Rabu 19 Januari 2022, 20:29 WIB

Semesta Akademi Terus Dorong Industri Kreatif di Indonesia

mediaindonesia.com | Humaniora
Semesta Akademi Terus Dorong Industri Kreatif di Indonesia

Ist
(Dari kiri ke kanan) Desy Bachir, Gina S Noer, Eric Widjaja, dan Agung Hapsah yang menjadi kolaborator dalam program Semesta Akademi.

 

HADIR sejak tahun 2021, Semesta Akademi semakin mempertegas misinya untuk mendukung pertumbuhan industri kreatif yang berkelanjutan dengan menghadirkan beragam program pendidikan kreatif terbaru.

Semesta Akademi merupakan program pendidikan kreatif interaktif yang kolaborasi dengan para profesional dan institusi industri di Tanah Air.

Dengan mengusung konsep interaktif, Semesta Akademi menggandeng para pakar di Indonesia, seperti lembaga Wahana Edukasi  untuk bidang storytelling & scriptwriting, penyanyi, artis, dan penulis lagu Maudy Ayunda  bidang creative Leadership, dan perusahaan Thinking Room untuk bidang visual design & branding.

Selain itu, entrepreneur Desy Bachir  bidang branding & marketing foundations, selebritar Youtube Agung Hapsah  bidang creating high quality content for business, dan agensi periklanan INFIA bidang social media & intellectual property.

Para pakar dan lembaga terkemuka berkolaborasi Semesta Akademi menjawab tantangan dinamika industri kreatif dan persaingan antara talenta lokal dengan global.

Berdasarkan data dari laporan OPUS Ekonomi Kreatif 2020 bahwa subsektor ekonomi kreatif berkontribusi sebesar Rp1.211 triliun kepada Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Angka tersebut merupakan peningkatan dari tahun 2019 yang berkontribusi sebesar Rp1.105 triliun. 

Melihat angka tersebut, menunjukkan bahwa industri kreatif di Indonesia terus berkembang pesat,  sehingga perlu didorong lahirnya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.

Pada dasarnya, industri kreatif ini akan menjadi salah satu fondasi perekonomian Indonesia, sehingga perlu dikembangkan secara terus menerus.

Inilah yang kemudian mendorong terbentuknya Semesta Akademi yang dibangun atas empat pilar, yaitu creative fundamentals, creative branding & marketing, creative business, dan creative media & entertainment.

“Tahun kemarin (2021), Semesta Akademi sudah membangun fondasi, berkolaborasi dengan pelaku dan pakar industri serta menyusun program yang memiliki relevansi tinggi dengan target audiens," kata Steven Koesno selaku Co-Founder & CEO Semesta Akademi dalam keterangan pers, Rabu (19/1).

"Kami juga sudah melalui banyak trial and error untuk menemukan formula pembelajaran terbaik yang efektif dan efisien," katanya.

"Maka di tahun 2022 ini, kami siap melangkah lebih jauh, membuka pintu seluas-luasnya untuk berkolaborasi, baik dengan talenta kreratif, maupun korporasi,” ucap Steven.

Bagi Semesta Akademi, menumbuhkan ekosistem industri kreatif yang berkelanjutan memerlukan sebuah wadah atau platform yang mempertemukan creative talents dengan industry experts agar dapat saling bertukar pengalaman dan pengetahuan mendalam lewat sesi belajar-mengajar yang lebih interaktif.

Konsep ini diterapkan pada format praktisi mengajar langsung partisipan atau live session with industry expert.

Tujuannya adalah dalam setiap sesi interaktif ini akan dapat merumuskan inovasi dan solusi yang lebih berkelanjutan untuk ekosistem industri di masa mendatang.

Selain itu tersedia juga format belajar menggunakan video interaktif (On-Demand Interactive Video) di mana para partisipan hanya perlu menyaksikan video untuk belajar intensif.

Antusiasme yang tinggi juga diutarakan Gina S Noer selaku kolaborator dalam program storytelling & scriptwriting.

“Mewakili Wahana Edukasi, saya tidak sabar untuk bertemu dengan talenta-talenta kreatif berbakat, berkolaborasi dengan mereka, serta bertukar ilmu dan pengalaman terutama mengenai bidang storytelling dan scriptwriting," ujar Gina.

"Saya meyakini proses pembelajaran di Semesta Akademi tidak hanya berlangsung satu arah, sehingga pasti banyak insights yang dibutuhkan untuk keberlangsungan industri kreatif ini. Pada akhirnya, dunia kreatif, termasuk film, tentu membutuhkan lebih banyak fresh minds,” tutur Gina. (RO/OL-09)    

 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

BMKG : Ini Penyebab Panas di Sebagian Wilayah Indonesia

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 18 Mei 2022, 14:34 WIB
Suhu udara panas dirasakan di beberapa tempat di Sumatra dan Indonesia bagian selatan pada awal Mei...
Antara

Bertolak ke Saudi, Menag Pastikan Kesiapan Layanan Jemaah Haji

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 18 Mei 2022, 14:21 WIB
Menurut Menag Yaqut, ada tiga aspek penyelenggaraan haji yang harus dipegang teguh, yakni pembinaan, pelayanan dan perlindungan...
Freepik

Ini Cara Ukur Tekanan Darah Agar Valid

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 18 Mei 2022, 14:15 WIB
Untuk mengukur tekanan darah sendiri, Amanda menyarakan agar pasien duduk dalam kondisi tenang dan rileks setidaknya menunggu dua hingga...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya