Jumat 28 Januari 2022, 18:06 WIB

Guru Migran Tingkatkan Keahlian Pekerja Migran Indonesia

mediaindonesia.com | Humaniora
Guru Migran Tingkatkan Keahlian Pekerja Migran Indonesia

MI/RAMDANI
Pekerja Migran Indonesia (PMI) baru mendarat di di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

 

SALAH satu hulu penataan dan aspek perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI) adalah harus memiliki kompetensi sebelum berangkat kerja ke luar negeri. Tanpa keterampilan PMI juga akan sulit bersaing dengan pekerja migran dari negara lain. 

Terkait syarat kompetensi itu telah diatur dalam UU Nomor 18 Tahun 2017 yang merupakan langkah awal dalam membenahi tata kelola penempatan PMI.

Veroliyondo Jamal, founder Guru Migran, yang turut ambil peran meningkatkan ketrampilan PMI, menyoroti aspek tersebut dalam sebuah kesempatan audiensi bersama dengan perwakilan negara asing di Jakarta baru-baru ini.

“Tidak perlu pemerintah Indonesia mengirim warga negara untuk bekerja di luar negeri jika pada akhirnya mereka menjadi objek eksploitasi dan perbudakan modern hanya karena pekerja migran kita dianggap tidak berkualitas,” ujar Veroliyondo dalam sebuah keterangan tertulis, Jumat (28/1).  

Ia mengatakan di tengah tingginya permintaan PMI dan terbuka luasnya akses informasi melalui media digital, setiap bidang memiliki tantangannya masing masing seiring cepatnya perubahan.

Baca juga Simak, Ini Prosedur Kedatangan Pekerja Migran Indonesia di Bandara Juanda 

Para pekerja yang berinteraksi baik di dalam maupun luar negeri memerlukan kemampuan dalam persaingan tersebut. 

Menurutnya, ada jutaan warga negara Indonesia bekerja di berbagai penjuru dunia. Sebagai hasilnya, jutaan dolar AS devisa masuk ke Tanah Air melalui para PMI. Hal tersebut menjadi perhatian pihaknya pada peningkatan kesejehateraan mereka.

“Karena begitu besarnya efek yang dihasilkan oleh para pekerja migran dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia,” katanya.  

Veroliyondo berpendapat rendahnya daya saing PMI sangat ditentukan oleh kesiapan para calon pekerja migran saat masih dalam persiapan di dalam negeri.

Tingginya kasus eksploitasi juga disebabkan oleh faktor rendahnya kualitas pekerja migran sehingga kemampuan untuk berkomunikasi dan mengkiritisi hal-hal tertentu menjadi lemah. 

Ia menekankan aspek perlindungan dan kesejahteraan PMI masih menjadi persoalan untuk dicarikan solusinya oleh semua stakeholder. 

“Sebagai ilustrasi di Singapura dapat kita saksikan fakta lebih tingginya gaji bulanan yang didapatkan pekerja migran Filipina di sektor informal," ujar Veroliyondo.

"Hal itu dikarenakan tingginya permintaan pasar tenaga kerja luar negeri untuk diisi oleh pekerja migran Filipina. Keterampilan dalam berkomunikasi merupakan salah satu penyebab mengapa para pekerja migran Filipina lebih dipilih ketimbang negara pengirim buruh migran lainnya,” jelasnya.

Di samping itu, lanjutnya, peningkatan taraf pada keterampilan calon PMI dapat menambah daya saing yang mampu memberikan kepercayaan diri bagi pemegang kebijakan untuk bernegosisasi dalam menentukan kesejahteraan para PMI.

Tidak kalah pentingnya adalah mempersiapkan para calon PMI mulai sebelum diberangkatkan. 

Pihaknya melalui platform digital Guru Migran mencoba untuk turut serta meningkatkan kesejahteraan dan menambah keterampilan PMI. Pelatihan dan persiapan bagi para calon pekerja migran di seluruh penjuru Indonesia dijalankan melalui kanal YouTube Guru Migran. 

“Melalui saluran tersebut para calon pekerja migran dapat mengakses tayangan mengenai dunia pekerja migran secara gratis atau tanpa biaya. Dengan materi belajar yang di susun agar dapat dilaksanakan secara efektif dan tepat guna," jelasnya.

"Guru Migran bertujuan untuk memberikan keterampilan tambahan khususnya dalam berkomunikasi bahasa asing sebagai bahasa pengantar internasional di dunia kerja,” ujar Veroliyondo. (RO/OL-09)

Baca Juga

Antara/Mohamad Hamzah

Pengawasan Ketat Ternak Impor dan Karantina Hewan Cegah Meluasnya Penyakit Mulut dan Kuku

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 26 Mei 2022, 22:44 WIB
“Titik-titik pemeriksaan, pengawasan dan karantina untuk sapi impor perlu menjadi fokus pemerintah supaya PMK tidak semakin...
DOK Kemenko PMK

Pemerintah Maksimalkan Perlindungan Bagi Anak dan Penyandang Disabilitas yang Terdampak Pandemi

👤Widhoroso 🕔Kamis 26 Mei 2022, 22:01 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan, masa depan anak-anak Indonesia, termasuk mereka yang kehilangan orang tua pada masa Pandemi...
Antara

14,3 Juta Lansia Rampung Divaksinasi

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Kamis 26 Mei 2022, 21:38 WIB
Jumlah itu setara 66,44 persen dari target 21.553.118...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya