Selasa 18 Januari 2022, 21:24 WIB

Asparindo Nantikan Vaksinasi Booster untuk Pedagang 

Ghani Nurcahyadi | Humaniora
Asparindo Nantikan Vaksinasi Booster untuk Pedagang 

Antara/Muhamamd Iqbal
Ilustrasi vaksin booster

 

SEBANYAK 9.280 pedagang pasar di Indonesia menunggu giliran mendapatkan vaksinasi booster. Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia, Y Joko Setiyanto mengatakan, para pedagang pasar tersebut antusias mendapatkan vaksin booster setelah vaksin primer yaitu vaksin dosis pertama dan kedua yang telah mereka terima. 

"Sudah pada bertanya. Saya bilang tunggu Kementerian Kesehatan. Karena vaksinasi awal, kerja sama antara Kemenkes dengan Asparindo," kata Joko dalam webinar bertema Vaksin Booster Hindari Gelombang Ketiga, Selasa (17/1/2022). 

Menurut Joko, kesadaran pedagang pasar mengenai pentingnya vaksinasi Covid-19 tidak lepas dari sosialisasi yang terus dilakukan. Melalui sosialisasi, edukasi terhadap masyarakat pasar bahwa vaksinasi mencegah sakit akibat infeski Covid-19, berlangsung efektif. 

"Sosialisasi juga melalui poster yang paling mengena dan menohok di masyarakat. Saya setuju dengan poster bertuliskan 'Vaksin Mencegah Sakit dan Mati karena Corona'. Di masyarakat harus lebih jelas, tidak perlu ditutup-tutupi korona tidak berbahaya. Korona sangat bahaya. Kalau mereka harus mendapat informasi bahwa jika tidak divaksinasi berbahaya untuk kesehatan dan jiwa," ujarnya. 

Terkait vaksin booster, Asparindo membuat poster bertuliskan 'Ayo Ikut Vaksin Booster, Kita Pasti Menang'. Poster ini disebut penting di pasar dengan pertimbangan vaksin booster sebagai langkah mengakhiri pandemi Covid-19 sesegera mungkin. 

"Kami terus menunggu," papar Joko. 

Baca juga : Vaksinasi di Kalteng Capai 83,47 Persen

Sementara itu Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, vaksin booster masih diprioritaskan untuk kelompok lanjut usia, kelompok yang memiliki komorbid, dan ibu hamil. 

"Untuk booster masih dibatasi. Vaksinasi booster diberikan kepada lansia, masyarakat dengan komorbid, dan ibu hamil. Yang lain menunggu giliran sesuai strategi pemerintah," kata Siti Nadia. 

Vaksinasi booster, menurut Nadia dilakukan untuk meningkatkan efektivitas vaksin yang menurun. Ia menjelaskan, terdapat fakta mengapa infeksi omicron dilihat sebagian besar tidak bergejala atau ringan, hal itu terjadi karena imunitas bekerja, yaitu imunitas antibodi dan imunitas sel.  

"Imunitas sel akan bertahan lama di tubuh. Suatu saat ada materi virus baru maka antibodi merespon melalui mekanisme imunitas seluler. Imunitas antibodi terlihat ada penurunan setelah 6 bulan, karena ditambah varian virus bertambah dengan varian-varian maka kita melakukan vaksinasi booster," tuturnya. 

Saat ini, terdapat 126 negara yang akan melakukan booster. Vaksin itu difokuskan untuk tiga kelompok yaitu tenaga kesehatan, lansia, dan memiliki kelainan imunitas. 

Meski vaksinasi booster telah dilakukan, menurut Siti Nadia, pemerintah masih berupaya menyelesaikan vaksinasi primer yaitu dosis pertama dan kedua. Pekerjaan Rumah utama pemerintah saat ini adalah vaksinasi lansia. Data lansia yang telah mendapat vaksinasi sejumlah 70 persen, dari jumlah itu baru 45% atau 10 juta yang mendapat dosis lengkap. (RO/OL-7)

Baca Juga

Dok.IPB

Pakar IPB: Risiko Migrasi BPA Paling Tinggi pada Makanan Kaleng

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 29 Mei 2022, 03:13 WIB
Rencana BPOM untuk mencantumkan label BPA pada galon air minum kemasan, yang beredar secara luas di media hingga saat ini, menjadi...
Ist

Ikatan Doktor Alumni UP Tingkatkan Kerja Sama Alumni-Sekolah Pascasarjana

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 29 Mei 2022, 02:57 WIB
Jumlah mahasiswa S3 SPS UP, antara lain didorong program S3 SPS UP yang memiliki akreditasi B mendekati...
Antara

4,5 Juta Lansia Terproteksi Vaksin Booster

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 23:33 WIB
Sementara, capaian vaksinasi dosis kedua bagi kelompok lansia sebanyak 66,50...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya