Selasa 26 Oktober 2021, 23:58 WIB

Puan Apresiasi Jokowi Soal Penurunan Harga Tws PCR

Ant | Humaniora
Puan Apresiasi Jokowi Soal Penurunan Harga Tws PCR

AFP
Ilustrasi

 

KETUA  DPR RI Puan Maharani mengapresiasi sikap Presiden Joko Widodo yang meminta harga tes PCR diturunkan menjadi Rp300 ribu dengan masa berlaku 3x24 jam agar bisa menjadi syarat perjalanan untuk semua moda trasportasi. Meskipun demikian, dia mengingatkan bahwa hal tersebut masih akan membebani rakyat, karena harga tiket transportasi massal banyak yang lebih murah dari harga tes PCR.

"Misalnya masih ada tiket kereta api yang harganya di kisaran Rp75 ribu untuk satu kali perjalanan dan tiket bus AKAP dan kapal laut. Saya kira kurang tepat bila kemudian warga masyarakat pengguna transportasi publik harus membayar lebih dari tiga kali lipat harga tiket untuk tes PCR,” kata Puan di Jakarta, Selasa (26/10).

Puan memahami kebijakan tes PCR bagi semua pengguna moda transportasi bertujuan untuk mengantisipasi gelombang baru COVID-19, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2022. Dia berharap harga PCR tidak lebih mahal dari tiket transportasi publik yang mayoritas digunakan masyarakat.

Menurut dia, jika harga tes PCR masih lebih mahal dari tiket transportasi massal yang mayoritas digunakan masyarakat, dikhawatirkan akan terjadi diskriminasi terhadap warga masyarakat. “Apakah artinya masyarakat yang mampu membayar tiket perjalanan, namun tidak mampu membayar tes PCR, lantas tidak berhak melakukan perjalanan? Hak mobilitas warga tidak boleh dibatasi oleh mampu tidaknya warga membayar tes PCR," ujarnya.

Selain itu Puan juga menyoroti fasilitas kesehatan di daerah-daerah yang akan melakukan tes PCR jika kebijakan ini akan diberlakukan. Dia mempertanyakan apakah fasilitas kesehatan di semua daerah sudah mumpuni jika tes PCR menjadi syarat wajib di semua moda transportasi, sehingga kebijakan tersebut harus benar-benar dipertimbangkan.

Karena itu dia menilai tes PCR sebaiknya tetap difungsikan sebagai alat diagnosa COVID-19, sedangkan untuk skrining dapat menggunakan tes antigen dan mengoptimalkan aplikasi PeduliLindungi. “Aplikasi PeduliLindungi dibuat untuk mengetahui status seseorang. Seharusnya ini yang dimaksimalkan, bagaimana pemerintah mampu menelusuri suspect COVID-19 agar tidak berkeliaran hingga statusnya kembali hijau," katanya.

Menurut dia, untuk menghindari gelombang ketiga COVID-19 yang diprediksi akan terjadi karena imbas libur panjang akhir tahun, pemerintah diharapkan lebih menekankan penegakan disiplin protokol kesehatan pada masyarakat. Langkah itu, menurut Puan, selain pengetatan skrining, langkah 3T (testing, tracing, treatment) dan vaksinasi yang harus semakin digencarkan.

Namun dia menilai, jika pemerintah merasa masih memerlukan kebijakan tambahan untuk mengantisipasi libur Natal dan tahun baru, hendaknya jangan membatasi di hilir dengan tes PCR, namun menerapkan kebijakan tambahan di hulu. (OL-8)

Baca Juga

Dok. LaSalle College Jakarta

LaSalle College Jakarta Angkat Wastra Nusantara di JFW 2022 dengan Tema Prolusio 

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Desember 2021, 23:50 WIB
Tahun ini, LaSalle College menampilkan 14 desainer yang mengangkat wastra nusantara sebagai...
MI/ Irfan

Vaksinasi Lansia di Temanggung Lampaui 60 Persen

👤Ant 🕔Rabu 08 Desember 2021, 23:47 WIB
"Maka semua indikator level pandemi telah memenuhi syarat untuk masuk level 1,"...
Dok. UNJ

UNJ Kukuhkan 3 Guru Besar dari 3 Fakultas 

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Desember 2021, 23:10 WIB
Tiga guru besar yang dikukuhkan, yaitu Wardani Rahayu yang dikukuhkan sebagai guru besar tetap bidang Ilmu Evaluasi Pendidikan Matematika...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya