Kamis 21 Oktober 2021, 08:29 WIB

Kemendikbud Umumkan 10 Pemenang Lomba Cipta Lagu Tradisi NTT

Faustinus Nua | Humaniora
Kemendikbud Umumkan 10 Pemenang Lomba Cipta Lagu Tradisi NTT

Ant/Dedhez Anggara
Grup Musik Nusa Tuak asal NTT menghibiur penonton saat tampil dalam Soegra Music Festival, beberapa waktu lalu,

 

SEBAGAI bentuk pemajuan dan pengembangan kebudayaan Nusa Tenggara Timur (NTT), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan mengumumkan sepuluh pemenang Lomba Cipta Lagu Tradisi NTT.

Lomba Cipta Lagu Tradisi NTT merupakan bagian dari rangkaian Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) yang secara rutin digelar untuk memperkokoh akar budaya tradisi di sejumlah daerah di Indonesia. Pada tahun ini, FTMI digelar digelar tahun ini di tiga lokasi, yaitu kawasan Danau Toba, Pulau Tidore, dan Kawasan Labuan Bajo.

Setelah terpilih sepuluh pemanang, rangkaian acara akan berlanjut hingga 20 November 2021. Selain itu, lagu dari pemenang akan diarensemen dan direkam, serta dibuatkan video dokumenter. Seminar Musik NTT juga akan digelar pada 19 - 21 November 2021 dan Pesta Bunyi Flabomora yang akan terlaksana di 20 November 2021.

Direktur Perfilman, Musik, dan Media (PMM), Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud-Ristek, Ahmad Mahendra mengapresiasi karya yang dikirimkan penggiat musik tradisi di NTT. Sebanyak 65 peserta yang mendaftar, sebagian besar adalah kaum muda yang mengirimkan lagu-lagu baru dengan menggunakan alat musik tradisi dan melodi khas musik NTT.

“Luar biasa karya-karya yang dikirimkan para peserta. Saya bangga sekali karena anak-anak muda NTT banyak yang berpartisipasi. Artinya, yang muda juga semangat mempelajari dan memainkan musik tradisi di daerahnya. Ini sejalan dengan semangat Kemendikbudristek mengidupkan dan mengembangkan budaya tradisi dan mendukung regenerasi pelestari budaya," ujarnya dalam keterangan, Kamis (21/10).

Motif atau DNA musik tradisi khas NTT 2021 semakin kaya melalui tema 'Pesta Bunyi dari Selatan'. Selain itu, rangkaian FMTI yang salah satunya digelar di Labuan Bajo ini juga bertujuan untuk merevitalisasi alat-alat musik tradisi NTT dan meningkatkan kapasitas penggiat musik tradisi NTT dengan pelibatan secara aktif SDM budaya di Kawasan NTT.

Salah satu juri dan musisi Dwiki Dharmawan terkesan dengan karya yang dikirimkan peserta dan mengapresiasi Kemendikbud-Ristek yang telah menyelenggarakan lomba ini. “Saya sangat salut dan tercengang dengan hasil karya para peserta yang sangat berkualitas. Saya juga sangat puas semua peserta bisa mewakili lima wilayah budaya utama NTT,” katanya.

Selain itu, Dwiki menjelaskan bahwa lagu yang dilombakan sangat beragam dan dapat memotivasi kembalinya lagu-lagu ciptaan yang arahnya bukan untuk popular namun menggali akar budaya NTT. “Para peserta mengemas lagunya dengan mewakilkan lima sub-kultur berbeda yang ada di NTT, yaitu budaya Pulau Timor, Pulau Sumba, budaya Lamahot, Pulau Flores, dan budaya pulau-pulau kecil di selatan seperti Rote,” tambahnya.

BS Icen, salah satu pemenang Lomba Cipta lagu Tradisi NTT mengaku bangga terpilih menjadi pemenang. “Bangga karena apa yang menjadi warisan nenek moyang saya dalam dunia seni, seperti lagu, bisa diapresiasi pemerintah,” kata Icen yang menjadi pemenang lewat lagu ciptaannya berjudul 'Purus' dengan menggunakan bahasa Manggarai Raya.

“Kegiatan lomba musik tradisi sering diadakan agar aset-aset budaya yang ada bisa diangkat musisi-musisi dapat hadir di ruang yang lebih luas,” harap Icen untuk lomba musik tradisi. (OL-13)

Baca Juga: Libur Maulid Nabi Pantai Alam Indah Tegal Dipadati Pengunjung

Baca Juga

Antara

63,95% Anak Sudah Divaksinasi Lengkap

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Rabu 25 Mei 2022, 22:22 WIB
Jumlah itu setara 63,95 persen dari target 26.400.300...
Medcom

Pendaftaran Kampus Mengajar Angkatan 4 Dibuka untuk 15.000 Peserta

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 25 Mei 2022, 21:43 WIB
Periode pendaftaran berlangsung dimulai 25 Mei hingga 5...
Antara/Asep Fathukrahman

Terbentur Syarat Haji dari Arab Saudi, Calon Jemaah Haji di Atas 65 Tahun Diimbau tak Tarik Setoran

👤Susanto 🕔Rabu 25 Mei 2022, 21:41 WIB
"Sebagian jemaah yang umurnya di atas 65 tahun kami punya harapan tidak menarik setoran awal dan tahun berikutnya bisa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya