Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK cara dan metode untuk membuat anak didik baik pelajar maupun mahasiswa untuk tertarik dengan materi pelajaran yang diberikan, aktif di kelas, terbuka, dan pada saat bersamaan, pendidikan, baik guru maupun dosen, bisa menjadi sahabat bagi anak didik.
Untuk mencapai tujuan ideal itu tidak sulit asalkan guru maupun dosen benar-benar serius dalam mengajar, menguasai bidangnya, demokratis, dan mengetahui watak dan karakter anak didiknya.
Pernyataan tersebut disampaikan dosen Akademi Televisi Indonesia (ATVI), Suradi, MSi, yang punya pengalaman lama sebagai guru di SMAN 8 Jakarta pada acara Bincang Santai dengan tema 'Menjadi Sahabat Bagi Anak Didik' melalui channel Youtube Teras LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ) ATVI pada Kamis malam (2/12).
Bincang Santai dengan tema 'Menjadi Sahabat Bagi Anak Didik' dipandu Ketua LPPM ATVI, Dr.Ratih Damayanti dan didukung tim kreatif IT yang termasuk juga dosen ATVI, Teguh Setiawan itu dilakukan secara interaktif.
Peserta dapat bertanya dan memberikan pandangannya melalui chat di channel Youtube. Ini merupakan acara perdana Teras LPPM yang akan berlanjut secara kontinyu dwi mingguan.
Menurut Suradi, yang juga dikenal sebagai jurnalis dan penulis buku ini, tantangan terbesar dalam proses pembelajaran baik di masa tahun 1990-an maupun saat ini adalah bagaimana peserta didik, baik pelajar maupun mahasiswa memahamii apa yang diajarkan setelah itu dapat mengaplikasikannya untuk kepentingan studi dan karier di masa depan.
“Pemahaman tentang pentingnya bidang studi, kaitannya dengan kehidupan masa lalu, kini dan mendatang, serta informasi bidang karier yang dibutuhkan, jadi daya tarik siswa maupun mahasiswa selalu dekat dengan kita,” katanya.
Ratih Damayanti juga mengatakan, berawal dari itikad baik dari para dosen tetap ATVI untuk dapat mendedikasikan ilmunya agar dapat berbagi dengan publik secara lebih luas, maka muncullah ide untuk membuat konten pengabdian kepada masyarakat melalui kanal Youtube Teras LPPM ATVI.
Nama Teras dipilih karena teras dapat dianalogikan sebagai ruang terbuka di depan rumah yang sering dijadikan tempat berkumpul dan berdiskusi santai.
“Ini sesuai dengan format konten yang diangkat yaitu membahas tentang berbagai topik yang di kemas secara ringan namun mencerdaskan dan dapat memberikan inspirasi positif bagi viewers-nya," jelasnya.
"Teras LPPM ATVI merupakan media Publikasi para Dosen ATVI untuk berkontribusi dalam pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi , khususnya dalam bidang Pengabdian Kepada Masyarakat,” ujar Ratih.
Sementara tim kreatif yang juga dosen ATVI, Teguh Setiawan mengatakan,"Awalnya konten ini akan di tayangkan di kanal saya mastepedia yang memang rutin mengadakan bincang secara live dengan nara sumber alumni, dosen dan orang yang berkompeten."
Namun memanfaatkan peringatan Hari Guru Nasional, Teguh berdiskusi untuk membuat konten yang lebih serius dengan memanfaatkan kanal Teras LPPM ATVI yang memang belum lama aktif.
“Sebagai orang yang berada di balik layar ,yang mengurusi kreatif, teknis dan konsep penayangan saya menyulap seperangkat komputer di rumah menjadi ruang kontrol room untuk mengendalikan tayangan ini agar kualitasnya tetap terjaga, baik audio maupun visual,” papar Teguh.
Tips dekat dengan anak didik
Dalam bincang santai selama 90 menit itu, Suradi yang juga menulis buku berjudul “Bangga Menjadi Guru SMAN 8 Jakarta” ini memberikan beberapa tips agar guru maupun dosen bisa menjadi sahabat anak didik.
Pertama, menguasai bidang pelajaran atau materi yang diajarkan karena ini modal pertama untuk percaya diri di dalam kelas.
Kedua, berusaha memahami setiap karakter dan watak anak didik, sehingga berbagai kendala dalam proses mengajar bisa diselesaikan dengan baik, sebab setiap peserta didik punya masalahnya sendiri.
“Kita juga harus bersikap demokratis dan memberikan kesempatan setiap anak didik untuk bertanya dan mengajukan pandangannya atas materi pelajaran," jelas alumnus Universitas Indonesia.
"Suasana kelas yang demokratis menumbuhkan semangat belajar yang tinggi. Lalu, kita mesti kreatif dalam metode pengajaran. Sekarang sangat mudah mencari tambahan bahan ajar dan alat peraga lewat Youtube atau media sosial. Terakhir, usahakan mendekatkan diri dengan anak didik dalam setiap kegiatan,” paparnya. (RO/OL-09)
PENDIDIKAN bisa jadi merupakan salah satu konsep dan aktivitas yang paling kompleks serta multidimensional dalam sejarah manusia.
BAGAIMANA pendidikan dapat tetap berjalan ketika banjir merenggut kelas, fasilitas, bahkan rasa aman?
Institusi pendidikan tidak boleh sekadar menjadi penonton di tengah dinamika dunia yang bergerak cepat.
Universitas Pembangunan Jaya menggelar seminar internasional membahas peran AI dalam transformasi pendidikan tinggi bersama akademisi Indonesia, Malaysia, dan Taiwan.
SELAMA puluhan tahun, Indonesia terjebak dalam delusi bahwa mutu pendidikan bisa ditingkatkan hanya dengan menyuntikkan dana ke sekolah atau mengganti label kurikulum
Sekretaris Kabinet menjelaskan bahwa anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 % dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sesuai amanat konstitusi.
antara niat baik kebijakan dan keterbatasan struktur. Di titik inilah kesejahteraan guru non-ASN menjadi cermin cara negara mengelola tanggung jawabnya sendiri.
FOKUS pemerintah terhadap dunia pendidikan melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kepada guru saat ini sangat luar biasa
Sulianto Indria Putra, melalui komunitas TWS, menginisiasi bantuan finansial dan dukungan materi yang dirancang untuk bersifat jangka panjang, bahkan seumur hidup bagi para guru tersebut.
TIDAK semua keberangkatan dimulai dengan surat tugas. Sebagian justru lahir dari sesuatu yang lebih sunyi, dari panggilan hati yang tidak bisa ditunda.
Dengan 98.036 Guru lulus PPG Batch 4, total guru binaan Kemenag yang telah tersertifikasi hingga saat ini mencapai 659.157 Guru.
Selain berorientasi pada murid, guru sebagai jantung perubahan di ekosistem pendidikan perlu mendapatkan perhatian serius.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved