Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri memiliki kesan mendalam pada momen Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember. Kali ini, Firli sengaja pulang kampung ke kampung halamannya di Palembang. Dia berziarah ke makam orangtua dan menyambangi guru-gurunya semasa di Palembang.
"Memaknai hari ibu, mengisi waktu yg tersisa, memanfaatkan selagi ada kesempatan. Saya lagi pulang ke Palembang. Ziarah ke makam-makam orangtua, terus silaturahmi ke guru-guru. Kita ada seperti sekarang karena orang tua dan guru. Semuanya atas kuasa dan kehendak Allah swt," kata Firli, Rabu (22/12), dalam keterangannya.
Ketua KPK, Firli Bahuri menuturkan, bahwa kunjungannya dalam rangka memperingati hari ibu. Firli punya cara sendiri memperingati momentum Hari Guru.
Menurut Firli, peran guru tidak hanya sekadar mentransfer ilmu pengetahuan dan memberikan bekal kehidupan di masa depan. Tetapi guru juga bagian yang tidak bisa dipisahkan untuk mewujudkan cita-cita negara, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.
"Tidak ada sebuah kesuksesan tanpa andil dari seorang guru. Begitu besarnya peran guru. Guru juga bisa melakukan perubahan peradaban. Dari orang yang tidak beradab menjadi beradab,” ungkap Firli.
Keikhlasan seorang guru, kata Firli, ibarat akar pohon yang memberikan nutrisi kepada ranting, batang, daun, hingga buah. Tetapi manusia hanya melihat kokoh, manis, dan bagusnya bunga dari pohon. Tanpa melihat peran akar di balik itu semua.
Keikhlasan guru, lanjut Firli, juga ibarat gula yang tidak pernah mengatakan dirinya manis. Seperti guru tidak ada yang pernah mengatakan di balik orang sukses itu ada jasa-jasanya. Meskipun di balik setiap kesuksesan orang atau majunya peradaban suatu bangsa tidak pernah bisa dilepaskan dari guru.
"Ikhlasnya guru sama dengan ikhlasnya gula, seperti guru dia tidak pernah ingin disebut jasa guru, tetapi jasanya dirasakan oleh setiap orang oleh setiap umat manusia, oleh setiap murid-muridnya, oleh setiap kemajuan bangsa dan peradaban bangsa itu sendiri," ungkap Firli.
Dalam kesempatan di Palembang, Firli sempat mengunjungi guru agamanya sewaktu di SMAN 3 Palembang. Namanya Syurfah (82). Saat dikunjunginya, Syurfah tak menyangka, anak didiknya itu tiba-tiba datang di kediamannya di Jalan Ariodillah IV, Kecamatan Ilir Timur (IT) Palembang.
Syurfah tak bisa menahan haru, ia kemudian memeluk Firli yang saat ini menjadi pimpinan lembaga negara yang menjadi tulang punggung pemberantasan korupsi di Indonesia.
"Saya sangat bangga dan haru karena ada murid saya dulu mengunjungi saya dan masih ingat dengan saya, walaupun sudah menjadi pejabat di pemerintahan,” ujar Syurfah kepada wartawan di Ilir Timur, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (21/12).
Syurfah kemudian bernostalgia, ia mengenang muridnya sebagai anak yang cerdas dan alim. Selain pintar, Firli dikenal oleh Syurfah merupakan sosok anak didik dengan tata krama yang baik. Bahkan akunya, hingga saat ini Firli masih ingat pelajaran apa yang disampaikan olehnya sewaktu mengajar dulu.
"Saya sempat bertanya kepada beliau mengenai pertanyaan saya semasa sekolah dulu dan beliau masih ingat dengan pertanyaan saya, yang menanyakan berapa kali kita menyebutkan Firli dalam pelaksanaan shalat. Dan jawabannya pun benar yakni sebanyak 17 kali,” ungkap Syurfah.
Ia menuturkan, sangat bangga menjadi seorang guru yang perjuangannya tidak terlupakan seperti dikunjungi mantan muridnya ini Firli Bahuri. "Beliau sudah seperti anak saya sendiri dan hingga kini masih terus ingat kenang-kenangan bersama beliau,” ujarnya.
Dia berharap kepada mantan muridnya tersebut agar terus menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara. “Saya mendoakan yang terbaik kepada beliau khususnya dalam bidang pekerjaannya sekarang ini,” tambahnya. (OL-13)
Baca Juga:Peringati Hari Ibu, Para Ibu Didukung Kelola Emosi Positif dalam Mengasuh Anak
SETIAP Desember, peringatan 'Hari Ibu' dipersoalkan karena dianggap meneguhkan ibuisme—perempuan direduksi pada peran domestik dan pengabdian tanpa kuasa.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen penguatan perlindungan dan pemberdayaan perempuan pada Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 di Surabaya.
Hari Ibu menjadi ruang refleksi atas peran perempuan yang kerap menjadi penopang utama keluarga sekaligus penggerak ekonomi di lingkup paling dasar, yaitu rumah tangga.
Kecenderungan ibu yang selalu menempatkan kebutuhan keluarga di atas kepentingan pribadi sering kali menjadi pedang bermata dua.
Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasinya dalam menyuarakan hak-hak perempuan dan kepemimpinan politik yang berdampak di masyarakat
Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini menegaskan bahwa upaya penurunan emisi gas rumah kaca dapat dimulai dari langkah yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved