Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 3 - 4 Januari 2022.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Utara - Timur dengan kecepatan angin berkisar 5 - 25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Selatan - Barat dengan kecepatan angin berkisar 5 - 20 knot.
"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna utara, perairan Kepulauan Kai - Aru dan Laut Arafuru," kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal dalam keterangannya, Senin (3/1)
Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1,25 - 2,50 meter yang berpeluang terjadi di beberapa perairan seperti perairan utara Sabang, Selat Malaka bagian utara, perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Bengkulu - Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten - Sumbawa, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, Samudra Hindia selatan Banten - Sumbawa.
Laut Natuna bagian utara, Selat Makassar bagian utara, perairan Kalimantan Utara, Laut Sulawesi, perairan utara Gotontalo, perairan Kepulauan Sangihe, perairan utara Sulawesi Utara, perairan Bitung, Laut Maluku bagian selatan, perairan utara Kepulauan Sula - Kepulauan Banggai, perairan Kep. Aru, Laut Halmahera, perairan utara Papua barat - Papua.
Kemudian, gelombang yang lebih tinggi kisaran 2,50 - 4,0 meter berpeluang terjadi di perairan Indonesia lainnya adalah perairan Kepulauan Anambas - Kepulauan Natuna, perairan Kepulauan Talaud, Laut Maluku bagian utara, perairan utara dan timur Hamahera, Samudra Pasifik utara Halmahera - Papua. "Gelombang yang sangat tinggi 4,0 - 6,0 meter berpeluang terjadi di Laut Natuna utara," sebutnya
Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Oleh karena itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter).
Kapal Tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 meter), Kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter), dan kapal ukuran besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 meter). "Mohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," pungkasnya. (H-1)
BMKG Tunggul Wulung Cilacap juga mengingatkan dalam beberapa hari mendatang masih ada potensi hujan di masa mudik Lebaran 2026, sehingga pemudik harus berhati-hati.
MEMASUKI puncak arus mudik Lebaran 2026, Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa Sumba tersebut terjadi pada pukul 18.41 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada hari ini, Senin 16 Maret 2026.
BMKG rilis prakiraan cuaca 16 Maret 2026. Waspada sirkulasi siklonik di Barat Daya Banten & potensi hujan lebat di Jatim, NTT, hingga Papua. Cek detailnya!
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi prakiraan cuaca pada periode awal mudik Lebaran 2026. Secara umum berpotensi hujan lebat.
Garmin GPS Map Series diluncurkan sebagai high-end navigation dengan teknologi dan fitur-fitur yang dibutuhkan di lautan.
Mikroplastik terbentuk dari degradasi produk sehari-hari seperti pakaian, kemasan makanan dan minuman, perabotan rumah, serta kantong plastik, bahkan juga dari produk perawatan.
Kapal yang ditangkap yaitu KM Putra Baru 2 berukuran 30 GT yang dinahkodai Alimin bersama 18 orang ABK. Kemudian KM Malda Jaya 1 berukuran 28 GT dengan nahkoda M Akmal Bakhid dan ABK 17 orang.
PT TRPN membongkar pagar laut yang mereka pasang di perairan Bekasi tepatnya di Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Bekasi, Jawa Barat.
Pakar hukum agraria Universitas Gadjah Mada (UGM), Rikardo Simarmata, menilai kasus ini sebagai cerminan ketidaksinkronan regulasi antara hukum pertanahan dan perairan.
Penelitian terbaru memperkenalkan metode inovatif untuk mengukur AMFT, sebuah komponen penting dalam siklus air Bumi dan perubahan iklim global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved