Sabtu 29 Januari 2022, 20:15 WIB

Guru Tuntut Mapel Sejarah Indonesia sebagai Muatan Wajib

M Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Guru Tuntut Mapel Sejarah Indonesia sebagai Muatan Wajib

Kemendikbud-Ristek
Ilustrasi

 

TERBITNYA Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 tentang Standar Nasional Pendidikan yang menggantikan PP No 57 Tahun 2022 belum mengakomodir Sejarah Indonesia sebagai muatan wajib di kurikulum.

Presiden Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Sumardiansyah Perdana Kusuma menegaskan hal itu dalam pernyataannya, Sabtu (29/1).

"Secara ideologis dan politis kami tetap berkeinginan agar ke depan posisi Sejarah Indonesia bisa diperkuat dalam pendidikan nasional," kata Sumardiansyah, Sabtu (29/1).

Sumardiansyah menegaskan, kurikulum pendidikan sejarah dirancang untuk melahirkan manusia Indonesia dengan karakteristik Indonesia. Di sinilah pentingnya mata pelajaran Sejarah Indonesia sebagai muatan wajib dalam kurikulum.

Jika diperhatikan dalam PP No 4 Tahun 2022 pada pasal 40 ayat 2, sejarah Indonesia, yang sebelumnya menjadi salah satu mata pelajaran wajib, tidak tercantum. Hanya tercantum ilmu pengetahuan sosial yang didalamnya ada mata pelajaran sejarah.

Sumardiansyah mengingatkan, negara dibentuk karena persamaan nasib. Persamaan nasib yang menghadirkan keinginan untuk hidup bersama sebagai sebuah bangsa, mulai dari masa kerajaan, penjajahan, perjuangan, sampai kemerdekaan, dari sini jelas bahwa sebuah negara terbentuk karena proses sejarah.

Ketua Perkumpulan Prodi Sejarah Se-Indonesia (PPSI) Ilham Daeng Makkelo menilai, melemahnya posisi mata pelajaran sejarah adalah karena pengambil kebijakan tidak ada yang mengerti soal sejarah.

"Terbitnya PP Nomor 4 Tahun 2022 memperlihatkan adanya persoalan, ada ketidaksesuaian antara janji Mendikbud Ristek yang melihat sejarah sebagai sebuah hal yang penting dengan kenyataan di lapangan," katanya.

Padahal, tegasnya, sejarah sebagai sebuah hal yang signifikan dan relevan bagi keindonesiaan. "Sejarah memiliki keselarasan dengan Pancasila dan cita-cita untuk menghasilkan manusia Indonesia, pengajaran sejarah harus berbasis pada pemahaman sejarah serta sumbangsihnya bagi pembentukan karakter bangsa," jelas Ilham. (H-2)

 

Baca Juga

Ist

Evermos Raih Internasional 3G Championship Awards 2022

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 20 Mei 2022, 05:59 WIB
Penghargaan berskala internasional ini diberikan kepada organisasi yang telah lebih jauh dalam mengimplementasikan program-program...
Dok. Kemenko PMK

Menko PMK Klaim Pelaksanaan Mudik Lebaran Tahun Ini Sukses

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 23:05 WIB
Muhadjir mengatakan, bukti sukses pelaksanaan mudik 2022 adalah angka kecelakaan telah menurun dibandingkan mudik tahun...
Freepik.com

Hepatitis Akut Merebak, Orangtua Diminta Bawa Anaknya ke Rumah Sakit Jika Alami Gejala

👤Selamat Saragih 🕔Kamis 19 Mei 2022, 22:59 WIB
Anak yang diperiksa kemungkinan akan diminta untuk melakukan kontrol ulang. Saat kontrol ulang, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya