Selasa 21 Desember 2021, 14:51 WIB

Pemerintah Perkuat Surveilans dan Karantina Cegah Varian Omikron

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Pemerintah Perkuat Surveilans dan Karantina Cegah Varian Omikron

ANTARA/ Iwan Adisaputra
Calon penumpang berjalan menuju pesawat di ruang keberangkatan Bandara Sentani, Jayapura, Papua, Minggu (19/12/2021).

 

DALAM sepekan terakhir, terjadi peningkatan signifikan kasus covid-19 varian omikron secara global. Kasus omikron global meningkat dari 7.900 kasus menjadi 62.342 kasus atau sekitar delapan kali lipat. Untuk itu, pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi lonjakan kasus varian baru tersebut.

“Kami dengan bantuan TNI, Polri, dan Kemendagri akan memperkuat proses surveilans dan juga karantina di pintu masuk-pintu masuk laut dan darat,” kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam Keterangannya Selasa (21/12)

Menkes menambahkan, tingkat positivity rate pelaku perjalanan yang masuk melalui jalur darat dan laut cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan jalur udara.

Baca juga: Menkes Minta Tempat Karantina Pelaku Perjalanan Internasional Ditambah

“Dalam seminggu terakhir terjadi peningkatan pelaku perjalanan luar negeri yang cukup tinggi di seluruh pintu masuk. Kita sudah amati, semua kita tes PCR dan genome sequencing, ternyata pintu masuk laut dan pintu masuk darat jauh lebih tinggi positivity rate-nya dibandingkan pintu masuk udara,” ujarnya.

Selain dengan tes whole genome sequencing (WGS), ujar Budi, pihaknya juga menggunakan tes PCR dengan metode S gene target failure (STGF) yang dapat lebih cepat mendeteksi varian covid-19.

"Tes PCR dengan SGTF berfungsi sebagai marker jadi tidak 10 persen seperti WGS tapi kemungkinan besar bisa mendeteksi omikron dalam waktu 4-6 jam saja, sedangkan WGS membutuhkan 3-5 hari,” terangnya.

Terkait kasus omikron yang sudah terdeteksi di Indonesia, Menkes menegaskan bahwa semua kasus tersebut berasal dari luar negeri atau imported case.

“Sekarang kita sudah bisa mengonfirmasi bahwa tenaga kebersihan tersebut kenanya pada tanggal 8 Desember berasal dari pelaku perjalanan luar negeri seorang wanita Indonesia yang datang pada tanggal 27 November dari Nigeria. Jadi sudah terbukti bahwa semua kasus yang ada di Indonesia adalah imported case,” jelasnya.

Pengetatan pintu kedatangan negara pun dilakukan pemerintah untuk mencegah adanya kasus imported case terutama varian omikron.

"Perlu kita perketat kedatangan luar negeri kita dan karantina kita agar kasus-kasus yang datang dari Nigeria, yang datang dari London, yang datang dari Guyana, Amerika ini bisa terus kita jaga,” pungkasnya. (H-3)

Baca Juga

Ilustrasi

Pantangan Darah Tinggi, Penderita Hipertensi Hindari Makanan Ini

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Rabu 07 Desember 2022, 00:00 WIB
Penderita darah tinggi harus memperhatikan pola makannya seperti dengan menghindari makanan yang dapat memicu tekanan darah...
Ilustrasi

Manfaat Daun Binahong, Ini Cara Mengkonsumsinya

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Selasa 06 Desember 2022, 23:57 WIB
Daun binahong mengandung nutrisi seperti vitamin E, zat besi, asam folat, protein, kalsium, flavonoid, riboflavin dan beta...
ANTARA

Peraturan Tentang Disabilitas di Indonesia Masih Minim

👤Naufal Zuhdi 🕔Selasa 06 Desember 2022, 23:50 WIB
Wakil Ketua Komisi Nasional Disabilitas (KND), Deka Kurniawan, mengatakan bahwa baru sekitar 20 persen daerah di Indonesia yang sudah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya