Sabtu 22 Januari 2022, 17:10 WIB

Pemberian Vaksin Anak Penting Untuk Percepat Herd Immunity

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Pemberian Vaksin Anak Penting Untuk Percepat Herd Immunity

MEDIA INDONESIA
VAKSINASI ANAK: Petugas medis mendata kesehatan anak-anak yang didampingi orangtua saat mengikuti vaksinasi di Jakarta, Senin (17/1)

 

PEMBERIAN vaksin kepada anak bukan hanya untuk menambah imunitas pada diri anak saja namun juga mempercepat capaian herd immunity (kekebalan kelompok). Pasalnya, orang-orang terdekat dari anak yang menderita covid-19 dapat tertular dengan cepat.

"Vaksin covid-19 pada anak akan membantu mempercepat tercapainya herd immunity atau kebebasan komunitas karena diperlukan untuk segera kembali ke kehidupan normal misalnya pembukaan kembali sekolah dengan aman," kata Ketua Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) Prof.Sri Rezeki H. Hadinegoro dalam media briefing virtual IDAI, Sabtu (22/1).

Secara klinis virus SARS-CoV-2 pada anak cenderung ringan dan tidak bergejala, namun yang memiliki risiko tinggi adalah anak yang memiliki komorbid seperti obesitas, diabetes, jantung, asma, kanker dan lainnya. Sehingga dapat menjadi berat dan memerlukan perawatan, ICU, dan mungkin mengalami komplikasi yang fatal. Angka kejadian anak menderita covid-19 di Indonesia mencapai 12,1% dari total kasus.

"Anak yang menderita covid-19 bebannya tidak seperti orang dewasa namun para pakar berpendapat kalau dunia mau bebas covid-19 setiap orang harus divaksinasi termasuk anak," ujar Sri.

Selain itu Sri juga menekankan bahwa peningkatan kasus covid-19 pada anak terjadi setelah liburan sekolah misal pada Maret, bercermin pada kasus di 2020. "Kasus covid-19 pada anak akan naik setelah liburan dengan umur 0-6 tahun hal ini terlihat dari pekan ke 2 Maret 2020 yang angkanya fluktuatif namun cenderung meningkat," ungkapnya.

Ketika liburan orang tua membawa anaknya berwisata, jalan-jalan ke mall, dan kemudian menjadi keprihatinan bersama yang membuat tren kasus pada anak meningkat. Ini juga yang perlu diperhatikan bahwa anak menjadi inang yang rentan.

Di kesempatan yang sama Ketua Umum IDAI Dr. Piprim Basarah Yanuarso, meminta kepada masyarakat untuk gotong-royong menyukseskan program vaksinasi dan vaksinasi untuk anak untuk membangun herd immunity.

"Sangat dibutuhkan kerja sama dari seluruh pihak agar supaya program vaksinasi ini berjalan sukses dan lancar sehingga pandemi ini segera bisa berlalu dan bisa beraktivitas seperti sebelumnya," ujar Piprim.

Selain itu, dia juga menekankan kepada setiap orang tua yang masih ragu memvaksin anaknya agar yakni bahwa vaksin covid-19 ini tidak berbahaya justru untuk melindungi anak dan sama seperti vaksin lainnya.
"Masalah vaksinasi ini sebetulnya memang bukan hal yang baru ketika vaksin dan kontra dengannya. Vaksin covid-19 tidak berbeda jauh dengan vaksin-vaksin yang sudah ada sebelumnya," pungkasnya.

Tidak Perlu Persiapan Khusus
Lebih lanjut Prof. Sri Rezeki H. Hadinegoro menjelaskan sebetulnya tidak ada persiapan khusus untuk vaksinasi pada anak 6-11 tahun. Dan yang perlu dilakukan oleh orang tua yakni menjelaskan secara detil kepada anak apa vaksinasi itu.
"Yang penting adalah jelaskan secara psikologis pada anak apa itu vaksinasi, mengapa harus divaksin, dan apa yang akan dilakukan kepadanya," kata Sri.

Selain itu anak harus cukup istirahat tidak kurang tidur, harus sarapan, dan persiapkan makanan yang diperlukan agar kondisi lebih fit. Kemudian anak-anak dengan komorbid harus minum obat dan itu termasuk hal yang biasa.
"Perhatian untuk anak dengan komorbid yang harus minum obat rutin dan pemantauan setelah diimunisasi tanyakan apa yang dirasakan. Anak-anak ini sebetulnya sudah biasa mendapatkan vaksinasi di sekolah dan ibunya sudah paham betul," ungkapnya.

"Jadi untuk covid-19 ini sebelum, saat, dan setelah vaksin harus ditemani dan pantau apakah ada KIPI atau tidak," ucapnya.
Selain itu Sri juga menjelaskan tahapan pemberian vaksin covid-19 berdasarkan rentang umur. Pertama vaksin biasanya diberikan kepada orang dewasa dengan rentang umur 18-59 tahu.

Kemudian jika aman maka dilakukan pada ada kelompok umur 60 tahun ke atas atau lansia. Setelah terbukti aman lagi kembali diberikan kepada usia remaja dengan rentang umur 12-17 tahun. Kemudian untuk anak Sekolah Dasar yakni 6-11 tahun dan kemudian balita dari 1-5 tahun.(H-1)

Baca Juga

ANTARA

Antisipasi Penyalahgunaan Visa Haji, Kemenkumham Perketat Pengawasan

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 05 Juli 2022, 23:16 WIB
Pengetatan pengawasan tersebut dilakukan langsung oleh Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Khusus TPI...
ANTARA

Pakar: Tak Perlu Revisi UU Narkotika untuk Keperluan Riset Ganja

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 05 Juli 2022, 23:10 WIB
Ganja di Indonesia belum pernah digunakan sama sekali untuk peruntukan medis karena belum ada bukti yang kuat tentang uji klinis ganja di...
Antara

Hari Ini, 23 Ribu Orang Terima Vaksin Dosis Kedua

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Selasa 05 Juli 2022, 22:36 WIB
Total 169.192.447 orang telah menerima vaksin lengkap per Selasa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya