Selasa 05 Oktober 2021, 06:30 WIB

Dobel Berkah dari Pengolahan Limbah Industri Tepung Lele

Prof Dr Heni Rachmawati MSi Kelompok Keahlian Farmasetika, ITB | Humaniora
Dobel Berkah dari Pengolahan Limbah Industri Tepung Lele

Dok. ITB
Olahan Ikan Lele.

 

ANGKA stunting di Indonesia sampai saat ini masih tinggi, yakni berkisar 30,8% (Riskesdas, 2018). Pada bayi, balita, dan anak, stunting adalah kondisi yang gawat karena tidak hanya menghambat pertumbuhan, tetapi juga dapat menyebabkan perkembangan tubuh tidak sebagaimana mestinya. Sel-sel pada otak anak stunting tidak berkembang sebanyak pada anak-anak yang normal. Hal itu yang memungkinkan daya fungsi kognitif anak melemah.

Salah satu upaya penanggulangan stunting ialah penyediaan makanan tinggi protein. Ikan merupakan sumber protein yang sangat bagus karena kandungan asam aminonya yang lengkap serta kandungan senyawa bioaktif lainnya yang bagus untuk pertumbuhan tulang dan otak.

Tulungagung adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang merupakan kawasan menjanjikan untuk usaha perikanan, salah satunya ikan lele. Tidak hanya dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat, ikan lele juga diolah menjadi tepung yang mempunyai nilai ekonomi dan manfaat lebih baik.

Usaha penepungan ikan lele di Desa Mojosari, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, salah satunya dilakukan oleh PT Rumah Inovasi Natura. Setiap bulannya, produksi tepung ikan dapat mencapai sekitar 2 ton. Namun, dampak samping dari usaha bisnis tersebut ialah timbunan limbah organik yang jumlahnya cukup tinggi.

Berdasarkan kajian ilmiah yang dilakukan, kulit, minyak, dan tulang ikan lele sebenarnya masih menyimpan berbagai kandungan senyawa bioaktif yang sangat bagus untuk kesehatan. Kandungan kolagen terdapat pada kulit dan tulang/duri, mineral pada tulang/duri, serta asam-asam lemak tak jenuh pada minyak.

Sebagai wujud kepedulian masyarakat kampus, tim ITB telah melakukan penyuluhan dan pelatihan untuk mengangkat limbah bisnis tepung ikan di Kabupaten Tulung Agung, Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan rangkaian program pengabdian masyarakat ITB tahun 2021 dengan sasaran penerima manfaat ialah pelaku bisnis tepung ikan lele, pemerintah daerah, serta masyarakat luas di wilayah sekitar.

Kegiatan ini masuk program kegiatan pengabdian masyarakat ITB skema lingkar 3 (daerah luar Jawa Barat), yang dimaksudkan untuk melakukan pembinaan desa. Selain untuk memberi pembinaan pengolahan limbah tepung lele kepada pengusaha, kegiatan ini juga bertujuan membina masyarakat desa sekitar untuk menampung limbah industri tepung ikan lele.

Tidak hanya itu, masyarakat juga diberikan pelatihan teknologi tepat guna untuk mengekstraksi minyak ikan, mengolah tulang menjadi serbuk/tepung kaya kalsium, serta mengolah kulit ikan menjadi kulit kering dan kudapan sehat. Pelatihan juga akan diberikan kepada usaha permesinan untuk pengadaan mesin pemisah minyak ikan dengan bagian limbah lainnya, mesin penepung tulang ikan, dan mesin pengering (dehidrator) kulit ikan. Namun, untuk tahun ini, kegiatan difokuskan pada pengolahan kulit ikan lele serta pembekalan materi untuk pengolahan limbah lainnya.

Puncak rangkaian penyuluhan dan pelatihan telah berlangsung pada 23 Juni 2021 di Desa Mojosari. Selain kelompok PKK Desa Mojosari dan forum industri kecil menengah (IKM) setempat, acara ini juga dihadiri pejabat PT Rumah Inovasi Natura, Kepala Desa Mojosari, Ketua Forum IKM Tulung Agung, hingga mitra perguruan tinggi Universitas Airlangga.

 

 

Pengolahan limbah kulit

Kulit ikan adalah bagian utama limbah pengolahan tepung ikan, berkisar 30%. Walaupun terlihat sepele, umumnya kulit ikan mengandung protein, vitamin larut lemak (E, D), dan mineral (selenium).

Tim ITB menyadari pentingnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat terkait hal tersebut. Dengan begitu, kepedulian serta kesadaran masyarakat dalam mengolah serta mengonsumsi kulit ikan dapat meningkat.

Salah satu jenis olahan kulit ikan yang mudah dan dapat dilakukan oleh masyarakat awam dengan peralatan sederhana ialah kerupuk. Dalam rangka mengenalkan proses pengolahan kulit ikan menjadi kerupuk, masyarakat pun diajak mengunjungi pabrik pengolahan tepung ikan lele.

Masyarakat terbukti antusias mengenai kunjungan ini sehingga peserta dari kelompok IKM Tulungagung dan PKK Desa Mojosari cukup banyak. Kunjungan sekaligus penyuluhan dan demo di lapangan itu dilakukan dalam dua kelompok.

Sebagai wujud kepedulian dari ITB, melalui program pengabdian masyarakat ini diberikan pula bantuan peralatan pengolahan kerupuk kulit berupa vacuum fryer, peniris minyak, serta mesin pengering.

 

 

Pemberdayaan UKM

Pengolahan limbah menjadi berkah. Berkah kesehatan maupun kesejahteraan itulah yang ditanamkan kepada masyarakat peserta kegiatan.

Sebab itu pula kegiatan pengolahan kulit ikan menjadi kerupuk tidak hanya untuk konsumsi diri sendiri. Kegiatan ini memiliki sasaran jangka panjang untuk menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan pendapatan masyarakat.

Sasaran tersebut berupaya dicapai dengan pelibatan forum IKM Tulungagung. Melalui forum itu, produk hasil usaha masyarakat akan disalurkan dan dipasarkan. Kolaborasi antara forum IKM dan masyarakat desa yang dibentuk pada program pengabdian masyarakat ini juga dimaksudkan untuk mengundang perhatian pemerintah daerah agar memberikan dukungan yang lebih besar.

Tidak hanya itu, penyuluhan dan pelatihan ini disadari tidak akan menunjukkan hasil jika dilakukan secara instan tanpa ada monitoring. Pengawasan rutin perlu dilakukan untuk mencegah menurunnya etos kerja masyarakat. Selain itu, akan terus dilakukan pula kegiatan transfer ilmu dan teknologi tepat guna yang menunjang kegiatan sebelumnya. (M-1)

Baca Juga

Ilustrasi

Deteksi Dini Bisa Selamatkan Pasien Kanker Hati 

👤M. Iqbal Al MAchmudi 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 22:45 WIB
Karsinoma sel hati (hepatoseluler karsinoma) adalah salah satu jenis kanker hati yang paling umum dengan prognosis/kemungkinan terjadinya...
Antara/Aloysius Jarot Nugroho

Pemerintah Dorong Peningkatan Testing Covid-19 untuk Pengendalian Pandemi 

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 21:45 WIB
Tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR adalah Rp275 ribu untuk pulau Jawa dan Bali, serta sebesar Rp300 ribu untuk luar pulau Jawa dan...
Antara/Galih Pradipta

Capaian Vaksinasi Kelompok Remaja Lampaui 75% 

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 21:15 WIB
Menurutnya, vaksinasi remaja sangat penting untuk melindungi anak indonesia dari ancaman covid-19, apalagi Pembelajaran Tatap Muka (PTM)...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya