Minggu 09 Januari 2022, 07:25 WIB

Cegah Omikron, Vaksinasi Harus Dibarengi Protokol Kesehatan Ketat

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Cegah Omikron, Vaksinasi Harus Dibarengi Protokol Kesehatan Ketat

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Anggota komunitas pecinta Transjakarta mengenakan baju hazmat melakukan sosialisasi protokol kesehatan di Halte Transjakarta Harmoni.

 

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmidzi mengatakan Kemenkes merekomendasikan perawatan berupa perubahan tata laksana pada pasien asimtomatik dan gejala ringan, contoh penambahan obat molnupiravir dan paxlovid untuk gejala ringan.

“Selain itu, perlu penyiapan isolasi terpusat di DKI Jakarta dan aktivasi program telemedicine untuk isolasi mandiri di DKI Jakarta. Pasien dengan komorbid dengan tingkat keparahan apa pun dirawat di rumah sakit,” kata dr Nadia dalam keterangannya dilansir laman resmi Kemenkes Minggu (9/1).

Hal ini perlu dilakukan mengingat kasus konfirmasi Omikron kembali bertambah. Laporan Jumat (7/1) pemerintah mencatat penambahan kasus sebanyak 57 orang, sehingga total konfirmasi Omikron sebanyak 318 orang.

Kebanyakan orang terinfeksi Omikron adalah mereka yang sudah divaksinasi lengkap dan tidak bergejala sampai bergejala ringan. Artinya dengan vaksinasi dapat mengurangi tingkat keparahan akibat covid-19.

Tidak cukup
Dengan alasan itu, upaya vaksinasi saja tidak cukup, harus dibarengi dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Hal ini penting dilakukan untuk menjamin seseorang aman dari tertular maupun menularkan covid-19 kepada orang lain.

Penambahan 57 orang itu terdiri dari 7 orang transmisi lokal dan 50 orang pelaku perjalanan luar negeri. Secara keseluruhan dari awal kasus Omikron pada Desember 2021 hingga Jumat (7/1) kasus transmisi lokal berjumlah 23 orang dan kasus dari pelaku perjalanan luar negeri berjumlah 295 orang.

Secara kumulatif kasus paling banyak berasal dari Turki dan Arab Saudi. Kemudian kebanyakan kasus konfirmasi Omikron adalah mereka yang sudah lengkap vaksinasi covid-19.

Sebanyak 99% kasus Omikron yang diisolasi memiliki gejala ringan atau tanpa gejala. 97% kasus didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri dan berasal dari Provinsi DKI Jakarta. (OL-12)

Baca Juga

dok.ITB

Jengkel, FOM SBM ITB Somasi Rektor dan MWA ITB

👤Naviandri 🕔Senin 16 Mei 2022, 13:35 WIB
FORUM Orangtua Mahasiswa (FOM) SBM ITB melayangkan somasi kepada Rektor dan pimpinan Majelis Wali Amanat (MWA) ITB mempertanyakan solusi...
MI/Koresponden

KLHK Tingkatkan Antisipasi Karhutla di Sejumlah Wilayah

👤¬†Atalya Puspa 🕔Senin 16 Mei 2022, 11:54 WIB
BMKG mengungkapkan bahwa cuaca panas akan terjadi sepanjang Mei 2022. KLHK akan meningkatkan kewaspadaan munculnya kebakaran...
MI/ MOH IRFAN

Bali Bisa Jadi Percontohan Implementasi Pembanngunan Berkelanjutan

👤Atalya Puspa 🕔Senin 16 Mei 2022, 11:39 WIB
Menteri LHK Siti Nurbaya mengungkapkan bahwa Provinsi Bali bisa menjadi percontohan dalam aktualisasi sustainable developement dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya