Senin 17 Januari 2022, 13:00 WIB

Dosis Booster Sinovac Dipastikan Tingkatkan Antibodi Tanpa Reaksi Merugikan

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Dosis Booster Sinovac Dipastikan Tingkatkan Antibodi Tanpa Reaksi Merugikan

MI/Susanto
Petugas memperlihatkan vaksin covid-19 Sinovac.

 

DOSIS ketiga atau booster menggunakan vaksin covid-19 CoronaVac dari SINOVAC Biotech Ltd atau Sinovac dikatakan mampu meningkatkan titer antibodi seseorang tanpa menimbulkan efek yang merugikan.

Peneliti di National Institute of Health Research and Development (NIHRD) Indonesia Ririn Ramadhany mengatakan, dalam studi itu, para peneliti melibatkan para partisipan yang belum terkena covid-19. Mereka mengambil sampel dua kali yakni sebelum para peserta studi mendapatkan booster dan satu bulan setelah mereka mendapatkan dosis ketiga.

Peneliti lalu membandingan tingkat antibodi peserta dan menemukan peningkatan titer antibodi hingga 7,8 kali pada booster homolog dengan Sinovac.

Baca juga: Kasus Omikron Meningkat, Luhut Minta Perkantoran Terapkah WFH

Hasil studi memperlihatkan, tidak ada ada perbedaan signifikan untuk interval kurang dari 6 bulan atau lebih dari 6 bulan antara suntikan kedua dan ketiga. 

Begitu juga titer antibodi berdasarkan kelompok usia, walaupun pada populasi usia lansia atau lebih dari 60 tahun hasilnya rata-rata lebih rendah dibandingkan kelompok usia lain.

"Beberapa bulan setelah vaksin kedua mereka masih memiliki antibodi terhadap SARS-CoV-2. Interval dosis kedua dan ketiga berkisar antar 1,5-9,5 bulan. Median antibodi sebelum booster sekitar 400," tutur Ririn dalam webinar yang membahas seputar penanganan covid-19,Minggu (16/1).

Dari sisi reaksi usai penyuntikan, Ririn mengatakan para peserta tidak melaporkan efek yang merugikan. Umumnya mereka merasakan rasa nyeri di daerah bekas penyuntikan.

Sementara itu, terkait interval pemberian dosis ketiga sejak dosis kedua diberikan, peneliti dari Eijkman-Oxford Clinical Research Unit (EOCRU) Raph Hamers menuturkan, ada perbedaan antara respon imun antara interval yang lebih lama dan lebih cepat. 

Hal itu berdasarkan hasil uji coba booster fase kedua yang dilakukan Sinovac di Tiongkok, yang membandingkan peningkatan pada 2 atau 8 bulan setelah dosis kedua.

Hasil uji memperlihatkan, interval 8 bulan memberikan respon imun yang lebih kuat ketimbang interval 2 bulan. Jadi, secara umum booster diyakini paling efektif dengan interval yang lebih lama. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Dok. Meccaya Group

Meccaya Group Libatkan UMKM Dan Warga Dukung Perayaan Trisuci Waisak 2022 Di Candi Pawon

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 16 Mei 2022, 18:34 WIB
Festival internasional ini diawali dengan doa lintas agama, yang dilanjutkan dengan sambutan dari berbagai tokoh Indonesia maupun...
Ilustrasi

Migrain Muncul Usai Makan Karbohidrat dan Gula, Benarkah?

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 16 Mei 2022, 18:22 WIB
Kemungkinan besar bukan makanan yang menyebabkan migrain, melainkan migrain yang menyebabkan orang menyantap makanan...
Ist

Peningkatan Fasilitas Puskesmas untuk Cegah Penyebaran Hepatitis Akut

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Senin 16 Mei 2022, 18:00 WIB
Ketika sel hati rusak enzim ini dilepaskan dan kadarnya dalam darah menjadi tinggi. Jika nilai SGOT dan SGPT 100 maka harus dirujuk ke...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya