Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) meluncurkan rencana, Selasa (28/9), agar penyakit meningitis (radang selaput otak) di bawah kendali pada 2030. Ini berarti akan ada pemangkasan 250.000 kematian tahunan yang disebabkan oleh penyakit itu.
Meluncurkan strategi global pertama untuk mengatasi penyakit itu, WHO mengatakan ingin menghilangkan epidemi meningitis yang disebabkan bakteri sebagai bentuk paling berbahaya. Dengan demikian, WHO berharap upaya itu mengurangi separuh jumlah kasus dan mengurangi kematian hingga 70%. Badan tersebut juga ingin secara signifikan mengurangi kecacatan yang disebabkan oleh penyakit tersebut.
"Di mana pun itu terjadi, meningitis bisa mematikan dan melemahkan, menyerang dengan cepat, memiliki konsekuensi kesehatan, ekonomi dan sosial yang serius, dan menyebabkan wabah yang menghancurkan," kata Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. "Sudah waktunya untuk mengatasi meningitis secara global selamanya dengan segera memperluas akses ke alat yang ada seperti vaksin, memelopori penelitian dan inovasi baru untuk mencegah, mendeteksi, mengobati berbagai penyebab penyakit, serta meningkatkan rehabilitasi bagi mereka yang terkena dampak."
Meningitis merupakan peradangan berbahaya pada selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang, terutama disebabkan oleh infeksi bakteri dan patogen lain termasuk virus dan jamur. Meningitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri cenderung menjadi bentuk yang paling serius karena dapat memicu epidemi yang menyebar dengan cepat.
Meningitis dari bakteri membunuh satu dari 10 orang yang terinfeksi, kebanyakan anak-anak dan remaja. Ini juga meninggalkan satu dari lima penderita dengan cacat jangka panjang, seperti kejang, kehilangan pendengaran dan penglihatan, kerusakan saraf, dan gangguan kognitif.
Baca juga: Wabah Meningitis Tewaskan 129 Penduduk Kongo
Selama 10 tahun terakhir, epidemi paling sering terjadi di daerah yang disebut Sabuk Meningitis. Ini mencakup 26 negara di Afrika sub-Sahara dari Senegal hingga Ethiopia. (AFP/OL-14)
LEBIH dari 18.500 pasien di Gaza, Palestina, membutuhkan pengobatan medis khusus yang tidak tersedia di daerah kantong tersebut. Demikian menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
BARU-baru ini outbreak virus Nipah menyebabkan kewaspadaan kesehatan di banyak negara Asia. Infeksi virus Nipah pada manusia menyebabkan berbagai gejala, kenali penularan dan pengobatannya
LEDAKAN teknologi digital telah menyusup ke setiap sudut kehidupan anak-anak Indonesia, membawa kemudahan sekaligus ancaman diam-diam: krisis gaya hidup pasif.
AMERIKA Serikat keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per Kamis 22 Januari 2026. Keputusan ini berdasarkan Keputusan Presiden bernomor 14155 yang dirilis pada 20 Januari 2025.
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, mengatakan untuk penanggulangan kusta perlu diangkat sebagai prioritas nasional.
WHO menyatakan 500 juta perempuan di dunia terkena anemia. Yuk kenali dan ketahui cara mencegahnya.
Bakteri Neisseria meningitidis dapat hidup normal sebagai komensal di nasofaring (bagian belakang hidung dan tenggorokan) tanpa menyebabkan penyakit pada orang yang membawanya.
Data Kementerian Agama menunjukkan bahwa lebih dari 22% jemaah haji Indonesia pada 2025 merupakan kelompok lansia, dan mayoritas membawa penyakit komorbid.
SEBUAH penyakit misterius telah menyebabkan sedikitnya 60 orang meninggal dunia di tengah-tengah wabah yang terjadi di Republik Demokratik Kongo, demikian ungkap para dokter.
Meningitis tuberkulosis (TB) adalah infeksi serius yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang meninges, lapisan pelindung otak dan sumsum tulang belakang.
Meningitis adalah infeksi serius pada selaput yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang. Pada anak-anak, penyakit ini dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
Vaksin meningitis merupakan cara penting untuk melindungi individu, terutama mereka yang berada dalam kelompok berisiko tinggi, dari penyakit meningitis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved