Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
ALI Topan, 36, menyebut dirinya sejak masih duduk di bangku sekolah mengengah atas (SMA) sangat peduli terhadap kondisi lingkungan. Terlebih pada pemanfaatan limbah-limbah sampah masyarakat yang sebenarnya bisa dimanfaatkan lagi.
Pria penyandang disabilitas kelahiran 1983 itu mengungkapkan, jika sebelum seperti sekarang ini, dia sudah bergabung di Tagana (Taruna siaga bencana) sejak 2009, sebagai salah satu perjuangan bagi lingkungan di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.
Karena kegigihannya, Ali Topan pun kemudian mendapat Penghargaan Khusus Kalpataru 2021, sebagai Pemuda Inspiratif Advokasi Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Kalpataru merupakan penghargaan yang diberikan kepada mereka baik individu maupun kelompok yang dinilai berjasa dalam merintis, mengabdi, serta mengelola lingkungan hidup dan kehutanan.
"Alhamdulillah saya dapat penghargaan khusus untuk advokasi lingkungan, memang belum dapat kalpataru, tapi ini sudah cukup," kata Ali Topan, lewat sambungan telepon, Jumat (15/10).
Di Pinrang, ayah satu anak ini dikenal sebagai orang yang telah melahirkan bank sampah sebagai jawaban atas permasalahan kompleks seputar sampah. Sehingga sampah dapat dijadikan sumber penghasilan dan tidak dipandang sebagai permasalahan.
"Saya ajak teman-teman ketika ada kegiatan lingkungan yang tidak jalan, saya advokasi teman-teman untuk menjalankan. Saya membentuk bank sampah, jadi tugas saya mengajak teman-teman sambil jalan bersama," seru Ali, yang juga Sekretaris Taruna Siaga Bencana Kabupaten Pinrang.
Baginya, keterbatasan fisik, karena kedua kakinya lumpuh, tidak menjadi penghalang, karena itu terjadi sebenarnya tidak dari lahir. Meski menurutnya, kelumpuhan pada kakinya sempat menjadi momok tersendiri, tapi dia bangkit.
"Saya mengalami kecelakaan kerja 2015 lalu, yang membuat kedua kaki saya tidak bisa difungsikan. Itu sempat membuat rasa percaya diri hilang. Tapi saya tidak ingin kekurangan ini menjadi penghalang. Kekurangan itu cuma fisiknya, tetapi gerakan (advokasi) tidak," tukasnya semangat.
Dia menyebut, jika dirinya harus terus mengedukasi warga terkait permasalahan seputar tata kelola sampah, bahwa sampah adalah sumber ekonomi. Jadi, sampah bukan lagi sebagai permasalahan baru, tetapi bisa menghasilkan, sekaligus menjaga lingkungan hidup.
Ali Topan sendiri adalah pengelola Bank Sampah Peduli Pinrang, di Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Bank sampah yang dikelolanya berupa bangunan seukuran 10×20 meter, hibah pemerintah kabupaten Pinrang, sementara tanahnya adalah hibah pinjam warga selama 10 tahun.
Ali juga berharap, meski dengan keterbatas fisiknya, dia bisa memotivasi pemuda-pemudi di Pinrang lainnya untuk senantiasa memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Dia pun bercerita, jika awalnya, dia tidak mendapat perhatian warga, karena dinilai tidak masuk akal. Dia pun berinisiatif memulai dengan mengumpulkan sampah di pesta-pesta perkawinan, dengan meminta agar sampah dipisah dan dikumpulkan di karung-karung.
Untuk membangun kesadaran dan tindakan warga, Ali ternyata punya siasat tersendiri. Ia membangun gerakan yang disebutnya 'Sedekah Sampah'. Melalui gerakan itu diajaklah warga bersedekah dalam bentuk sampah, dengan mengumpulkan sampah di rumah masing-masing yang akan dijemput oleh tim Ali.
Cara tersebut ternyata efektif. warga akhirnya tertarik ketika tahu, sampah bisa disedekahkan.
"Mereka cukup kumpulkan sampah di rumah masing-masing, kami datang membeli. Hasil penjualan sampah ini kemudian digunakan untuk membeli beras dan minyak goreng, lalu dibagikan ke kaum duafa, umumnya orang tua yang tak berpenghasilan. Banyak warga kurang mampu yang terbantu dari gerakan ini,” urai Ali.
Untuk mengampanyekan gerakannya itu, selain door to door, Ali juga aktif menggunakan media sosial.
Saat ini, Bank Sampah Peduli Pinrang yang dikelolanya, sukses melebarkan sayap, dan sudah punya enam unit bank sampah, bahkan, dia berencana mengembangkan aplikasi online transaksi sampah tersendiri.
Jenis sampah yang dibeli di Bank Sampah milik Ali topan adalah kertas, plastik gelas dan botolan. Harganya bervariasi antara Rp.100 – Rp2000/kg. Dan dalam sebulan dia bisa mengumpulkan 300-400 kg sampah.
"Saya mengucapkan terima kasih atas penghargaan ini khususnya kepada teman-teman pejuang lingkungan, dan semua pihak yang ikut membantu saya selama ini. Penghargaan ini bukanlah akhir perjuangan," seru Ali.
Dia juga meminta semua pihak, dan mengingatkan pentingnya kolaborasi khususnya dalam penanganan sampah. “Edukasi dan kerja nyata di bidang lingkungan perlu terus dikembangkan,” pungkasnya. (LN/OL-09)
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
Universitas Indonesia menggandeng Bank Sampah Alamanda Sejahtera dalam kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang menyasar anak-anak sekolah dasar di Kota Bekasi.
FEB UI melaksanakan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa edukasi pengelolaan sampah organik dan anorganik bagi ibu rumah tangga.
Warga RW 01 Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (23/12) mendapatkan edukasi pelestarian lingkungan melalui penguatan Bank Sampah dan peningkatan akses kesehatan.
Program Waste to Empower diharapkan dapat meningkatkan kapasitas bank sampah hingga 30%.
Bank Sampah Unit Dabaresih (Dago Barat Resik Hejo) mendapat dukungan dari PT Pegadaian Kanwil Bandung
Bank Sampah Gemilang yang berlokasi di Kelurahan Kubu Marapalam, Padang Timur, terus berinovasi mencari solusi atas persoalan sampah plastik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved