Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KANKER limfoma Hodgkin pada sistem kelenjar getah bening sering terjadi pada laki-laki, tapi bukan berarti penyakit ini tidak akan menimpa perempuan.
"Itu data statistik, lebih banyak (pria) bukan berarti tidak bisa dialami perempuan," kata Ketua Perhimpunan Hematologi Onkologi Medik Ilmu Penyakit Dalam Indonesia (PERHOMPEDIN) Yogyakarta, Johan Kurnianda, dalam webinar, Selasa (15/2).
Faktanya, limfoma Hodgkin memang lebih sering terjadi pada laki-laki dibandingkan perempuan, namun belum ada studi khusus yang bisa menjelaskan fenomena tersebut.
Baca juga: Pencegahan Kanker bukan Hanya Tugas Pemerintah
Faktor risiko lain yang bisa memicu timbulnya limfoma Hodgkin antara lain infeksi virus Epstein-Barr. Sebanyak 40% pasien limfoma Hodgkin punya riwayat terinfeksi virus Epstein-Barr.
Faktor lainnya adapah penurunan sistem imun. Mereka yang punya penyakit autoimun atau mengonsumsi obat penekan sistem imun lebih berisiko.
Risiko lainnya adalah riwayat keluarga. Orang yang keluarga intinya menderita limfoma Hodgkin punya risiko lebih tinggi terkena penyakit yang sama.
Dari segi usia, sebagian besar yang terdiagnosis limfoma Hodgkin ada rentang usia produktif, yakni 15-30 tahun, dan pada usia 55 tahun ke atas.
"Oleh karena itu, Limfoma Hodgkin sering disebut sebagai suatu kanker untuk penderita dengan usia muda dan ini memerlukan suatu penanganan khusus karena penderita dengan usia muda tentu masih punya masa depan panjang dan penuh harapan," kata Johan.
Pada umumnya, gejala yang muncul berupa pembesaran kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau pangkal paha. Jika menemukan benjolan di tubuh, coba diraba dan digoyangkan.
"Benjolan itu serius dan perlu ditindak kalau cenderung terfiksasi atau terikat dengan dasarnya, ketika digoyang itu tidak goyang," kata Johan.
Jika benjolannya terasa kenyal dan ukurannya cepat membesar, segera periksakan diri kepada dokter.
Seseorang juga dapat merasakan gejala lain seperti demam lebih dari 38 derajat celcius, berkeringat pada malam hari, penurunan bobot badan lebih dari 10% bobot badan selama 6 bulan.
Gejala lainnya adalah gatal-gatal, kelelahan yang luar biasa, dan mengalami reaksi yang buruk terhadap alkohol.
Penegakan diagnosis limfoma Hodgkin dilakukan melalui beberapa pengujian yaitu pengecekan riwayat kesehatan, pemeriksaan lab darah, biopsi dan uji imunohistokimia, serta pemeriksaan radiologi.
Pemeriksaan imunohistokimia dilakukan untuk mendeteksi adanya penanda (biomarker) spesifik yang dapat membantu diagnosis, terapi, dan prognosis kanker. Pemeriksaan radiologi digunakan untuk mengetahui stadium kanker berdasarkan area penyebaran sel kanker dan respons pasien terhadap pengobatan.
Berdasarkan tatalaksana dari National Comprehensive Cancer Network (NCCN), jenis pengobatan limfoma Hodgkin diantaranya adalah kemoterapi, terapi target, radioterapi, transplantasi sumsum tulang, dan imunoterapi. (Ant/OL-1)
Gaya hidup berpengaruh terhadap risiko kanker payudara karena penyakit ini berkaitan erat dengan faktor hormonal.
Peneliti Universitas Jenewa mengungkap bagaimana tumor memprogram ulang neutrofil, sel pertahanan utama tubuh, menjadi pemicu pertumbuhan kanker melalui molekul CCL3.
Saat ini, sekitar 30% kasus kanker usus besar di tanah air diderita oleh pasien di bawah usia 40 tahun, sebuah angka yang jauh melampaui statistik di negara-negara maju.
Berbeda dengan herediter, kanker familia terjadi bukan karena mutasi gen, melainkan karena anggota keluarga hidup dalam satu ekosistem yang sama.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
KECANTIKAN sejati bagi seorang wanita sering kali didefinisikan melalui pantulan cermin. Namun, esensi sebenarnya terletak pada pancaran empati dan kekuatan dari dalam hati.
Tidak jarang,pasien juga mengalami salah diagnosis karena gejalanya yang tidak spesifik dan sering menyerupai penyakit lain.
Limfoma adalah salah satu jenis kanker yang menyerang sistem limfatik, bagian penting dari sistem kekebalan tubuh manusia.
Kanker limfoma adalah jenis kanker yang berkembang dalam sistem limfatik, bagian penting dari sistem kekebalan tubuh
Kanker merupakan salah satu tantangan kesehatan global yang memerlukan perhatian serius, di mana kanker menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia.
Melalui program JKN dan Takeda BISA, Takeda berkomitmen penuh untuk menyediakan akses terhadap terapi inovatif bagi pasien limfoma Hodgkin di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved