Rabu 23 Februari 2022, 17:16 WIB

Bangun Citra Kehumasan, Siaran Pers Perlu Kaidah Jurnalistik

Mohamad Farhan Zhuhri | Humaniora
 Bangun Citra Kehumasan, Siaran Pers Perlu Kaidah Jurnalistik

MI/ADAM DWI
Redaktur Opini Media Indonesia (MI) Eko Suprihatno (berdiri) menyampaikan materi saat Workshop Membangun Citra Kehumasan, Kamis (23/2).

 

BADAN Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia bekerja sama dengan Sekolah Jurnalistik Media Indonesia (SJMI). Kerja sama tersebut bertujuan untuk membantu membangun citra kehumasan di lingkungan Kemendagri.

Kepala BPSDM Kemendagri, Teguh Setyabudi mengatakan peran pranata humas sangat strategis, penting dan berpengaruh dalam membangun citra kementerian dan lembaga.

“Masyarakat perlu mendapatkan informasi valid mengenai penyelenggaraan pelayanan publik dari pemerintah, tentu informasi valid itu perlu dukungan jurnalisme yang tepat dari humas pemerintah,” ujarnya dalam sambutan pembukaan ‘Workshop Membangun Citra Kehumasan’ di lingkungan Kemendagri, Gedung F BPSDM Kemendagri, Jakarta, Rabu (23/2).

Lebih lanjut, Teguh mengatakan humas merupakan pranata yang menjaga hubungan harmonis antara organisasi dengan publik untuk mencegah rintangan psikologis yang mungkin terjadi.

“Humas adalah satu fungsi manajemen yang berketentuan menjembatani antara oraganisasi dengan stakeholder lainnya, humas harus mengetahui tujuan organisasi dan sebagai juru bicara berita harus mengetahui kebijakan publik dapat didokumentasikan dengan baik,” jelasnya.

Baca juga: Sekolah Jurnalisme Media Indonesia Latih Humas Kemenkop UKM

Dalam kesempatan yang sama, Redaktur Opini Media Indonesia, Eko Suprihatno menjelaskan pranata humas perlu memiliki kemampuan jurnalistik dalam pembuatan siaran pers. Selain memberikan fakta, unsur dan kaidah penulisan berita juga sangat berpengaruh.

“Siaran pers yang layak diberitakan di media mainstream merupakan hasil dari pembuatan siaran pers yang memenuhi kaidah jurnalistik dan tidak hanya menonjolkan profil pejabat,” jelas Eko selaku narasumber.

Eko menambahkan, siaran pers yang memiliki kaidah jurnalistik memiliki kalimat sederhana dan tidak berbelit. Selain itu, penyederhanaan angka dalam kalimat menjadi nilai penting.

“Dalam satu paragraf maksimal hanya 3 kalimat, dalam satu kalimat tersebut jangan lebih dari 10 kata, bagaimana penyederhanaan itu sangat penting,” imbuh Eko.

Workshop membangun citra kehumasan diselenggarkan dari 23-24 Februari 2022. Adapun materi yang disampaikan kepada seluruh pranata kehumasan Kemendagri yakni materi menulis opini dan tata bahasa dalam penulisan. Workhsop dilaksanakan melalui daring dan luring. (A-2)

 

 

Baca Juga

Antara/Yulius Satria Wijaya.

Penjelasan Lengkap Komponen Peta dan Fungsinya

👤Meilani Teniwut 🕔Rabu 28 September 2022, 20:22 WIB
Peta bisa disajikan dalam berbagai cara yang berbeda. Selain itu ada sejumlah komponen peta dan...
DOK Instagram.

Kebesaran Allah Al-Azhim Bersifat Mutlak tidak Dapat Dibandingkan

👤Meilani Teniwut 🕔Rabu 28 September 2022, 19:54 WIB
Sekarang kita bahas salah satu asmaul husna atau nama-nama terbaik Allah yaitu Al-Azhim. Secara bahasa, Al-Aẓhīm punya arti sesuatu yang...
Ist

Penyakit Gagal Ginjal Harus Ditangani Secara Komprehensif

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 28 September 2022, 18:58 WIB
Ketua Umum Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia Tony Richard Samosir menilai penyakit gagal ginjal akan sangat terbantu dengan adanya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya