Senin 22 November 2021, 08:05 WIB

Wajah Indonesia 2024: Aditokoh Ekonomi Digital di Asia Tenggara

mediaindonesia.com | Humaniora
Wajah Indonesia 2024: Aditokoh Ekonomi Digital di Asia Tenggara

DOK KOMINFO

 

EKONOMI digital Indonesia diprediksi akan tumbuh hingga 8 kali lipat pada 2030. E-commerce memberikan kontribusi terbesar dalam pertumbuhan ini, yaitu sebanyak 34% atau setara dengan Rp1.900 triliun. 

Menurut Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi saat memberi keterangan usai Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Hilirisasi Ekonomi Digital pada Kamis (10/6) silam, di 2030 nanti, business-to-business (B2B) juga akan tumbuh dengan besaran 13% atau setara dengan Rp763 triliun, health-tech akan menjadi Rp471,6 triliun atau 8% dari pertumbuhan, dan produk domestik bruto (PDB) Indonesia akan tumbuh dari Rp15.400 triliun menjadi Rp24.000 triliun.

“Indonesia akan mempunyai GDP besar lebih dari 55% daripada GDP digital ASEAN, jumlahnya kira-kira Rp323 triliun dan akan tumbuh menjadi Rp417 triliun pada 2030,” imbuhnya seperti dikutip dari laman Sekretariat Kabinet (Setkab).

Baca Juga: Pemerintah Dorong Kendaraan Ramah Lingkungan Rendah Emisi

Ada banyak faktor yang mendorong perkembangan ekonomi digital di Indonesia, tetapi utamanya dapat dibagi menjadi dua perspektif, yaitu industri dan konten. Dari sisi industri, banyak operator telekomunikasi yang berlomba-lomba membangun infrastruktur secara masif mulai dari jaringan 2G, 3G, 4G, hingga 5G. Masifnya perluasan akses internet ini juga dibarengi dengan menjamurnya berbagai jenis gawai dengan harga miring untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

Dari sisi konten, menggeliatnya penggunaan smartphone dan munculnya berbagai aplikasi media sosial seperti Instagram dan TikTok turut menjadi pendorong utama dalam perkembangan ekonomi digital. Masyarakat kini tidak hanya menggunakan media sosial utnuk berjejaring saja, melainkan juga mengoptimalkannya untuk aktivitas yang bersifat ekonomis seperti berkarya menjadi kreator, berbisnis hingga berdagang. Media sosial kini telah menjelma menjadi realitas kehidupan ekonomi dan sosial di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto pernah menyebutkan bahwa nilai ekonomi digital Indonesia saat ini telah mencapai angka US$44 miliar. Angka itu diperkirakan akan tumbuh hingga 8 kali lipat pada 2030 atau menjadi sekitar US$352 miliar. Tak mengherankan jika Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang jauh lebih besar dari negara-negara lain di kawasan ASEAN.

Meski demikiran, masifnya pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia tentu memunculkan beberapa tantangan baru, seperti inklusi sosial, aksesibilitas, hingga ekonomi berkelanjutan. Hal ini juga ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo dalam sambutannya pada acara pembukaan Regional Conference on Industrial Development (RCID) ke-2 (10/11). 

“Digitalisasi industri memang menjanjikan, yakni meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan nilai tambah yang memberikan peluang untuk berkembang, bahkan melompat. Namun, harus disadari transformasi digital dapat menghadirkan digital paradoks,” paparnya.

Oleh sebab itu, transformasi digital juga harus dibarengi pembangunan industri yang inklusif dan berkelanjutan dengan memperbesar partisipasi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), memperkuat SDM sektor Industri Kelas Menengah (IKM), mendorong berjalannya ekonomi sirkular, dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam. 

Meski pembangunan infrastruktur digital masih belum merata, akan tetapi ekonomi digital di Indonesia bertumbuh sangat pesat. Hal ini ditandai dengan merebaknya berbagai perusahaan rintisan atau start-up berbasis aplikasi. Sampai September 2021, tercatat ada lebih dari 2.100 perusahaan rintisan dengan 7 di antaranya merupakan unicorn dan 2 decacorn. 

Sebagai upaya dalam percepatan ekonomi digital di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) turut mendorong penyusunan tata kelola sektor jasa keuangan digital yang berkualitas, aman dan bermanfaat bagi peningkatan akses menuju inklusi keuangan di masyarakat. Hal ini untuk mendorong ekosistem digital dan pertumbuhan sektor jasa keuangan yang sehat. 

“Kominfo secara aktif ikut memastikan ekosistem dan praktik tata kelola sektor jasa keuangan digital yang aman dan dipercaya oleh masyarakat, melalui pengawasan secara sinergi dan kolaborasi bersama kementerian dan lembaga-lembaga terkait,” kata Menteri Johnny G Plate dalam acara Forum Ekonomi Digital Kominfo II, akhir September lalu.

Di balik merebaknya peluang inovasi digital, Indonesia masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang harus diatasi demi terciptanya ekosistem digital yang baik. Untuk mewujudkan hal tersebut, ada tiga kunci utama yang harus dilakukan pemerintah, yaitu pembangunan infrastruktur digital yang in¬klusif serta merata, pembuatan regulasi, dan pengembangan SDM yang unggul.

Sebagai panjang tangan pemerintah, Kominfo turut mendukung percepatan ekonomi digital. Tidak hanya dengan membangun infrastruktur digital, melainkan juga dengan meningkatkan kompetensi talenta digital, terutama dalam hal literasi dan kapasitas. Pengembangan kompetensi ini dilakukan dengan pendekatan piramida, yaitu dari tingkat dasar, menengah, dan mahir. (RO/S2-25)
 

Baca Juga

MI/Lina Herlina

Prof.Jamaluddin Jompa Terpilih Jadi Rektor Universitas Hasanuddin

👤 Lina Herlina 🕔Kamis 27 Januari 2022, 19:05 WIB
Ahli Biologi dan Ekologi kelautan, Prof.Jamaluddin Jompa unggul dari dari dua pesaingnya setelah memperebutkan 25...
MI/Adi Kristiadi

Kemendikbudristek Klaim Kurikulum Prototipe Bisa Kurangi Kesenjangan Pendidikan 

👤Faustinus NUa 🕔Kamis 27 Januari 2022, 18:59 WIB
Dengan menekankan pada fleksibilitas dan tidak padat materi pembelajaran, hal itu bisa meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mengatasi...
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Menkes: Tingkat Keparahan Omikron Rendah, Jangan Panik

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 27 Januari 2022, 18:12 WIB
Ciri-ciri yang kedua dari varian omikron yakni hospitalisasi rate lebih rendah dan tingkat keparahannya juga lebih...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya