Sabtu 05 Februari 2022, 10:55 WIB

Pembelajaran Model Hibrid harus Tetap Jamin Mutu Pendidikan

Faustinus Nua | Humaniora
 Pembelajaran Model Hibrid harus Tetap Jamin Mutu Pendidikan

ANTARA/ ASPRILLA DWI ADHA
KULIAH TERBATAS: Sejumlah mahasiswa mengikuti kuliah tatap muka terbatas di UPN Veteran Jakarta. Sebagian mahasiswa mengikuti kuliah secara

 

PENYELENGGARAAN model pembelajaran hibrid di perguruan tinggi akibat pandemi covid-19 saat ini harus dipastikan terjamin mutunya seperti halnya pada pembelajaran tatap muka. Diakui ada sejumlah tantangan yang dihadapi dapat mengukur mutu pembelajaran hibrid.

Menurut Pelaksana Tugas Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Diktiristek Kiki Yulianti, tantangan pertama yang harus dihadapi setiap perguruan tinggi yakni memastikan partisipasi mahasiswa dalam proses perkuliahan. “Kalau kita kuliah tatap muka biasa, kita bisa memperhatikan bahasa tubuh mahasiswa dan dapat menggiring kelas untuk fokus. Sementara ketika menggelar sinkronous, kita harus memastikan pembelajaran berlangsung maksimal,” ujar Kiki dalam keterangannya, Sabtu (5/2).

Tantangan selanjutnya adalah ketidaksiapan konten untuk dikirim secara daring. Kiki menuturkan, salah satu persoalan yang terjadi terletak pada hak kekayaan intelektual. Masih banyak dosen yang belum saksama memperhatikan konten yang diberikan berkaitan dengan hak kekayaan intelektual orang lain.

Karena itu, dosen didorong tidak hanya mengkreasikan konten yang baik, tetapi juga memperhatikan berbagai konten milik orang lain yang diambil. Mengenai konten, dosen juga didorong mengembangkan bahan ajarnya secara kreatif dan inovatif. "Model  pembelajaran hibrid harus tetap dipastikan dapat mencapai kolaboratif dan partisipasi aktif mahasiswa," tegasnya.

Tantangan selanjutnya adalah kurangnya titik akses teknologi modern. Dalam hal ini, imbuhnya, dosen acapkali sulit memastikan kapan mahasiswa dapat mengakses suatu layanan daring. “Kita harus punya tools yang bisa memperkirakan itu sehingga jaringan kita bisa lebih siap,” imbuhnya.

Ditjen Diktiristek sendiri tengah menyusun Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti) terbaru. Pada standar terbaru dinyatakan bahwa pembelajaran di perguruan tinggi dilakukan dalam tiga model, yaitu jarak jauh, tatap muka, dan blended (bauran).

Untuk itu, Ditjen Diktiristek melalui SN Dikti terbaru akan meminta setiap perguruan tinggi menyiapkan akses memadai bagi pembelajaran sepanjang waktu, baik bagi dosen dan mahasiswa di manapun mereka berada.

“Perguruan tinggi harus menjamin akses pembelajaran, baik dosen dan mahasiswa dari manapun mereka berada bisa dilakukan sepanjang waktu. Artinya jika ada perpustakaan yang masih belum mengizinkan akses dari luar kampus, mestinya kita harus atur sedemikian rupa,” paparnya.(H-1)

Baca Juga

DOK MI.

Kumpulan Motivasi Kata-Kata Sabar Bijak Menyentuh Hati

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Senin 30 Januari 2023, 21:16 WIB
Berikut beberapa kata-kata bijak yang dapat menginspirasi...
DOK Instagram.

Ikhlas Artinya? Ini Ciri, Manfaat, dan Pengertian Menurut Ahli

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Senin 30 Januari 2023, 21:01 WIB
Ikhlas bisa diartikan secara istilah yakni membersihkan hati agar menuju kepada Allah SWT saja. Dengan kata lain, dalam melakukan ibadah,...
 ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Kepala BRIN Enggan Komentari Rekomendasi Pemberhentian oleh DPR

👤Faustinus Nua 🕔Senin 30 Januari 2023, 20:52 WIB
Dalam rapat Komisi VII DPR RI bersama BRIN hari ini, Senin (30/1) Komisi VII merekomendasikan kepada pemerintah untuk segera mengganti...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya