Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMBACA selawat kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam mampu menjadi penyelamat pembacanya
pada hari kiamat. Ini karena membaca selawat Nabi memiliki unsur penjagaan akidah, yaitu mengakui Allah sebagai Tuhan sekaligus meyakini Nabi Muhammad sebagai makhluk-Nya.
Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau lebih dikenal dengan Gus Baha menjelaskan hal itu sebagaimana dikutip dari Instagram NUonline_id. Menurutnya, dalam redaksi selawat yang biasa kita baca, yaitu Allahumma shalli ala sayyidina muhammad, terdapat dua unsur pengakuan yang agung.
Pertama kita mengakui bahwa Allah swt sebagai Dzat yang Mahapemberi dan kedua mengakui bahwa Nabi Muhammad saw sebagai kekasih Allah yang betapa pun tingggi kedudukannya tetap sebagai hamba Allah. "Jadi, membaca selawat itu, di samping menunjukkan mahabbah (cinta) kita kepada Rasulullah, dengan menyatakan beliau sebagai makhluk terbaik yang paling layak mendapat azkash selawat dari Allah, juga menyatakan Allah sebagai (Tuhan) yang memberi," ujarnya saat mengisi acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw 1443 H dan Haul Masyayikh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah, pada Selasa (12/10).
Pada kesempatan itu, Gus Baha mendasari argumennya dengan penjelasan Sayyid Az-Zabidi (wafat 1205 H) dalam kitab Ithafus Sadatil Muttaqin yang berbunyi wannabiyyu shallahu 'alaihi wasallam wa in jalla qodruhu muhtajun la rahmatihi ta'ala wa fadhlih. Artinya, betapa pun tingginya kedudukan Nabi Muhammad saw, ia tetap membutuhkan kasih sayang dan kemurahan Allah swt.
Baca juga: Kenapa Nabi Muhammad tidak Pernah Bikin Maulid? Ini Jawabannya
Dijelaskan Gus Baha, umat Nasrani itu sudah melakukan kesalahan fatal, yaitu menganggap Nabi Isa sebagai tuhan, sedangkan orang Yahudi yang tidak suka dengan Nabi Isa dengan menuduh Isa sebagai anak hasil zina. Namun umat Nabi Muhammad saw tetap mengagungkan Rasulullah dengan status sebagai hamba Allah, tidak sampai menuhankannya. "Jadi, umat ini (umat Nabi Muhammad) tidak akan mendudukkan Rasulullah setingkat dengan Allah," tegas alumnus Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah itu. (OL-14)
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah akan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
PRESIDEN Prabowo mengatakan peran strategis NU berperan dalam menjaga pilar kebangsaan melalui persatuan
PRESIDEN Prabowo Subianto mengklaim bahwa Indonesia pertama kali menjadi yang memiliki lahan di Mekah, Arab Saudi. Tanah tersebut akan digunakan untuk Kampung Haji Indonesia
PRESIDEN Prabowo Subianto menyampaikan doa dan harapannya untuk masyarakat Indonesia dalam menyambut bulan Ramadan tahun ini.
PRESIDEN Prabowo Subianto hadir dalam acara Mujahadah Kubro memperingati Hari Lahir (Harlah) Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2).
NAHDLATUL Ulama (NU) Kalimantan Timur akan menggelar puncak peringatan Hari Lahir Satu Abad NU Miladiyah pada 31 Januari 2026 di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Temukan alasan mendalam mengapa Allah SWT memperjalankan Nabi Muhammad SAW dalam Isra Mikraj, mulai dari hiburan spiritual hingga perintah salat.
Kepemimpinan Nabi Muhammad bukan hanya bersifat transendental tetapi juga praktis.
PEMERINTAH Arab Saudi resmi meluncurkan program pengalaman spiritual bertajuk Ala Khutah atau dalam bahasa Indonesia berarti Dalam Jejak Nabi.
Teladani kesetiaan & perjuangan para sahabat Nabi Muhammad SAW. Temukan kisah inspiratif, hikmah, dan peran penting mereka dalam sejarah Islam.
ADA tujuh malam yang paling utama menurut para ulama. Tujuh malam mulia itu dijelaskan dalam Kitab Nihayatuz Zain. Malam Lailatul Qadar nomor berapa?
AL-QUR'AN turun pertama kali dari Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW pada 17 Ramadan. Nah, tahukah kamu 114 surat dalam Al-Qur'an? Berikut rinciannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved