Minggu 17 Oktober 2021, 09:59 WIB

Dukung Aktivitas Riset, BRIN Bangun Gedung Genomik

Faustinus Nua | Humaniora
Dukung Aktivitas Riset, BRIN Bangun Gedung Genomik

MI/Ramdani
Kepala BRIN LT Handoko

 

BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah menyiapkan fasilitas untuk mendukung aktivitas riset, khususnya di bidang ilmu pengetahuan hayati. Gedung Genomik yang dibangun di atas lahan seluas 9.300 meter persegi tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai laboratorium whole genome sequencing (untuk mikroba, flora, fauna, dan manusia), laboratorium riset life science, dan laboratorium riset lingkungan.

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan di kawasan riset life sciences di Cibinong Science Center (CSC) tersedia berbagai sarana dan prasarana yang lengkap untuk mendukung riset bidang ilmu pengetahuan hayati, termasuk molekuler.

“Meski selama ini fasilitas riset di CSC lebih ditujukan untuk riset biodiversitas, tetapi fasilitas tersebut memiliki kesamaan dengan riset untuk kesehatan dan manusia seperti yang dilakukan di Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman (PRBME). Selain itu, di CSC banyak pusat riset dan periset yang masih terkait seperti Pusat Riset Bioteknologi, Pusat Kehati, InaCC untuk mikroba, dan lain-lain,” kata Handoko dalam keterangan resmi, Minggu (17/10).

PRBME direncanakan akan menempati sebagian Gedung Genomik yang baru selesai dibangun pada bulan Oktober 2021.

“Saat ini memang gedung belum siap ditempati karena listrik belum masuk. Tetapi pemindahan laboratorium sudah akan dimulai sampai dengan Desember 2021 secara bertahap. Konsep seluruh laboratorium yang baru dibangun di BRIN adalah open space berbasis klaster fungsi, dan dikelola secara terpusat dan tersedia sebagai open platform untuk semua pihak termasuk industri. Sedangkan tempat kerja periset dalam bentuk co-working space,” jelas Handoko.

Baca juga:  BRIN Pastikan Riset Covid-19 Tetap Berjalan

Handoko mengungkapkan, sejak tahun lalu sudah direncanakan pemindahan LBM Eijkman ke lokasi lain.

“Setelah kami lakukan evaluasi, khususnya melihat sisi efisiensi, kami putuskan untuk memindahkan lokasi PRBME ke kawasan riset life sciences di Cibinong Science Center (CSC),” ujarnya.

Sebagai informasi, gedung yang ditempati tersebut secara kepemilikan merupakan aset yang dikelola oleh Kementerian Kesehatan.

Terkait itu, Handoko mengungkapkan, pihak Kementerian Kesehatan telah menyampaikan pemberitahuan sejak beberapa tahun yang lalu, bahwa aset tersebut akan dimanfaatkan oleh RSCM.

“Oleh karena itu, BRIN akan mengembalikan aset tersebut ke RSCM, kecuali sebagian gedung depan akan dipertahankan untuk riset berbasis layanan terkait genomik, sekaligus mengabadikan gedung Eijkman sebagai warisan sejarah,” terangnya.

“Tetapi tentu ini masih harus dibahas dengan pihak Kemenkes,” tukasnya.(OL-5)

Baca Juga

AFP

WHO Sebut Belum Ada Laporan Kematian Akibat Varian Omicron

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 16:35 WIB
WHO telah memperingatkan bahwa perlu waktu berminggu-minggu untuk menentukan seberapa menular varian...
ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

21 Daerah Alami Peningkatan Kasus, Pemda Diminta Tingkatkan Pelacakan Kontak

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 14:56 WIB
Adapun, sejumlah daerah tersebut mengalami peningkatan kasus akibat klaster komunitas, mulai dari klaster sekolah, perkatoran, pasar, dan...
dok.mi

Apa Sih Hipotesis Itu? Ini Contohnya Biar Kamu Tau

👤Sofia 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 13:30 WIB
KITA seringkali mendengar kata hipotesis, tapi belum tau pasti apa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya