"Kalau stres makan jadi nggak beres, tidur tak cukup, berpikir tak normal, olahraga malas, sehingga ujung-ujungnya bisa saja kalau ada bakat cancer dan stres berkelanjutan ini membawa dampak ke hal tersebut," kata Prof Ari dalam dialog daring 'Kanker Usus Besar: Pentingnya Pencegahan dan Deteksi Dini', Jumat (4/3).
Terdapat beberapa studi yang menyebutkan bahwa seseorang dengan tingkat stres tinggi bisa merangsang sel kanker yang tenang bisa meningkat. Namun Prof Ari menilai hal itu bukan penyebab tunggal munculnya kanker usus besar.
Secara prinsipnya seseorang mengalami kanker usus besar terjadi karena multifaktor mulai dari faktor genetik, konsumsi makanan daging yang berlebihan tanpa diimbangi sayuran, obesitas, malas olahraga, merokok, dan riwayat keluarga.
"Prinsipnya kan begini kalau kita happy dan tidak ada faktor stres makan kita enak, tidur enak, interaksi enak, olahraga nyaman saja. Tapi kalau stres jadinya malas makan, dan malas bergerak. Ujung-ujungnya sel kanker yang tenang jadinya muncul," ungkapnya.
Jadi poinnya adalah tidak secara langsung tapi stres bisa jadi bagian yang mencetuskan berbagai macam faktor terjadi kanker usus besar. (Iam)
Kabar wafatnya legenda golf Jepang Masashi Jumbo Ozaki pada 23 Desember 2025 mengejutkan dunia olahraga.
Studi Harvard mengungkap konsumsi makanan ultra-proses dapat meningkatkan risiko kanker usus pada wanita hingga 45%, terutama usia di bawah 50 tahun.
Dia berharap, dirinya bisa mendorong anak muda lain untuk memeriksakan diri, meski mereka mungkin berpikir tidak ada masalah.
Para ilmuwan mendesak pemerintah Inggris memberi label peringatan pada bacon dan ham yang mengandung nitrit, bahan kimia penyebab kanker usus besar menurut WHO.
Meskipun umumnya menyerang orang dewasa berusia lanjut, kanker kolorektal kini semakin sering ditemukan pada usia muda.
Kanker kolorektal atau kanker usus besar selama ini dikenal sebagai penyakit yang menyerang orang berusia lanjut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved