Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBERIAN vaksin kepada anak bukan hanya untuk menambah imunitas pada diri anak saja namun juga mempercepat capaian herd immunity (kekebalan kelompok). Pasalnya, orang-orang terdekat dari anak yang menderita covid-19 dapat tertular dengan cepat.
"Vaksin covid-19 pada anak akan membantu mempercepat tercapainya herd immunity atau kebebasan komunitas karena diperlukan untuk segera kembali ke kehidupan normal misalnya pembukaan kembali sekolah dengan aman," kata Ketua Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) Prof.Sri Rezeki H. Hadinegoro dalam media briefing virtual IDAI, Sabtu (22/1).
Secara klinis virus SARS-CoV-2 pada anak cenderung ringan dan tidak bergejala, namun yang memiliki risiko tinggi adalah anak yang memiliki komorbid seperti obesitas, diabetes, jantung, asma, kanker dan lainnya. Sehingga dapat menjadi berat dan memerlukan perawatan, ICU, dan mungkin mengalami komplikasi yang fatal. Angka kejadian anak menderita covid-19 di Indonesia mencapai 12,1% dari total kasus.
"Anak yang menderita covid-19 bebannya tidak seperti orang dewasa namun para pakar berpendapat kalau dunia mau bebas covid-19 setiap orang harus divaksinasi termasuk anak," ujar Sri.
Selain itu Sri juga menekankan bahwa peningkatan kasus covid-19 pada anak terjadi setelah liburan sekolah misal pada Maret, bercermin pada kasus di 2020. "Kasus covid-19 pada anak akan naik setelah liburan dengan umur 0-6 tahun hal ini terlihat dari pekan ke 2 Maret 2020 yang angkanya fluktuatif namun cenderung meningkat," ungkapnya.
Ketika liburan orang tua membawa anaknya berwisata, jalan-jalan ke mall, dan kemudian menjadi keprihatinan bersama yang membuat tren kasus pada anak meningkat. Ini juga yang perlu diperhatikan bahwa anak menjadi inang yang rentan.
Di kesempatan yang sama Ketua Umum IDAI Dr. Piprim Basarah Yanuarso, meminta kepada masyarakat untuk gotong-royong menyukseskan program vaksinasi dan vaksinasi untuk anak untuk membangun herd immunity.
"Sangat dibutuhkan kerja sama dari seluruh pihak agar supaya program vaksinasi ini berjalan sukses dan lancar sehingga pandemi ini segera bisa berlalu dan bisa beraktivitas seperti sebelumnya," ujar Piprim.
Selain itu, dia juga menekankan kepada setiap orang tua yang masih ragu memvaksin anaknya agar yakni bahwa vaksin covid-19 ini tidak berbahaya justru untuk melindungi anak dan sama seperti vaksin lainnya.
"Masalah vaksinasi ini sebetulnya memang bukan hal yang baru ketika vaksin dan kontra dengannya. Vaksin covid-19 tidak berbeda jauh dengan vaksin-vaksin yang sudah ada sebelumnya," pungkasnya.
Tidak Perlu Persiapan Khusus
Lebih lanjut Prof. Sri Rezeki H. Hadinegoro menjelaskan sebetulnya tidak ada persiapan khusus untuk vaksinasi pada anak 6-11 tahun. Dan yang perlu dilakukan oleh orang tua yakni menjelaskan secara detil kepada anak apa vaksinasi itu.
"Yang penting adalah jelaskan secara psikologis pada anak apa itu vaksinasi, mengapa harus divaksin, dan apa yang akan dilakukan kepadanya," kata Sri.
Selain itu anak harus cukup istirahat tidak kurang tidur, harus sarapan, dan persiapkan makanan yang diperlukan agar kondisi lebih fit. Kemudian anak-anak dengan komorbid harus minum obat dan itu termasuk hal yang biasa.
"Perhatian untuk anak dengan komorbid yang harus minum obat rutin dan pemantauan setelah diimunisasi tanyakan apa yang dirasakan. Anak-anak ini sebetulnya sudah biasa mendapatkan vaksinasi di sekolah dan ibunya sudah paham betul," ungkapnya.
"Jadi untuk covid-19 ini sebelum, saat, dan setelah vaksin harus ditemani dan pantau apakah ada KIPI atau tidak," ucapnya.
Selain itu Sri juga menjelaskan tahapan pemberian vaksin covid-19 berdasarkan rentang umur. Pertama vaksin biasanya diberikan kepada orang dewasa dengan rentang umur 18-59 tahu.
Kemudian jika aman maka dilakukan pada ada kelompok umur 60 tahun ke atas atau lansia. Setelah terbukti aman lagi kembali diberikan kepada usia remaja dengan rentang umur 12-17 tahun. Kemudian untuk anak Sekolah Dasar yakni 6-11 tahun dan kemudian balita dari 1-5 tahun.(H-1)
Perlindungan ruang digital memerlukan langkah komprehensif yang mencakup edukasi publik dan penguatan kapasitas pengguna dalam memahami risiko siber.
Selain AI, gim daring populer seperti Roblox dan Minecraft juga dinilai menghadirkan risiko karena anak-anak sering kali sulit membedakan antara dunia gim dan realitas.
Aktivitas fisik dan sosial tidak hanya efektif mengalihkan perhatian dari layar, tetapi juga mendorong perkembangan interaksi anak dengan lingkungan sekitar.
Mengalihkan kebiasaan anak dari ketergantungan gawai ke aktivitas yang lebih produktif memerlukan pendekatan yang bersifat mengarahkan dan menginspirasi, bukan sekadar pelarangan.
Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2024, sekitar 20,1% anak Indonesia berpotensi tumbuh tanpa pengasuhan ayah.
Bagi orangtua yang sibuk bekerja, meluangkan waktu singkat namun intensif jauh lebih bermanfaat bagi keterikatan emosional (emotional attachment) anak.
Kasus campak di Indonesia meningkat. IDAI mengingatkan vaksin pertama ideal pada usia 9 bulan dan cakupan imunisasi harus di atas 95% untuk mencegah wabah.
Indonesia tempati peringkat 2 dunia kasus campak tertinggi. IDAI desak imunisasi kejar dan peringatkan risiko kematian anak akibat cakupan vaksin rendah.
LONJAKAN kasus campak yang terjadi belakangan ini dinilai menjadi indikator menurunnya kekebalan kelompok atau herd immunity di masyarakat
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyoroti meningkatnya kembali kasus campak di sejumlah wilayah Indonesia yang dikaitkan dengan melemahnya herd immunity atau kekebalan kelompok.
HANYA 23 orang yang disuntik vaksin covid-19 dosis keempat atau booster kedua hari ini, Kamis, 16 Maret 2023. Data tersebut dikumpulkan dari Sabang sampai Merauke.
Untuk masyarakat yang telah menjalani vaksinasi kedua juga mengalami kenaikan 10.064 orang, menjadi 174.449.231 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved