Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Jokowi: Akhir Pandemi Belum Bisa Diprediksi, Adaptasi Jadi Kunci

Dhika kusuma winata
24/9/2021 13:42
Jokowi: Akhir Pandemi Belum Bisa Diprediksi, Adaptasi Jadi Kunci
Presiden Joko Widodo(MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE)

PRESIDEN Joko Widodo menyampaikan akhir pandemi covid-19 hingga kini belum bisa diprekdiksi. Pengendalian wabah akan terus dilakukan. Karena itu, adaptasi kebiasaan baru menjadi kunci agar berbagai sektor bisa tetap produktif.

"Pandemi covid-19 belum bisa diprediksi secara pasti kapan akan betul-betul berakhir. Covid tidak mungkin hilang secara total, yang bisa kita lakukan adalah mengendalikan penyebaran," kata Presiden Jokowi memberikan sambutan secara virtual pada peluncuran Gerakan Nasional Vaksinasi 7 Juta Warga Perkebunan dan Desa-Desa Produktif, Jumat (24/9).

Jokowi mengingatkan meski sudah divaksinasi, masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan dengan ketat. Protokol kesehatan harus menjadi kebiasaan baru dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

"Adaptasi kebiasaan baru yang dijalankan oleh seluruh segmen masyarakat mulai dari pelaku usaha, petani, pekebun, sampai dengan siswa sekolah adalah kunci penting agar kita bisa melakukan transisi dari pandemi ke endemi sehingga kita bisa menjalankan kegiatan produktif tapi tetap aman dari covid-19," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Relawan Projo bekerja sama dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) meluncurkan vaksinasi covid-19 untuk 7 juta masyarakat perkebunan dan desa-desa produktif di 17 provinsi. Presiden Joko Widodo meminta agar percepatan dan perluasan vaksinasi terus digencarkan.

Baca juga: Bioskop Beroperasi Lagi, Sandiaga Harap Banyak Lowongan Kerja di Industri Kreatif

"Perluasan dan percepatan vaksinasi ini sangat penting kita lakukan agar semakin banyak masyarakat yang divaksin di seluruh tanah air Indonesia sehingga target vaksinasi nasional 70% di akhir tahun dapat segera tercapai," ucapnya.

Jokowi menyambut inisiatif Projo bersama Gapki untuk membantu percepatan vaksinasi. Menurutnya, vaksinasi 7 juta warga perkebunan dan desa-desa produksi penting lantaran sektor perkebunan serta pertanian strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena itu, vaksinasi penting untuk mendukung sektor tersebut agar terus produktif.

"Sektor perkebunan dan pertanian penting untuk mendapatkan dukungan karena merupakan salah satu sektor strategis. Sangat dibutuhkan masyarakat yang selama pandemi mengalami pertumbuhan yang baik," ucapnya.

Jokowi menyampaikan setiap harinya vaksinasi terus digencarkan di berbagai daerah yang menyasar berbagai kelompok masyarakat. Vaksinasi bahkan dilakukan dengan cara dari pintu ke pintu atau door to door mendatangi masyarakat.

Presiden menekankan vaksinasi masyarakat penting dilakukan di semua kalangan mulai dari lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas hingga anak usia tertentu untuk melindungi dari risiko berat akibat covid-19.

Presiden menyatakan pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Sebab itu, bantuan berbagai elemen masyarakat sangat dibutuhkan. Semua pihak bisa turun tangan berpartisipasi membantu dengan berbagai cara agar tujuan vaksinasi bisa tercapai dengan cepat. Jokowi juga mengajak untuk terus membangun keyakinan terhadap program vaksinasi.

"Semua pihak harus berkolaborasi meyakinkan masyarakat bahwa vaksinasi aman dan halal. Mempercepat vaksinasi di tempat-tempat yang bisa dijangkau untuk menyentuh sebanyak mungkin masyarakat yang belum divaksinasi," imbuhnya.(OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya