Minggu 13 Februari 2022, 12:56 WIB

Tony Blair Bergabung dengan International Advocacy Caucus B20 Indonesia

mediaindonesia.com | Humaniora
Tony Blair Bergabung dengan International Advocacy Caucus B20 Indonesia

Ist
Mantan PM Inggris Tony Blair (tengah) bergabung dengan International Advocacy Caucus B20 Indonesia.

 

GLOBAL Health Security Consortium (GHSC) meluncurkan kerja sama untuk mendukung agenda advokasi global health and life sciences dari B20 Indonesia pada Rabu (9/20.

GHSC menyatukan keahlian politik, sains dan medis dari tiga organisasi terkemuka dunia yakni Tony Blair Institute for Global Change, Lawrence J Ellison Institute for Transformative Medicine, dan kelompok periset dari University of Oxford.

Business 20 (B20) adalah forum dialog resmi G20 dengan komunitas bisnis global.

Tahun ini, Indonesia mengambil alih Kepresidenan G20 sebagai negara Asia Tenggara pertama yang menjadi tuan rumah KTT Pemimpin G20, dengan tema “Recover Together, Recover Stronger”.

Pandemi Covid-19 menggarisbawahi perlunya kemitraan dan kerja sama internasional untuk mengatasi tantangan keamanan kesehatan global saat ini dan masa depan serta perlunya upaya bersama untuk merangsang pemulihan global.

Covid-19 telah menghapus lebih dari USD 10 triliun dari ekonomi dunia dan memperburuk ketidaksetaraan antara negara-negara kaya dan miskin. 

Tony Blair bergabung dengan International Advocacy Caucus B20 Indonesia dan di bawah kepemimpinannya.

GHSC akan membantu membentuk rekomendasi kebijakan yang berfokus pada kesehatan masyarakat global dalam mendukung pemulihan ekonomi dan kesiapsiagaan pandemi di masa depan. 

Kolaborasi antara B20 dan GHSC ini dilaksanakan melalui dukungan strategis dari Bakrie Center Foundation, Kamar Dagangdan& Industri Indonesia (Kadin), dan Equatorise.

Pada B20 Indonesia Inception Meeting, Tony Blair, Ketua Eksekutif dari Tony Blair Institute for Global Change dan mantan Perdana Menteri (PM) Inggris (1997-2007), mengatakan: 

“Saya senang Indonesia menjadi presidensi dari G20 tahun ini dan saya percaya tidak ada negara yang lebih baik untuk memimpin dunia pada tahun 2022," kata Tony Blair dalam keterangan pers, Minggu (13/2).

"Global Health Security Consortium akan mendukung Indonesia untuk membentuk Global Health Alliance, termasuk memungkinkan B20 untuk mengumpulkan berbagai industri, serta para pemikir terbaik, untuk mengubah deklarasi Bali pada bulan November dari teori menjadi praktik," paparnya.

"Hal ini akan dipimpin oleh pemerintah yang bekerja sama dengan WHO dan badan internasional lainnya seperti CEPI dan GAV," jelas Blair.

"Tetapi B20 Indonesia – yang saya tahu – bertekad untuk memainkan peran yang jauh lebih aktif, dimana dapat menjadi katalisator besar karena transformasi membutuhkan sektor swasta dan publik untuk bekerja bersama-sama,” papar mantan PM Inggris ini. 

Dr.David Agus, Founding Director dari Lawrence J. Ellison Institute for Transformative Medicine dan Senior Advisor untuk Covid-19 pada White House, mengatakan,“Dunia membutuhkan solusi berkelanjutan untuk membangun keamanan kesehatan global."

"Kemitraan GHSC dengan B20 akan membantu mengarahkan investasi dan kebijakan sains untuk memastikan kita tidak akan pernah mengalami pandemi global skala ini lagi,” jelasnya.

John Bell, Regius Professor of Medicine dari Universitas Oxford, mengatakan, “Bekerja sama dengan ide-ide ini dengan kepemimpinan B20, KADIN dan BCF, kita dapat keluar dari pandemi ini dengan legacy yang bersifat positif bagi dunia." 

"Salah satu yang tidak hanya meningkatkan kesehatan setiap orang dewasa di planet ini, tetapi juga menempatkan infrastruktur yang tangguh terhadap sains di negara berkembang untuk melindungi kita dari pandemi di masa depan. Indonesia ditempatkan dengan baik untuk memimpin legacy ini,” jelasnya.

Shinta Kamdani, Ketua B20 Indonesia; Wakil Ketua Koordinator Bidang Kemaritiman, Investasi & Hubungan Internasional; CEO Sintesa Group, mengatakan:

“International Advocacy Caucus (IAC) di bawah Presidensi B20 Indonesia pada tahun 2022 akan mendorong tiga prioritas yaitu transisi menuju green economy, trend digital economy yang makin pesat, dan reformasi arsitektur kesehatan global yang lebih responsif menghadapi pandemi," jelas Shinta.

Saya senang menyambut Sir Tony Blair menjadi anggota IAC B20 Indonesia.

"Di bawah kepemimpinannya, GHSC akan menjadi mitra strategis yang kuat bagi B20 Indonesia untuk kami menyiapkan rekomendasi kebijakan yang bersifat konkret kepada Presidensi G20 Indonesia," katanya.

"Saya juga berharap kemitraan ini akan memungkinkan Indonesia untuk menunjukkan kepemimpinannya kepada komunitas bisnis global dengan membuka jalan menuju kerja sama internasional yang lebih baik di bidang kesehatan global dan memanfaatkan peluang pasca-Covid untuk menjadi pusat investasi dan penelitian di bidang sains,” paparnya

Anindya Bakrie, Ketua dan Pendiri Bakrie Centre Foundation; Ketua Dewan Pengawas Kadin, mengatakan,“Bakrie Centre Foundation dengan senang hati mendukung kemitraan antara GHSC dan B20 Indonesia untuk membentuk rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan arsitektur kesehatan global, yang merupakan faktor penting untuk pemulihan inklusif dan kolaboratif dari pandemi Covid-19."

"Dukungan BCF dalam kemitraan ini merupakan bagian dari komitmen Bakrie Group, dalam rangka ulang tahun Bakrie Group yang ke-80, untuk memulai babak baru yang berfokus pada 3C – Climate, Covid-19 dan Capital trends," katanya.

"BCF akan mendukung legacy kesehatan dan sains global yang bersifat positif di Indonesia. Seperti yang disampaikan Presiden Jokowi saat B20 Indonesia Inception Meeting, pandemi Covid-19 merupakan tantangan sekaligus peluang, untuk membuat arsitektur kesehatan global lebih responsif menghadapi pandemi; hal ini adalah fokus dari BCF, GHSC dan B20 Indonesia,” kata Anindya.

Arsjad Rasjid, Ketua Eksekutif Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), mengatakan,“Sebagai Ketua Eksekutif KADIN, saya menyambut baik pengumuman kemitraan antara Global Health Security Consortium dan B20 Indonesia untuk memajukan agenda kesehatan global, yang sejalan dengan salah satu prioritas Presiden Indonesia G20 2022 yaitu pembangunan infrastruktur kesehatan global."

"Kemitraan ini dibangun di belakang misi tahunan kepemimpinan KADIN baru ke Inggris antara 27 Oktober – 2 November 2021 di mana kami melibatkan Tony Blair Institute for Global Change di B20," jelasnya.

"Salah satu prioritas utama Kadin adalah berkontribusi untuk memulihkan kesehatan masyarakat dan meningkatkan infrastruktur kesehatan nasional, dan saya yakin GHSC, melalui keahliannya yang berkelas dunia, dapat membantu B20 Indonesia dan Kadin dalam mencapai visi tersebut untuk masyarakat Indonesia,” ujar Arsjad. (RO/OL-09)

Baca Juga

Antara

Kasus Covid-19 Nasional Bertambah 1.831 Orang

👤Kautsar Widya Prabowo 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 22:40 WIB
Sedangkan, untuk kasus aktif bertambah 754 sehingga menjadi 13.968...
Antara

Ibu Hamil dan Menyusui Harus Berhati-Hati dalam Memilih Skincare

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 22:24 WIB
Penggunaan bahan tertentu pada produk skincare, tidak langsung terdeteksi melalui USG dan dikhawatirkan mengganggu perkembangan otak...
Antara

Menkes: Berantas Narkoba, Wujudkan Generasi Unggul

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 21:10 WIB
Pemuda merupakan generasi penerus bangsa, yang berperan penting dalam program pembangunan negara. Pada 2030, Indonesia akan mencapai bonus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya