Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
EPIDEMIOLOG Universitas Indonesia Tri Yunis Miko meminta agar pemerintah pusat mengkaji ulang kebijakan dalam surat keputusan bersama (SKB) 4 menteri yang menentukan penerapan pembelajaran tatap muka (PTM). Terlebih saat ini lonjakan kasus covid-19 mulai terjadi sebagai dampak dari kegiatan liburan yang dilakukan oleh warga.
Miko menjelaskan, ia memahami pemerintah daerah tak bisa begitu saja mengubah kebijakan PTM 100% yang saat ini sedang dilakukan karena harus patuh dan taat kepada SKB tersebut. Untuk itu, ia meminta agar ada revisi terhadap SKB itu.
Baca juga: KemenPPPA : Kesehatan dan Keselamatan Jadi Prioritas Utama Pelaksanaan PTM 100%
"Iya itu yang atur PPKM-nya saya rasa salah ya, pemerintah level 2 dan level 1 tidak ada pembatasan dalam tatap muka begitu atau sekolah. Aturannya yang dibetulkan. Tapi kemudian, Depok aja minta tunda, kemudian Bogor juga minta tunda karena dia turun ke PPKM level 2. Jadi menurut saya Jakarta harusnya mikir," ungkap Miko saat dihubungi, Selasa (11/1).
Harusnya ada perbedaan antara penerapan PTM di setiap level. Karena kenaikan setiap level menunjukkan kenaikan kewaspadaan oleh pemerintah.
Namun, dalam praktiknya, Jakarta yang saat ini berstatus PPKM level 2 masih diperbolehkan menggelar PTM 100% sesuai isi SKB.
"Iya betul. Artinya pembatasan level 1 ke 2 jangan sama. Level 2 dan level 3 juga harus berbeda. Level 3 dan level 4 juga harusnya berbeda," tandasnya.
Ia pun meminta agar pemerintah tak buru-buru mau menghidupkan kembali iklim sekolah yang normal seperti sebelum adanya pandemi karena khawatir yang terkena imbasnya adalah anak-anak.
"Jadi SKB 4 menteri itu benar-benar mau menghidupkan sekolah, cuma tidak mikir. Sebenarnya 100% bisa, dengan giliran jadi misalnya 3 jam. Yang pertama untuk 50% pertama atau 3 jam kedua ya untuk yang sesi berikut 50% yang kedua," papar Miko. (OL-6)
SEKRETARIS Jenderal Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Dudung Abdul Qodir mengapresiasi keputusan pemerintah untuk tetap menerapkan pembelajaran tatap muka.
KEPUTUSAN pemerintah membatalkan rencana pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada April 2026 dinilai sebagai langkah tepat di tengah kekhawatiran penurunan kualitas pendidikan.
KETUA Bidang Advokasi Guru P2G, Iman Zanatul Haeri mengatakan bahwa keputusan pemerintah tetap memberlakukan sekolah tatap muka sudah tepat. Namun, kegiatannya harus berkualitas.
“Dalam situasi seperti ini, keselamatan adalah prioritas utama. Kewajiban kita memastikan seluruh masyarakat berada dalam kondisi aman,”
Unpad EdEx juga telah meresmikan kerja sama perdana dengan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney yang merupakan BUMN Holding Industri Aviasi dan Pariwisata Indonesia.
DINAS Pendidikan Kota Depok, Jawa Barat (Jabar) mengabaikan Instruksi Wali Kota Nomor 12 Tahun 2023 tentang pengendalian pencemaran udara dengan tidak menerapkan PJJ.
Pemerintah memastikan sekolah tetap berlangsung tatap muka di tengah krisis global, dengan fokus pada capaian akademik dan penguatan pendidikan karakter siswa.
Saat ini, banyak platform telah menyediakan fitur kendali orangtua (parental control), namun belum semua orangtua memahami cara mengoperasikannya.
Banjir besar November 2025 menyisakan duka yang belum usai, menjadikan perayaan tahun ini pengingat pahit bahwa bencana datang silih berganti.
Program penguatan kualitas lingkungan belajar dan pengembangan kapasitas siswa digelar untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di Jakarta Timur.
BPIP mengapresiasi Pemprov DKI Jakarta yang menyelenggarakan Sosialisasi Pembelajaran Pendidikan Pancasila bagi satuan pendidikan.
Sejumlah pakar dan hasil kajian sosiologi menunjukkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mampu memperkuat solidaritas dan semangat belajar siswa di sekolah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved