Minggu 19 Desember 2021, 15:37 WIB

Antisipasi Omicron, DPR Minta Pemerintah Batasi Pelancong dari Luar Negeri

 Indriyani Astuti | Humaniora
Antisipasi Omicron, DPR Minta Pemerintah Batasi Pelancong dari Luar Negeri

Ist/DPR
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher.

 

ANGGOTA Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah agar membatasi akses pelancong dari luar negeri ke Indonesia guna mencegah masuknya varian Omicron Covid-19.

"Batasi dan perketat akses masuk pelancong dari luar negeri. Lakukan tes PCR, isolasi dan karantina secara ketat. Pastikan para pelancong yang datang ke Indonesia menjalani protokol kesehatan secara menyeluruh, " kata Netty dalam keterangan tertulis, Minggu (19/12/2021).

Varian Omicron, kata Netty, sudah masuk ke Indonesia. "Kasus pertama ditemukan pada seorang pasien Covid-19 berinisial N yang merupakan petugas kebersihan di Wisma Atlet Jakarta. Selain itu, tiga TKA Tiongkok yang transit di Manado juga dinyatakan sebagai probable varian Omicron."

Menurutnya, kasus Omicron di wisma atlet harus menjadi sinyal bahwa ada yg menularkan pada petugas kebersihan, apakah di lokasi atau di lingkungan sekitar tempat tinggal yang bersangkutan.

"Segera lakukan tracing untuk menelusuri pesebarannya. Jangan sampai kita kecolongan karena pembawa virus malah bebas berkeliaran di tengah masyarakat," ungkap Netty.

Netty meminta pemerintah mengedukasi masyarakat terkait gejala dan sifat dari varian Omicron serta agar segera melapor pada pihak berwenang jika menemukan kasusnya di lapangan.

"Jangan hanya ribut soal masuknya Omicron, tapi masyarakat tidak diberitahu bagaimana langkah mitigasinya," katanya.

Selain itu, kata Netty, pemerintah harus meningkatkan kesiapsiagaan sarana dan prasarana faskes di dalam negeri, termasuk obat, SDM, tenaga pendukung dan sebagainya sebagai antisipasi lonjakan kasus.

"Kita tidak berharap kasus Omicron meningkat, tapi bersiaga menghadapinya adalah wajib. Selain meningkatkan kesiagaan faskes, laju vaksinasi juga harus ditingkatkan, termasuk memastikan pengadaan vaksin dan distribusinya ke daerah-daerah secara proporsional," ujarnya.

Hal ini diminta Netty karena beberapa minggu ke belakang, laju vaksinasi menurun.

"Bagaimana program vaksin untuk anak 6-11 tahun dan vaksin booster bisa berjalan dengan baik jika mekanisme pengadaan vaksin belum clear? Jangan sampai di tengah jalan kita kehabisan stok vaksin," kata Netty.

Terkait membangun kesadaran masyarakat, Netty meminta Satgas Covid-19 jangan kendor mengajak peran serta publik dalam menjaga disiplin protokol kesehatan.

"Perang ini hanya dapat dimenangkan dengan partisipasi dan kolaborasi optimal semua pihak, terutama masyarakat, dalam menjaga disiplin prokes di mana pun berada. Jangan sampai masyarakat merasa pandemi sudah berakhir dan euforia memuaskan dahaga berkumpul dengan abai prokes," ujarnya. (Ind/OL-09)

Baca Juga

ANTARA

Jokowi Sukses Buka Akses Pendidikan Bagi Masyarakat Kurang Mampu

👤Widhoroso 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 16:45 WIB
SEJUMLAH kebijakan di sektor pendidikan yang dijalankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berdampak positif bagi...
MI/ HO

PGRI Serukan Dialog Bahas RUU Sisdiknas

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 16:32 WIB
Tujuannya, agar menghasilkan UU yang  komprehensif membuat dunia pendidikan di Tanah Air lebih...
Satgas Penanganan Covid-19

Satgas Covid-19: Kenaikan Mobilitas Masyarakat Tertinggi selama Pandemi

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 16:25 WIB
KENAIKAN mobilitas masyarakat Indonesia saat ini menjadi yang tertinggi selama pandemi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya