Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebanyak 15 titik panas (hot spot) kembali muncul di Nusa Tenggara Timur yang tersebar di Pulau Timor dan Pulau Alor.
"Sebaran titik panas tersebut masih terdeteksi muncul hingga update terakhir pada Selasa (26/10) hari ini, pukul 12.00 WITA," kata Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang BMKG, Agung Sudiono Abadi di Kupang, Selasa (26/10).
Ia menyebutkan ke-15 titik panas tersebut tersebar di Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor, Pulau Alor sebanyak tiga titik, dan sisanya di Pulau Timor yaitu dua titik di Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu.
Selain itu di Kabupaten Kupang yaitu Amarasi Barat dan Amarasi Selatan masing-masing satu titik dan Amarasi Timur dua titik, Kabupaten Timor Tengah Selatan yaitu Amanatun Utara satu titik, Amanatun Tengah satu titik, Molo Utara dua titik serta Kabupaten Timor Tengah Utara yaitu Miomaffo Timur dan Pembantu Insana masing-masing satu titik.
Agung menjelaskan sebaran titik panas tersebut terdeteksi berdasarkan hasil pantauan Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP dan NOAA20 oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).
Satelit akan mendeteksi anomali suhu panas dalam luasan 1 km persegi dan pada suatu lokasi di permukaan bumi akan diobservasi 2-4 kali per hari.
Citra satelit tersebut hanya menilai anomali reflektivitas dan suhu sekitar yang diinterpretasikan sebagai titik panas. "Penyebab adanya anomali tersebut tidak dapat kami pastikan," katanya.
Agung menambahkan namun pada wilayah yang tertutup awan maka titik panas tidak dapat terdeteksi.
Kondisi kekeringan dan embusan angin yg kencang juga menjadi penyebab tidak langsung dalam sebaran suatu titik panas tersebut, katanya. (Ant/OL-12)
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
UPAYA pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus dilakukan secara intensif.
Dari sebanyak 8 lokasi Karhutla di Riau, wilayah Kabupaten Pelalawan merupakan daerah yang cukup luas terdampak.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan status siaga darurat Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) per Jumat (13/2) yang berlaku hingga 30 November 2026 mendatang.
KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Provinsi Riau terus meluas dan bahkan telah menembus hingga 745,5 hektare (ha).
JUMLAH titik panas atau hotspot sebagai indikator karhutla di Riau terus melonjak. Berdasarkan pantauan terakhir satelit ditemukan sebaran titik panas yakni 336 di sumatra
Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Memasuki musim kemarau, Kabupaten Kotawaringin Timur kini berada dalam status waspada tinggi terhadap potensi Karhutla
Banyaknya titik panas yang selalu terpantu satelit ini disebabkan kondisi cuaca yang begitu panas dan angin kencang.
Kementerian Lingkungan Hidup mengeklaim hotspot di Provinsi Riau, berdasarkan data dari sistem Sipongi (semua satelit), periode 26 Juli 2025 tidak ada dalam kategori tinggi.
BMKG memperingatkan tingginya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau dan sekitarnya, menyusul puncak musim kemarau awal Agustus.
Penurunan luas karhutla dimulai sejak 2015 seluas 2,6 juta hektare, menjadi 1,6 juta hektar (2019), 1,1 juta hektare (2023), dan 24.154 hektare pada 2024.
Menggunakan smartphone sebagai hotspot untuk berbagi koneksi internet memang sangat praktis, terutama saat Anda tidak memiliki akses Wi-Fi atau ketika sedang dalam perjalanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved