Minggu 30 Januari 2022, 10:56 WIB

Triwulan 1 Vaksin Booster Fokus Gunakan AstraZeneca

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Triwulan 1 Vaksin Booster Fokus Gunakan AstraZeneca

ANTARA/ABRIAWAN ABHE
Petugas menyuntikkan vaksin booster covid-19 di kantor Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (29/1/2022).

 

JURU Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI dr. Siti Nadia Tarmidzi mengatakan vaksin AstraZeneca sudah bisa digunakan sebagai vaksin booster. Pemerintah mulai memfokuskan vaksinasi booster dengan menggunakan jenis vaksin tersebut pada tiga bulan pertama.

“Untuk triwulan 1 tahun 2022 alokasi vaksin booster akan diutamakan untuk Vaksin AstraZeneca mengingat ketersediaan stok vaksin yang cukup banyak,” kata dr. Nadia dalam keterangannya dilansir laman resmi Kemenkes Minggu (30/1).

Sesuai dengan ketentuan, vaksin AstraZeneca dapat digunakan dengan interval 8 -12 minggu, namun untuk mempercepat pencapaian dosis primer maka vaksin AstraZeneca diberikan dengan interval 8 minggu.

Baca juga: BMKG: Waspada Potensi Hujan dan Petir di Sebagian Wilayah DKI Jakarta

Pelaksanaan vaksinasi program dosis booster dapat dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota bagi masyarakat umum tanpa menunggu target capaian 70% dan cakupan dosis 1 lansia minimal 60%.

Syarat penerima vaksin dosis lanjutan (booster) antara lain, pertama calon penerima vaksin menunjukkan NIK dengan membawa KTP/KK atau melalui aplikasi PeduliLindungi; kedua Berusia 18 tahun ke atas; dan ketiga telah mendapatkan vaksinasi primer dosis lengkap minimal 6 bulan sebelumnya.

Regimen dosis lanjutan (booster) yang diberikan pada triwulan pertama tahun 2022 yaitu untuk sasaran dengan dosis primer Sinovac maka diberikan vaksin AstraZeneca, separuh dosis (0,25 ml), atau vaksin Pfizer separuh dosis (0,15 ml).

Untuk sasaran dengan dosis primer AstraZeneca maka diberikan vaksin Moderna, separuh dosis (0,25 ml), bisa juga vaksin Pfizer, separuh dosis (0,15 m)

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa kerja sama dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta, akan mempercepat bergulirnya program vaksinasi ketiga atau booster yang dirancang oleh Pemerintah Indonesia untuk melawan penyebaran covid-19.

"Indonesia telah memasuki fase pemulihan pasca gelombang kedua covid-19. Program vaksinasi booster sangat krusial bagi keberlanjutan pemulihan tersebut, dimana kita perlu memperkuat ketahanan masyarakat Indonesia terhadap varian baru, yaitu Omikron," kata Menteri Budi.

Pada 2021, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah bekerja sama erat dengan sejumlah pihak swasta yang merupakan perusahaan teknologi, untuk pendirian sentra vaksin drive-thru pertama di Asia Tenggara.

"Kami semua melihat peran nyata teknologi terhadap efisiensi pendistribusian vaksinasi. Oleh karena itu, kami menyambut baik kemitraan lanjutan untuk pendistribusian vaksinasi booster bersama kedua perusahaan teknologi tersebut," kata Budi.

Kini dua perusahaan swasta yang bergerak di bidang teknologi itu kembali bekerjasama dengan pemerintah untuk mendistribusikan vaksinasi booster yang menyasar puluhan ribu anggota masyarakat di kategori kelompok prioritas dan rentan, serta para mitra ojek online di wilayah Bali.

"Peningkatan imunitas masyarakat sangat penting bagi Bali yang akan menjadi tuan rumah G20 dan menyambut tamu dari berbagai negara. Kami harap inisiatif dari Grab dan Good Doctor dapat mendorong lebih banyak pihak swasta lainnya untuk turut mensukseskan program vaksinasi Indonesia,” ungkap Budi. (H-3)

Baca Juga

Antara

Laju Vaksinasi Covid-19 di Luar Jawa dan Bali Tergolong Rendah

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Minggu 03 Juli 2022, 23:13 WIB
Pasalnya, ada 11 provinsi di luar Jawa dan Bali yang capaiannya di bawah 50...
ourworldindata.org

Indonesia Catat Tambahan 1.614 Kasus Baru

👤Faustinus Nua 🕔Minggu 03 Juli 2022, 22:30 WIB
KASUS Covid-19 di Indonesia kembali meningkat dalam beberapa hari...
DOK Perbanas Institute

Perbanas Institute Sediakan Rp2,5 Miliar Beasiswa Untuk Mahasiswa Baru

👤Widhoroso 🕔Minggu 03 Juli 2022, 20:15 WIB
PERBANAS Institute Jakarta menyediakan beasiswa senilai Rp2,5 miliar untuk calon mahasiswa baru tahun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya