Sabtu 26 Februari 2022, 21:15 WIB

Saatnya Kaum Muda Ambil Peran untuk Ciptakan Peradaban Hijau Berkelanjutan 

Atalya Puspa | Humaniora
Saatnya Kaum Muda Ambil Peran untuk Ciptakan Peradaban Hijau Berkelanjutan 

Antara/Fiqman Sunandar
Aksi bersih-bersih sampah di Pantai Talise, Teluk Palu, Sulawesi Tengah

 

BUDAYA hidup ramah lingkungan dan gaya hidup minim sampah harus menjadi karakter setiap kaum muda di seluruh Indonesia. Hal ini akan menjadi kunci kemajuan bangsa Indonesia dengan peradaban baru yang modern, hijau, dan berkelanjutan. 

"Teman-teman kaum muda haruslah menjemput masa depannya dengan kondisi kualitas lingkungannya yang baik, sehingga kita semua harus berupaya semaksimal mungkin mewariskan kondisi bumi yang hanya satu ini dengan baik," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Bambang Hendroyono dalam Webinar bertajuk Kaum Muda Berbudaya, Bersihkan Lingkungan, Sabtu (26/2). 

Bambang melanjutkan jika kaum muda adalah pewaris sejati, negara dan bangsa ini, oleh karenanya kaum muda juga harus turut aktif berbuat dan menjadi agent dari upaya perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah. 

"Para kaum muda inilah yang akan mengubah Indonesia, dengan membangun “peradaban” yang berbudaya ramah lingkungan, dan melakukan gaya hidup minim sampah," kata Bambang. 

Sebagai anggota masyarakat dunia, Indonesia sepakat untuk mendorong pembangunan hijau. Isu pengelolaan sampah yang berkelanjutan dalam payung penanggulangan perubahan iklim menjadi yang krusial untuk dicarikan jalan keluar terbaik. 

Baca juga : Siswa Indonesia Moncer dalam Olimpiade Internasional Zhautykov, Kazakstan

Momentum kepemimpinan Indonesia dalam G20 tahun ini akan menjadi wahana menguatkan upaya bersama negara-negara G20 termasuk para kaum mudanya untuk melakukan pengelolaan sampah berkelanjutan melalui gerakan 3R (reduse, reuse, recycle), ekonomi sirkular, serta pilah sampah dari sumbernya. 

Persoalan sampah memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang menjadi penyebab perubahan iklim dan pemanasan global. 

"Pengelolaan sampah yang dilakukan dengan tidak baik, akan menghasilkan emisi GRK dalam bentuk Gas Metana ataupun CO2. Gas Metana sendiri merupakan GRK yang paling tinggi faktor emisi GRK," imbuh Bambang. 

Oleh sebab itu Bambang berpesan kepada semua kaum muda di seluruh Indonesia untuk membangun gaya hidup minim sampah antara lain melalui kegiatan cegah/batasi penggunaan barang-barang sekali pakai, belanja tanpa kemasan dan gunakan tas guna ulang atau bawa wadah untuk belanja, pilah sampah dari rumah, habiskan makanan tanpa sisa, dan komposkan sisa makanan di rumah. 

"Kaum muda sebagai bagian terbesar dalam demografi masyarakat Indonesia, tentu memiliki pengaruh yang besar jika mau berbuat serentak menerapkan gaya hidup minim sampah dan ramah lingkungan, maka persoalan sampah dapat diselesaikan dengan sendirinya, dan kita dapat mewujudkan “net zero emission” dari persoalan sampah," pungkas Bambang. (OL-7)

Baca Juga

Ilustrasi

Psikolog: Teknologi Bisa Dimanfaatkan untuk Kemampuan Sosialisasi Anak

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 Juni 2022, 23:55 WIB
Anna mencontohkan dengan bantuan orang tua sesama anak bisa memanfaatkan gawai untuk saling...
ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

47.427 Peserta Siap Ikuti Ujian Mandiri SIMAK UI 2022

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 28 Juni 2022, 23:45 WIB
Seperti penyelenggaraan ujian pada tahun sebelumnya, ujian SIMAK UI S1 Kelas Internasional dilaksanakan lebih cepat dari ujian S1 Reguler,...
Antara

Sepekan Jelang Closing Date, 76.421 Jemaah Haji Sudah Diberangkatkan

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Selasa 28 Juni 2022, 23:02 WIB
Pada Selasa (28/6) ini, sebanyak 2.923 jemaah haji Indonesia kembali diberangkatkan. Mereka terbagi dalam tujuh kelompok terbang dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya