Kamis 13 Januari 2022, 13:43 WIB

KLHK Resmikan Pusat Penyelamatan Satwa Dilindungi di Sumatra Utara

 Atalya Puspa | Humaniora
KLHK Resmikan Pusat Penyelamatan Satwa Dilindungi di Sumatra Utara

Ist/Dok.SRA/.orangutan.org.au
Petugas memberi pengobatan kepada orangutan di Sumatran Rescue Alliance (SRA).

 

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), bekerja sama dengan para mitra membangun pusat penyelamatan satwa liar dilindungi di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara.

Pusat penyelamatan satwa ini diberi nama Sumatran Rescue Alliance (SRA) hasil sinergi antara KLHK melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatra Utara dan Balai KSDA Aceh, bersama dengan organisasi Orangutan Information Center (OIC), serta Orangutan Project.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong mengungkapkan, adanya SRA tersebut merupakan wujud dari tanggung jawab manusia untuk melindungi alam dan lingkungan hidup.

"Upaya ini merupakan wujud atas kewajiban kita sebagai manusia untuk melindungi alam, saling eksis dan hidup berdampingan dengan satwa, karena tanpa satwa-satwa tersebut maka ekosistem akan terganggu, dan berpotensi memunculkan konflik antar manusia dengan satwa," kata Alue dalam keterangan resmi, Kamis (13/1).

"Hutan tidak diciptakan Tuhan hanya untuk manusia saja, namun juga untuk makhluk ciptaan-Nya yg lain," tambahnya.

Alue juga menegaskan bahwa pemerintah sebagai simpul koordinasi dan negosiasi bagi seluruh pemangku kepentingan, sangat terbantu atas sinergi dari berbagai pihak.

Ia berharap semua pihak dapat berkolaborasi agar dapat saling berbagi pengetahuan, sumber daya, dan sebagainya, sehingga upaya penyelamatan satwa menjadi kuat secara bersama-sama.

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik, KLHK, Indra Eksploitasia yang juga hadir pada peresmian ini melaporkan bahwa SRA merupakan salah satu dari empat pusat penyelamatan satwa yang ada di Sumatra Utara.

"Selain SRA, terdapat juga Pusat Rehabilitasi orangutan Mbatubelin, Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatra Barumun, Pusat Penyelamatan Satwa Sibolangit," ucapya,

Kemudian, Steering Commitee SRA, Panut Hadisiswoyo mengungkapkan bahwa pihaknya sangat mendukung program pemerintah untuk melindungi dan menyelamatkan satwa liar yang dilindungi di Indonesia.

"Bersama Balai Besar KSDA Sumatra Utara, SRA melakukan penyelamatan satwa mulai dari penampungan, rehabilitasi serta habituasi untuk reintroduksi kembali ke alam liar," tutup dia.

Sebagai informasi, SRA mulai dibangun pada tahun 2020, di Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara.

Hingga saat ini telah terdapat beberapa satwa yang berhasil diselamatkan antara lain, 4 Owa ungko (Hylobates agilis), 1 Owa sarudung (Hylobates lar), 14 Siamang (Symphalangus syndactylus), 2 orangutan (Pongo abelii), serta 3 beruang madu (Helarctos malayanus).

Saat ini di wilayah kerja BBKSDA Sumatra Utara bertambah menjadi 4 Lembaga Konservasi Khusus diantaranya, Pusat Rehabilitasi orangutan Mbatubelin, Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatra Barumun, Pusat Penyelamatan Satwa Sibolangit. (Ata/OL-09)

Baca Juga

MI/Dede Susianti

Rektor: Jejaring IPB Potensi Besar Cuma Belum Up to Date

👤Dede Susianti 🕔Senin 24 Januari 2022, 10:50 WIB
REKTOR IPB University, Arif Satria menyebutkan jejaring IPB merupakan sebuah kekuatan besar, namun belum semua alumninua up to...
Dok Istimewa

Jaga Kesehatan Tubuh di Masa Pandemi dengan Vitamin dan Suplemen

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 24 Januari 2022, 10:13 WIB
 Ditemukan juga adanya perubahan konsumsi masyarakat saat pandemi yang lebih memilih makanan sehat dan mengonsumsi...
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

NasDem Gelar Vaksinasi untuk Anak dan Booster Hari Ini

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Senin 24 Januari 2022, 10:10 WIB
Okky mengatakan pihaknya akan menggelar vaksinasi anak dan booster ini sampai 22 Februari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya