Senin 25 Oktober 2021, 18:57 WIB

Banyak Kritik Soal Aturan PCR, Satgas: Dievaluasi Setiap Dua Minggu

Atalya Puspa | Humaniora
Banyak Kritik Soal Aturan PCR, Satgas: Dievaluasi Setiap Dua Minggu

Antara
Ilustrasi petugas medis melakukan tes usap PCR kepada seorang warga.

 

KEBIJAKAN terbaru pemerintah soal tes PCR bagi penumpang angkutan udara menuai banyak kritik. Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan tetap menerapkan kebijakan itu sesuai Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 21 Tahun 2021 dan Instruksi Mendagri Nomor 53 dan 54 Tahun 2021. 

Adapun, sejumlah aturan akan terus dievaluasi sesuai dengan kondisi di lapangan. "Semua regulasi akan tetap dievaluasi per dua minggu," ujar Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Alexander Ginting, Senin (25/10).

Baca juga: Pemerintah Turunkan Harga Tes PCR Jadi Rp300 Ribu

Menurutnya, ada sejumlah pertimbangan pemerintah untuk mengeluarkan aturan pengetatan perjalanan di tengah pelonggaran kapasitas penumpang pesawat. Pertama, adanya varian baru khusus Delta dan sub variannya yang lebih menular, sehingga dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas

Kedua, adanya kelompok rentan, seperti lansia, komorbid, disabilitas dan ibu hamil, yang kini diizinkan melakukan perjalanan. "Selanjutnya, social mixing yang tinggi akibat mobilitas meningkat. Komunikasi risiko yang harus berkelanjutan dan ketidakpatuhan protokol kesehatan yang meningkat," imbuh Alexander.

Dia menegaskan bahwa aturan tes PCR diterapkan untuk keselamatan masyarakat dari potensi penularan covid-19. "Semangatnya menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat dari ancaman pandemi. Kendati sudah banyak perbaikan, tetapi penularan (covid-19) masih ada di komunitas," pungkasnya.

Baca juga: Diprediksi Hampir 20 Juta Orang Jawa-Bali Lakukan Mobilitas saat Libur Nataru

Diketahui, pemerintah telah menerapkan aturan baru untuk pelaku perjalanan dalam negeri dan operator transportasi. Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut terdapat sejumlah perubahan, seperti pelaku perjalanan udara yang boleh melakukan tes antigen.

"Untuk moda udara wajib menunjukkan dua dokumen, yaitu kartu vaksin minimal dosis pertama dan surat keterangan hasil negatif RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2X24 jam sebelum keberangkatan," jelas Wiku.(OL-11)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Moch Asim

Terapkan Prokes, Sebanyak 16.624 Peserta Ikuti UTBK di Unair

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 18 Mei 2022, 10:25 WIB
Tercatat ada 16.624 peserta UTBK yang dijadwalkan mengikuti ujian gelombang pertama pada 17 Mei hingga 23 Mei 2022 dan gelombang kedua pada...
Pexels

Prevalensi Hipertensi Naik karena Faktor Risiko yang tidak Terkontrol

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 18 Mei 2022, 10:15 WIB
Beberapa faktor risiko hipertensi seperti diabetes, obesitas atau kegemukan, hingga konsumsi garam berlebih tidak pernah...
ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

Bandara Ngurah Rai Sudah Layani 17 Rute Penerbangan Asing

👤Arnoldus Dhae 🕔Rabu 18 Mei 2022, 10:13 WIB
Rute terbaru adalah dari Perth, Australia dan Singapura. Penerbangan tersebut dilayani menggunakan maskapai AirAsia...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya