Jumat 21 Januari 2022, 12:03 WIB

Menteri LHK: Insan Pers Bagian Penting Percepatan Rehabilitasi Mangrove

Atalya Puspa | Humaniora
Menteri LHK: Insan Pers Bagian Penting Percepatan Rehabilitasi Mangrove

ANTARA/BASRI MARZUKI
Anak-anak bermain di antara pohon bakau hasil konservasi warga di Pantai Dupa, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (15/12/2021).

 

MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengapresiasi dan mendorong keterlibatan insan pers dalam menggaungkan upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup dan kehutanan, khususnya dalam hal program percepatan rehabilitasi mangrove di Indonesia.

Siti menyatakan jika rehabilitasi mangrove di Indonesia merupakan salah satu agenda penting nasional dalam upaya pelestarian sumber daya alam dan pemulihan lingkungan sebagaimana ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo.

"Saya menyampaikan penghargaan yang tinggi dan ucapan terima kasih atas prakarsa Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) memasukkan Agenda Mangrove dalam rangkaian acara Hari Pers Nasional Tahun 2022 sebagai tanda atensi yang sungguh-sungguh dari kalangan pers, jurnalistik, akan aspek lingkungan dan sumberdaya alam," ungkap Siti dalam keterangan resmi, Jumat (21/1).

Baca juga: Kimia Farma dapat sub-lisensi dari MPP untuk Obat Molnupiravir

Baca jugaKementan Minta Pendidikan Vokasi Ciptakan Petani Profesional

Siti pun melanjutkan jika sebagaimana semangat Hari Pers Nasional (HPN) 2022 yang mendorong agar kita memenangkan kesehatan, kemanusiaan, dan perilaku baru di tengah tekanan pandemi, maka PWI dapat berperan menjadi motor penggerak yang sangat strategis guna mengisi ruang publik dengan informasi yang menggaungkan upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup dan kehutanan, khususnya penanggulangan perubahan iklim, dimana ada peran penting mangrove juga di dalam upaya pengendalian perubahan iklim dimaksud.

Hal ini menurutnya mengingat Pers sebagai pilar keempat demokrasi punya peran sangat penting dan strategis di dalam menyejahterakan masyarakat dan memajukan bangsa yang dalam konteks percepatan rehabilitasi mangrove, pers dapat memberikan gambaran objektif kepada masyarakat, sehingga dapat menggugah kesadaran masyarakat, serta mendorong langkah-langkah perbaikan di lapangan untuk segera dilakukan.

"Keberadaan pers yang profesional akan mendorong keterlibatan publik pada aksi-aksi nyata mengawal implementasi kebijakan di tingkat tapak. Demi terwujudnya Indonesia Maju, kita akan terus bersama-sama bergerak," ujar Siti

Senada dengan hal tersebut Ketua Umum PWI Pusat, Atal Sembiring Depari mengungkapkan jika dirinya sebagai salah satu insan pers Indonesia sangat mendukung upaya pemerintah melestarikan sumber daya alam dan memulihkan lingkungan. Workshop Nasional Nasional Percepatan Rehabilitasi Manggrove yang merupakan kerjasama dari PWI dan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) merupakan salah satu wujud sinergi insan pers dengan pemerintah dalam konteks tersebut.

"Ini salah satu alasan kita berkumpul. Kita akan gaungkan gerakan nasional penyelamatan mangrove, salah satunya melalui agenda workshop nasional hari ini," ujarnya.

Baca juga: Unpad Siapkan Fasilitas Penunjang Pembelajaran Hybrid di Semester Genap

Sementara itu Kepala BRGM, Hartono menyoroti tentang urgensi dilaksanakannya percepatan rehabilitasi mangrove di Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa selama ini upaya rehabilitasi mangrove baru dilaksanakan dalam ukuran yang kecil, yaitu sekitar 2.000 ha per tahun.

"Bapak Presiden pada akhir tahun 2020 meminta agar rehabilitasi mangrove yang terdegradasi ini dipercepat," ucap dia.

Proses percepatan rehabilitasi oleh BRGM disebutkan Kepala BRGM diprioritaskan di sembilan provinsi, yaitu Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua, dan Papua Barat. Tiga provinsi, yakni Riau, Kalimantan Barat, dan Papua menjadi fokus kerja yang beririsan untuk restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove.

Percepatan rehabilitasi mangrove ditekankan untuk dilakukan bukan hanya sekedar menanam, akan tetapi dengan memperhatikan bentang alam/lansekap mangrove. Bentang alam/lansekap mangrove, yaitu sistem ekologi-sosial yang terdiri dari mosaik ekosistem alami dan buatan manusia dengan karakteristik konfigurasi topografi, vegetasi, penggunaan lahan dan pemukiman sebagai hasil proses ekologi, sejarah, serta proses ekonomi, sosial dan aktivitas manusia di area tersebut.

Rehabilitasi mangrove ini juga diarahkan dengan pendekatan untuk menurunkan emisi gas rumah kaca secara nasional, yaitu menyiapkan tanaman mangrove seluas-luasnya untuk menyerap dan menyimpan karbon, sehingga karbon dapat ditahan tidak terbuang ke atmosfir menjadi emisi yang merusak lapisan ozon di atmosfir, serta menyebabkan dampak perubahan iklim melalui kemampuan hutan mangrove menyerap emisi karbon sebesar 4-5 kali lebih besar dari pada hutan daratan. (H-3)

Baca Juga

ANTARA

Menag Pastikan Akomodasi Jemaah Indonesia di Makkah Bagus dan Siap

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 20 Mei 2022, 08:57 WIB
Menteri Agama Yaqut Choli Qoumas meninjau kesiapan akomodasi, konsumsi, dan transportasi yang akan diberikan kepada jemaah haji Indonesia...
Ist

Evermos Raih Internasional 3G Championship Awards 2022

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 20 Mei 2022, 05:59 WIB
Penghargaan berskala internasional ini diberikan kepada organisasi yang telah lebih jauh dalam mengimplementasikan program-program...
Dok. Kemenko PMK

Menko PMK Klaim Pelaksanaan Mudik Lebaran Tahun Ini Sukses

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 23:05 WIB
Muhadjir mengatakan, bukti sukses pelaksanaan mudik 2022 adalah angka kecelakaan telah menurun dibandingkan mudik tahun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya