Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DEPUTI II Kepala Staf Kepresidenan Abetnego Tarigan mengungkap salah satu penyebab tingginya persoalan ekonomi di Papua adalah perspektif kultural masyarakat setempat yang kerap menganggap PNS sebagai satu-satunya pilihan profesi.
Pola pikir tersebut akhirnya membuat sebagian besar penduduk Bumi Cenderawasih enggan berwirausaha dan membuat tingkat pengangguran menjadi tinggi.
Oleh karena itu, KSP akan membuka pemahaman masyarakat Papua dan mendorong penguatan vokasi di provinsi tersebut.
"Kita akan bentuk image yang baik terhadap vokasi dan memberikan informasi mengenai bidang seperti apa yang dibutuhkan di Papua,” ujar Abetnego melalui keterangan resmi, Minggu (17/10).
Upaya tersebut, imbuhnya, telah berhasil diterapkan di Sulawesi. Pemerintah dalam beberapa tahun terakhir mengembangkan vokasi pertambangan, bidang yang memang unggul di pulau tersebut.
"Akhirnya sekarang banyak tenaga kerja ahli di sektor pertambangan. Respon pada suatu sektor yang sedang tumbuh di suatu daerah melalui vokasi akan mampu memperluas peluang rekrutmen kerja tenaga lokal," jelasnya.
Baca juga: Wapres Sebut Pembentukan BLK untuk Percepatan Pembangunan Papua
Abetnego menambahkan peran kelas ekonomi menengah dalam membangun perekonomian juga harus ditingkatkan.
Selama ini, pemerintah dan masyarakat terlalu terobsesi untuk mengantar sebanyak-banyaknya orang Papua naik ke level atas.
"Tapi kita sering lupa kalau perputaran ekonomi terbesar ada di kelas menengah,” tuturnya.
Ia mengatakan masyarakat yang berada di kelas menengah di Papua jumlahnya masih sangat sedikit. Akibatnya, kekosongan pada strata itu banyak diisi oleh para pendatang. Hal ini juga yang menjadikan perputaran ekonomi masih berada di pusat-pusat kota/kabupaten dan mengalir ke luar provinsi Papua.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021 masih mencatat Papua sebagai provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Indonesia, yakni mencapai 26,8%. Namun Pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dalam kurun waktu lima tahun terakhir, diyakini terus membaik, walaupun secara nasional masih relatif paling rendah.
“Hal yang menjadi pemantik konflik di Papua adalah masalah ekonomi. Maka itu, pemerintah perlu melakukan pemberdayaan, pendampingan dan pendidikan terutama kepada anak-anak muda di Papua. Ini bukan saja membangun skill mereka, namun juga mencegah mereka untuk beralih ke tindakan negatif,” tuturnya.(OL-5)
Sertifikasi yang merupakan syarat fundamental guna memasuki pasar kerja global, akan dimaksimalkan supaya bisa dilakukan di dalam negeri.
Lulusan pendidikan Vokasi dituntut tidak hanya adaptif, tetapi juga memiliki kompetensi digital yang kuat agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mempertegas komitmennya dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) industri yang unggul melalui penyelenggaraan Wisuda Serentak Politeknik.
Kemendikdasmen melalui Ditjen Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus menegaskan komitmennya untuk memperkuat layanan pendidikan inklusif.
Kemitraan berkelanjutan mampu memberikan manfaat berlapis, salah satunya memperkuat kapasitas institusi pendidikan sebagai penyedia talenta.
Kegiatan edukasi investasi di SMK Metland menunjukkan komitmen kuat dunia pendidikan dalam menyiapkan generasi muda yang melek finansial sejak dini.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved