Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meminta masyarakat lebih mementingkan adanya prakonsepsi dibandingkan menggelar acara pre-wedding. Hal itu untuk meningkatkan kesehatan keluarga khususnya para ibu.
“Jangan hanya pre-wedding saja yang dipentingkan sebelum nikah, prakonsepsi jauh lebih penting dan harganya jauh lebih murah daripada pre-wedding," kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam keterangan resmi, Jumat (17/12).
Prakonsepsi merupakan langkah perawatan sebelum terjadi kehamilan dengan rentang waktu tiga bulan hingga satu tahun. Menurut Hasto, prakonsepsi dan pemeriksaan kesehatan yang perlu dilakukan sejak tiga bulan sebelum menikah harus dilakukan sebagai bentuk upaya mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan pada saat kehamilan, seperti janin tumbuh dalam kondisi yang lambat.
Pemeriksaan kesehatan tersebut juga membantu ibu untuk mencegah anak lahir dalam keadaan stunting (lahir dalam kondisi kerdil). Sebab itu akan menyebabkan tumbuh kembang anak menjadi tidak maksimal, terganggunya intelektual anak serta rentan terkena penyakit saat menginjak usia dewasa.
“Ditambah lagi, di umur 45 biasanya sakit kardiovaskuler seperti serangan jantung dan stroke. Jika dilihat sebabnya, stunting disebabkan oleh kurang sub optimal health atau sub optimal nutrition atau asuhannya kurang baik,” imbuhnya.
Untuk membantu keluarga dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi, BKKBN terus memperkuat kerja sama dengan kementerian dan lembaga dari tingkat pusat hingga daerah. Kolaborasi itu guna mempercepat penurunan angka stunting menjadi 14% pada 2024.
Pihaknya juga turut mengerahkan tim pendamping keluarga sebanyak 600 ribu personel yang tersebar di seluruh Indonesia untuk memberikan edukasi serta pendampingan pada ibu hamil. Ia berharap setiap keluarga rajin untuk memeriksakan kesehatannya baik di fasilitas kesehatan maupun melalui aplikasi yang dikembangkan oleh BKKBN untuk mencegah kelahiran anak dalam keadaan stunting. “Jika memang terindikasi satu penyakit akan dikirimkan modul sesuai alamat keluarga tersebut,” kata dia.
Sekretaris Utama BKKBN Tavip Agus Rayanto mengatakan hingga saat ini angka prevalensi stunting masih mencapai 27,67%. Jauh dari standar yang telah direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). “Soal stunting ini bukan masalah sepele. Jumlah tersebut masih di atas standar rekomendasi WHO yakni di bawah 20 persen," kata Tavip.
Tavip menegaskan bahwa stunting dapat berpengaruh pada rendahnya kualitas sumber daya manusia. Lantaran rendahnya kecerdasan, kemampuan anak berpolitik serta meningkatnya risiko penyakit tidak menular.
Oleh sebab itu, penting bagi Indonesia untuk dapat bersama-sama mengatasi stunting. Sehingga generasi bangsa bebas dari berbagai macam penyakit, sehat dan menjadi anak-anak cerdas yang unggul berkualitas. "Stunting adalah sebuah ancaman pembangunan di masa mendatang karena rendahnya kualitas sumber daya manusia," tandasnya.(H-1)
Sejak 2019, Faris terjun ke NTT untuk melakukan misi sosial dalam penanganan masalah kesehatan di daerah itu.
Pemanfaatan kacang hijau untuk mengatasi stunting dinilai sangat relevan karena aksesnya yang mudah, harga terjangkau, serta kandungan gizi yang tinggi.
Selain penurunan angka stunting, hasil evaluasi menunjukkan bahwa 64,28 persen balita peserta program mengalami perbaikan status gizi.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
SELAMA ini kita terlalu sering memaknai pembangunan sebagai pembangunan fisik: jalan, jembatan, gedung, kawasan industri, dan infrastruktur digital, tapi melupakan manusia
Kemenkes ungkap 6% bayi di Indonesia lahir dengan berat badan rendah (BBLR) lewat Program Cek Kesehatan Gratis 2025. Simak risiko stuntingnya.
Mengonsumsi ikan akan memberi energi, protein dan berbagai jenis nutrien yang penting bagi kesehatan.
Tiga tinjauan Cochrane yang ditugaskan WHO mengungkap potensi besar obat GLP-1 untuk penurunan berat badan, namun pakar peringatkan risiko jangka panjang.
WHO terus memantau sejumlah penyakit infeksi paru berat seperti flu burung, MERS, influenza berat, dan virus Nipah yang berisiko tinggi bagi kesehatan global.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi memasukkan virus Nipah (NiV) ke dalam daftar patogen prioritas yang berpotensi memicu pandemi berikutnya.
DISEASE Outbreak News (DONs) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan laporan resmi meninggalnya pasien akibat infeksi virus Nipah (NiV) di Banglades
LEBIH dari 18.500 pasien di Gaza, Palestina, membutuhkan pengobatan medis khusus yang tidak tersedia di daerah kantong tersebut. Demikian menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved